WARTAMU.ID, Ragam – Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Dalam ajaran Islam, malam ini dianggap sebagai malam yang paling diberkahi dalam setahun. Mengingat keistimewaannya tersebut, barangsiapa yang melewatkannya tentu telah meninggalkan banyak sekali kebaikan.
Banyak ulama dan cendekiawan muslim menegaskan pentingnya mengisi malam Lailatul Qadar dengan amal ibadah dan ketaatan. Menyia-nyiakan waktu pada malam yang berharga ini dianggap sebagai tindakan yang tidak bijaksana, mengingat potensi besar untuk mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.
Secara teknis, malam Lailatul Qadar dimulai pada saat Maghrib. Oleh karena itu, sangat penting bagi seorang mukmin untuk memperhatikan bagaimana waktu dihabiskan sejak saat itu dan seterusnya. Jika seseorang ingin menaati Tuhannya dan memperbanyak amal shaleh, maka malam ini harus diisi dengan ibadah dan ketaatan.
Dalam hadis-hadis yang diriwayatkan, Nabi Muhammad SAW memerintahkan umatnya untuk berdoa dengan menggunakan nama Ilahi al-‘Afuww (Yang Maha Pengampun) pada malam Lailatul Qadar. Doa khusus yang diajarkan adalah:
“اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي”
(Ya Allah! Engkau Maha Pengampun, dan Engkau suka mengampuni. Jadi maafkanlah aku.)
Dalam konteks linguistik, nama Ilahi al-‘Afuww (Yang Maha Pengampun) memiliki konotasi penghapusan dan pemindahan kesalahan. Doa-doa kita pada malam ini secara eksplisit terkait dengan permohonan kepada Allah SWT untuk menghapus konsekuensi dari kesalahan yang telah kita lakukan.
Al-Qur’an menjelaskan bahwa ‘afuw (pengampunan) Allah melindungi kita dari bencana yang ditakdirkan sebagai akibat dari dosa-dosa kita. Allah berfirman:
“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura: 30)
Dalam hadis, disebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah momen terhapusnya dosa-dosa yang telah lalu bagi mereka yang beriman dan berharap pada ampunan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang beribadah pada Lailatul Qadar atas dasar iman dan mengharap Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadan atas dasar iman dan mengharap Allah, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Al-Bukhari)
Maka, ketetapan pada malam Lailatul Qadar bisa menjadi jalan terhapusnya dosa-dosa kita. Pada malam ini, kita memiliki kesempatan eksklusif untuk memohon ampunan al-‘Afuww agar dosa-dosa kita dihapuskan oleh rahmat-Nya. Dengan mengisi malam ini dengan ibadah dan doa, kita mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan berkah yang tak ternilai.












