WARTAMU.ID, Jakarta, 17 Juni 2025 — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, terpilih sebagai Tokoh Perbukuan Islam 2025 oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta dalam rangkaian agenda Islamic Book Fair Award 2025. Penghargaan bergengsi ini rencananya akan diserahkan secara langsung pada Rabu, 18 Juni 2025 di Panggung Utama 23rd Islamic Book Fair 2025 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Penetapan Haedar Nashir sebagai tokoh perbukuan Islam tahun ini dinilai sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya dalam menjadikan literasi sebagai bagian tak terpisahkan dari gerakan dakwah dan tajdid Muhammadiyah, organisasi Islam modernis terbesar yang telah berdiri sejak 1912. Selama memimpin Muhammadiyah, Haedar secara konsisten menekankan pentingnya pendekatan ilmiah, reflektif, dan humanistik dalam mengembangkan tradisi baca-tulis dan penguatan budaya intelektual di lingkungan umat Islam.
Dalam berbagai kesempatan, Haedar kerap menyuarakan bahwa literasi bukan sekadar soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menyangkut kemampuan mengolah informasi, menganalisis pengetahuan, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari secara cerdas, berbudaya, dan bermakna. Menurutnya, literasi adalah fondasi penting dalam membangun peradaban bangsa.
“Tiada detak jantung tanpa denyut literasi, dan janganlah sia-siakan sedetik waktu berlalu tanpa kesadaran literasi!” ujar Haedar penuh semangat dalam salah satu pidatonya yang menginspirasi banyak kalangan.
Haedar juga percaya bahwa kemajuan Indonesia akan ditentukan oleh sejauh mana budaya literasi dapat tumbuh sebagai kebiasaan kolektif masyarakat, yang bukan hanya mengandalkan pendidikan formal, tetapi juga didorong dari keluarga, komunitas, hingga organisasi masyarakat sipil.
Tak hanya dikenal sebagai pemimpin organisasi besar, Guru Besar Ilmu Sosiologi ini juga merupakan sosok intelektual produktif yang telah menulis puluhan buku dan lebih dari 500 tulisan bingkai di Majalah Suara Muhammadiyah (SM) serta berbagai media nasional. Rekam jejaknya dalam mengangkat isu-isu kebangsaan, keummatan, dan kemanusiaan melalui tulisan turut memperkuat alasannya layak menerima penghargaan ini.
Sebelum penghargaan Islamic Book Fair Award 2025, Haedar Nashir telah menerima berbagai anugerah bergengsi, antara lain Anugerah Hamengku Buwono IX Award (2024), Anggota Kehormatan Ikatan Sosiologi Indonesia (2024), Lifetime Achievement Award dari Hospital Management Asia Awards (2024), serta Anugerah Khas Tokoh Pendidikan Keusahawanan dari Universiti Malaysia Kelantan (2025).
Dengan penghargaan ini, Haedar Nashir kembali menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam dunia keislaman haruslah berpijak pada kekuatan literasi, serta kesadaran bahwa kemajuan umat tak mungkin tercapai tanpa tradisi berpikir, menulis, dan membaca yang kokoh.












