WARTAMU.ID, Jakarta, 29 Desember 2024 – Budaya sehat minum jamu, sebuah warisan kuno yang kini semakin mendunia, telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Keputusan ini diumumkan dalam sidang ke-18 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kasane, Republik Botswana, pada Rabu, 6 Desember 2023.
Menempatkan budaya sehat minum jamu sebagai WBTb ke-13 dari Indonesia, pengakuan ini mengukuhkan peran penting jamu dalam warisan budaya Indonesia yang kaya akan tradisi pengobatan herbal.
“Mengutip dari laman indonesia.go.id, UNESCO menilai budaya sehat jamu sebagai salah satu sarana ekspresi budaya dan membangun koneksi antara manusia dengan alam, serta sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals (SDG’s) yang dilakukan UNESCO,” demikian dikutip dari kemenparekraf.go.id.
Jamu telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak zaman kuno. Mengutip sejarah dari jalurrempah.kemdikbud.go.id, jamu telah hadir sejak zaman Kerajaan Mataram, terbukti dari ilustrasi pembuatan jamu di situs arkeologi dan prasasti kuno yang menyebutkan istilah peracik jamu sebagai “Acaraki”.
Tidak hanya di zaman kuno, pada masa kolonial pun, jamu tetap menjadi pilihan pengobatan. National Geographic Indonesia mencatat bahwa pada abad ke-17, seorang ilmuwan bernama Jacobus Bontius menggunakan jamu untuk mengobati Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon Coen.
Jamu gendong, salah satu varian jamu yang paling populer di Indonesia, juga menjadi ikon budaya yang tak terpisahkan. Konon, istilah “jamu gendong” pertama kali muncul di daerah Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah, karena dijual dengan cara menggendong bakul yang berisikan botol-botol jamu.
Pemanfaatan jamu sebagai ramuan herbal khas Indonesia didukung oleh kekayaan alam Indonesia akan rempah-rempah. Data dari Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (RISTOJA) Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa terdapat ribuan ramuan obat tradisional dan spesies tumbuhan sebagai bahan baku jamu.
“Terbuat dari rempah-rempah alami, tak mengherankan jika jamu menyimpan banyak khasiat bagi tubuh kita,” ujar sumber dari kemenparekraf.go.id. Catatan sejarah mencatat berbagai jenis tumbuhan obat yang dipakai sebagai bahan baku jamu dapat mengobati beberapa jenis penyakit, menjadikan jamu sebagai salah satu warisan yang patut dilestarikan.
Dengan penetapan budaya sehat minum jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda, Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya yang telah turun-temurun. Sebuah penghargaan yang mengangkat kearifan lokal Indonesia ke tingkat global.
Apakah Anda juga rajin mengonsumsi jamu? Mari lestarikan budaya sehat ini sebagai bagian dari identitas kita sebagai bangsa Indonesia.












