Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

KKN UMRI Kelompok 41 Tegaskan Kesehatan Masyarakat Bukan Sekadar Program: Hadir Bersama Posyandu Rosella di Kampung Kemuning Muda

 

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

KEMUNING MUDA, 11 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 41 kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kampung Kemuning Muda. Pada Selasa, 11 Agustus 2026, mahasiswa KKN turut terlibat dalam kegiatan Posyandu Rosella yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus membangun kesadaran bahwa kesehatan bukan persoalan yang hanya menjadi tanggung jawab tenaga medis, pemerintah, maupun kader Posyandu. Kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

 

Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 41 terlibat langsung dalam membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu, mendukung proses pemeriksaan kesehatan, mendampingi masyarakat, serta membantu memastikan rangkaian pelayanan berjalan tertib dan lancar.

 

Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa keberadaan pelayanan kesehatan yang dekat dengan lingkungan warga memiliki arti penting. Posyandu menjadi ruang pertemuan antara pelayanan kesehatan, edukasi, pencegahan, dan kepedulian sosial yang harus terus diperkuat.

 

Lamhot: KKN Bukan Sekadar Datang, Foto, Lalu Pulang

 

Ketua KKN UMRI Kelompok 41 Kampung Kemuning Muda, Lamhot Gabriel Nainggolan, menyampaikan penegasan bahwa mahasiswa yang melaksanakan KKN harus mampu keluar dari pola pengabdian yang hanya berorientasi pada formalitas dan dokumentasi.

 

«“KKN bukan sekadar datang ke desa, menjalankan beberapa kegiatan, mengambil dokumentasi, lalu pulang. Bagi kami, KKN harus meninggalkan manfaat dan pengalaman yang nyata bagi masyarakat. Kalau masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan, maka mahasiswa harus hadir membantu. Kalau masyarakat membutuhkan edukasi, mahasiswa harus mengambil peran. Pengabdian tidak boleh berhenti pada seremoni,” tegas Lamhot.»

BACA JUGA :  Tanamkan Karakter Religius, Ajak Siswa Bayar Zakat di Sekolah

 

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu merupakan bentuk nyata dari semangat pengabdian yang menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dari setiap program.

 

«“Kami ingin menegaskan bahwa masyarakat bukan objek dari program KKN. Masyarakat adalah mitra. Karena itu, setiap kegiatan harus dibangun melalui kebersamaan, bukan sekadar menjalankan agenda mahasiswa. Kami datang untuk belajar dari masyarakat sekaligus memberikan apa yang bisa kami kontribusikan,” ujarnya.»

 

Lamhot juga menekankan bahwa persoalan kesehatan tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya, upaya pencegahan dan pemeriksaan kesehatan secara rutin jauh lebih penting daripada menunggu masyarakat mengalami kondisi yang lebih serius.

 

«“Jangan menunggu sakit baru peduli kesehatan. Jangan menunggu persoalan menjadi besar baru kita bergerak. Posyandu harus terus diperkuat sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Pemeriksaan sederhana sekalipun bisa menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini,” katanya.»

 

Ia berharap kegiatan Posyandu Rosella dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari masyarakat maupun berbagai pihak.

 

«“Kami berharap Posyandu Rosella tidak hanya menjadi tempat pelayanan rutin, tetapi menjadi pusat tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan. Pemerintah, kader, mahasiswa, pemuda, dan masyarakat harus bergerak bersama. Karena masyarakat yang sehat adalah fondasi bagi desa yang kuat dan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.»

 

Kegiatan Posyandu dan cek kesehatan gratis tersebut berlangsung dengan tertib serta mendapat antusiasme dari masyarakat. Kehadiran KKN UMRI Kelompok 41 diharapkan dapat memperkuat sinergi antara mahasiswa dan masyarakat sekaligus menjadi bukti bahwa pengabdian perguruan tinggi dapat hadir melalui tindakan sederhana yang memberikan dampak langsung.

 

Bagi KKN UMRI Kelompok 41, pengabdian bukan tentang seberapa banyak program yang dilaksanakan, tetapi seberapa jauh keberadaan mahasiswa mampu memberikan manfaat dan meninggalkan nilai yang tetap hidup di tengah masyarakat.