WARTAMU.ID, Aceh Besar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Besar bekerja sama dengan UNICEF Aceh mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas untuk tenaga kesehatan dan kader melalui pendekatan Komunikasi Antar Pribadi (KAP). Kegiatan yang digelar pada Rabu di Aula Dinas Pendidikan Cabang Banda Aceh dan Aceh Besar ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan komunikasi tenaga kesehatan dan kader puskesmas dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi di wilayah tersebut. (13/11)
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar, perwakilan UNICEF Aceh, Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat dan Pengembangan Masyarakat (LP4M) Universitas Muhammadiyah Aceh, Direktur SEHAI, Penanggung Jawab Imunisasi Kabupaten Aceh Besar, serta perwakilan dari 12 puskesmas di Kabupaten Aceh Besar.
Andi Yoga Tama, Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Aceh, melalui sambutan yang diwakili oleh staf perubahan perilaku sosial UNICEF, menekankan pentingnya imunisasi sebagai intervensi kesehatan yang paling efektif untuk melindungi anak-anak dari penyakit menular. “Tantangan dalam meningkatkan cakupan imunisasi di Aceh masih sangat kompleks,” ujarnya. Andi menyoroti berbagai faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan imunisasi di Aceh, seperti kekhawatiran masyarakat terkait bahan vaksin, isu halal-haram, serta informasi yang tidak akurat yang beredar di masyarakat.
Andi berharap pelatihan ini dapat menjadi strategi untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan kader, agar mereka mampu berkomunikasi lebih efektif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. “Kami ingin mereka bisa menyampaikan informasi yang benar kepada orang tua maupun wali anak-anak, terutama terkait empat pesan utama imunisasi: manfaatnya, jadwalnya, jenis vaksinnya, dan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Besar, Neli Ulfiati, SKM, MPH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan ini. “Kegiatan ini adalah momen penting dan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk melindungi kesehatan anak-anak di Aceh,” ucap Neli. Ia juga menekankan bahwa komunikasi yang menarik dan efektif adalah kunci untuk menjalin kepercayaan masyarakat. “Komunikasi yang baik akan membuat masyarakat lebih mudah menerima pesan yang kita sampaikan,” ujarnya. Neli berharap tenaga kesehatan dan kader dapat menjadi panutan serta membantu menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat di sekitarnya.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan komunikasi mereka dalam menyampaikan informasi terkait imunisasi, sehingga mampu menjawab tantangan rendahnya cakupan imunisasi di Aceh.












