SOSIAL  

Tanah Bergerak Terjang Desa Mendala Brebes, 570 Jiwa Terdampak dan Ratusan Rumah Rusak

Sebagai respons cepat, MDMC Brebes bersama berbagai elemen Muhammadiyah langsung mengaktifkan posko, melakukan evakuasi, dan mendistribusikan bantuan.

WARTAMU.ID, Brebes — Bencana tanah bergerak yang melanda Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, pada Rabu dini hari, 17 April 2025, pukul 02.00 WIB, menyebabkan kerusakan parah dan memaksa ratusan warga mengungsi. Longsor berasal dari Dukuh Krajan RT 05/RW 03, meluncur ke arah barat laut dengan sudut kemiringan sekitar 60 derajat, mengikuti aliran Kali Pedes.

Data terbaru dari Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Brebes per 11 Mei 2025 mencatat, sebanyak 570 jiwa dari 159 keluarga terdampak, dengan 445 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kerusakan mencakup 120 rumah, termasuk 15 rumah berstatus rusak sedang. Selain itu, sekitar 80 hektare lahan pertanian milik warga ikut terdampak, disertai kerusakan pada 3 fasilitas umum dan 2 lembaga pendidikan, yakni TK ABA Mendala dan Madin Krajan.

“Longsor merusak hunian di lima dukuh, yakni Krajan, Karanganyar, Babakan, Cupang Bungur, dan Ares,” jelas salah satu petugas lapangan MDMC Brebes.

Rinciannya, Dukuh Babakan mencatat dampak terparah dengan 59 rumah rusak berat dan 259 jiwa terdampak. Dukuh Krajan menyusul dengan 32 rumah rusak berat dan 117 jiwa terdampak. Di Dukuh Cupang Bungur terdapat 25 rumah rusak berat dan 115 jiwa terdampak, sementara di Dukuh Karanganyar dan Ares masing-masing terdapat rumah-rumah terancam serta puluhan jiwa yang berada dalam risiko tinggi.

Sebagai respons cepat, MDMC Brebes bersama berbagai elemen Muhammadiyah langsung mengaktifkan posko, melakukan evakuasi, dan mendistribusikan bantuan. Sebanyak 125 relawan Muhammadiyah diterjunkan, terdiri dari tenaga medis, tim logistik, dan pendamping psikososial.

Koordinator Poskor, Abdul Mumin, mengatakan bahwa penanganan darurat difokuskan pada penyediaan tempat tinggal sementara, bantuan logistik, serta layanan kesehatan. “Kami telah menyalurkan ratusan paket bantuan dan menggelar pelayanan kesehatan gratis dengan dukungan tim medis dari IAI, RSUMSA Bumiayu, UMP, dan lainnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, layanan psikososial juga diberikan kepada anak-anak, ibu-ibu, dan lansia guna membantu pemulihan kondisi emosional. Total, 425 jiwa mendapatkan layanan dapur umum dan 101 jiwa mendapat pendampingan psikososial.

BACA JUGA :  Karanganyar Jadi Tuan Rumah Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah 2025

“Pendampingan emosional dan spiritual sangat penting dalam situasi seperti ini,” ungkap Afghani Abduh R., relawan MDMC.

Kendati bantuan terus mengalir, kebutuhan pengungsi masih tinggi. Sejumlah kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi antara lain: baby kit, hygiene kit, pakaian dalam, family kit, school kit, kasur, drum plastik, material untuk tempat ibadah, medical kit, dan voucher belanja. “Kebutuhan logistik bayi menjadi prioritas karena banyak balita di lokasi pengungsian,” tambah relawan lainnya.

Dukungan juga datang dari berbagai pihak. Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma’mun Murod, bersama Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah Abdoel Malik Rizal, mengunjungi lokasi serta menyalurkan bantuan tunai. Sinergi Muhammadiyah dengan sejumlah lembaga dan organisasi juga terus diperkuat guna mempercepat evakuasi dan pemulihan layanan dasar warga.

Saat ini, status tanggap darurat masih berlangsung. Proses evaluasi, pendataan dampak lanjutan, dan pemulihan terus dilakukan bersama pemerintah desa, BPBD, dan mitra sosial lainnya.

Masyarakat yang ingin membantu dapat menghubungi kontak resmi MDMC Brebes:
Abdul Mumin: 0823-2504-8955
Afghani Abduh R.: 0823-2474-5198