Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru, Dua Warga Terjebak

Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru

WARTAMU.ID, Lumajang (Jawa Timur) – Banjir lahar Gunung Semeru, kembali menerjang wilayah Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Minggu 2 Januari 2022 Akibatnya, dua jembatan putus diterjang material vulkanik bercampur air, dan ratusan warga terisolir.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, meninjau langsung kondisi warganya, pasca diterjang lahar Gunung Semeru, Minggu malam. “Saya meminta warga yang bermukim di dekat jalur aliran lahar Gunung Semeru, sudah mengungsi ke tempat aman, lantaran dikhawatirkan akan terjadi banjir susulan,” ujar Thoriq.

Thorid menyebutkan, dari data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, dua jembatan yakni Jembatan Jugosari, di Kecamatan Candipuro, dan Jembatan Gondoruso di Kecamatan Pasirian, rusak dan dipenuhi material vulkanik.

“Hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Lumajang, sepanjang hari Minggu (2/1/2022), sehingga memicu banjir lahar dari puncak Gunung Semeru. Kondisi material vulkanik juga masih banyak menumpuk di wilayah atas. Warga kami minta mengungsi ke tempat yang lebih aman,” tegasnya.

Hingga kini, BPBD Kabupaten Lumajang belum menerima laporan korban hilang atau korban jiwa akibat banjir lahar Gunung Semeru tersebut. Pemkab Lumajang, langsung menyiapkan tempat pengungsian darurat untuk warga yang bermukim di sepanjang jalur aliran lahar.

Dua Warga Terjebak

Dua warga Desa Bades dikabarkan terjebak banjir lahar dingin Gunung Semeru di daerah pertambangan Rotary Screen, Desa Gondoruso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Ahad (2/1). Petugas masih berupaya melakukan evakuasi dua warga yang diketahui bernama Buang (50) dan Suara (65).

“Ada dua orang bersama kerbaunya yang merupakan warga Desa Bades, Kecamatan Pasirian terjebak lahar dingin Semeru dan kondisi mereka sehat,” kata Komandan Kodim 0821 Lumajang Letkol Inf Andi A. Wibowo.

Andi mengatakan, petugas masih berusaha mengevakuasi dua warga bersama empat ekor ternaknya yang terjebak di aliran lahar dingin Gunung Semeru hingga Ahad malam.

Sementara Danramil Pasirian Kapten Arm Ony Arianto dalam video yang dikirimkan ke sejumlah wartawan pada Ahad malam mengatakan pihaknya bersama bhabinsa dan relawan berada di aliran Sungai Regoyo di Desa Bades, Kecamatan Pasirian.

“Kami berusaha mengevakuasi dua warga Desa Bades yang berada di seberang sungai yang dilalui lahar dingin Gunung Semeru, namun arus masih cukup deras,” katanya.

Menurutnya petugas juga mempertimbangkan faktor keselamatan relawan yang akan mengevakuasi dua warga Desa Bades tersebut karena posisinya sangat curam dan mengkhawatirkan. “Arus sungai yang dilalui lahar dingin masih cukup deras, sehingga kami akan melihat situasi terlebih dahulu untuk mengevakuasi, namun dipastikan kondisi kedua warga baik-baik saja di seberang sungai,” ujarnya.

Sejumlah perlengkapan untuk mengevakuasi sudah dipersiapkan dengan baik dan keamanan relawan dalam penyelamatan tersebut juga dipertimbangkan dengan matang, sehingga petugas menunggu debit arus sungai yang dilalui lahar dingin Semeru tidak terlalu deras.

Sementara berdasarkan data BPBD Lumajang, pada lokasi tambang rotary terpantau secara visual dua alat berat terjebak dalam aliran lahar dingin Gunung Semeru, namun menurut warga setempat operator berhasil melakukan evakuasi untuk menyelamatkan diri dari terjangan banjir lahar dingin.

Banjir lahar dingin membawa material panas dan lumpur yang hanyut bersama aliran sungai yang mengarah ke aliran Sungai Besuk Kobokan dan Besuk Lekong yang mana alirannya menuju Kecamatan Candipuro, aliran besuk Bang dan besuk Kembar menuju Kecamatan Pronojiwo.

Masyarakat juga diminta mewaspadai jebolnya tanggul sudetan di Dusun Kamar Kajang yang berdampak material panas bercampur air merendam Dusun Kamar Kajang, Dusun Bondeli, serta Dusun Kampung Renteng di Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. (Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *