DAERAH  

Praktik Mengkafani dan Menyolatkan Jenazah MTs Guppi Natar

Oleh : Juharia, S.Ag. M.Pd.I

Praktik Mengkafani dan Menyolatkan Jenazah MTs Guppi Natar

WARTAMU.ID, Suara Pembaca – Setiap orang yang bernyawa pasti akan mati. Selain mempersiapkan bekal untuk diri sendiri, kita juga harus siap apabila orang-orang yang ada di sekitar kita satu per satu berpulang ke Rahmatullah. Oleh karena itu,sudah lah barang tentu kurikulum memasukan materi mengurus jenazah ini sangatlah tepat oleh karenanya saya selaku guru fikih harus betul betul dapat mengajarkan cara mengafani jenazah ini kepada murid saya dengan cara praktik langsung dengan media boneka yang sudah tersedia. Maka  praktik kali ini di lalukan secara serentak yang diikuti langsung oleh siswa siswi kelas IX  yang berjumlah 171 siswa di Masjid Arahman MTs  Guppi Natar.

Praktik Mengkafani dan Menyolatkan Jenazah MTs Guppi Natar

Setelah mengafani saya pun mengajak siswa siswi untuk praktik menyolatkan jenazah tentu saja dalam hal ini sudah melibatkan anak yang banyak  tentu saya mengajak guru sebagai tim untuk membantu praktik ini yaitu Bpk Hamim,S.Pd.I sekaligus selaku kepala madrasah Guppi Natar .

Untuk itu dua pokok materi ajar saya mengafani dan menyolatkan

Mengurus jenazah adalah suatu kewajiban bagi umat muslim, termasuk memandikan dan mengkafaninya. Dalam merawat jenazah, ada berbagai tata cara yang perlu diperhatikan agar sesuai dengan perintah Islam.

Secara istilah, mengkafani jenazah adalah proses membungkus orang yang telah dinyatakan meninggal dunia dengan selembar kain atau lebih, yakni pakai kain kafan. Kain kafan sendiri adalah kain putih polos tanpa jahitan yang digunakan untuk membungkus jenazah

mengurus  jenazah adalah sebuah kewajiban yang hukumnya fardu kifayah.

Artinya, ketika seorang Muslim wafat, wajib bagi Muslim lainnya untuk mengurus jenazahnya. Jika salah satu di antara mereka telah melaksanakannya, maka kewajiban bagi yang lain gugur dan mereka tidak berdosa. Kewajiban tersebut di antaranya:

Memandikan

Mengafani

Menyolatkan

Menguburkan

Manusia merupakan makhluk hidup yang dimuliakan dan diberkahi akal pikiran oleh Allah SWT. Maka, proses pengurusan jenazah harus dilakukan karena orang mati berhak mendapatkan perlakuan yang baik.

Salah satu syariat yang harus dipenuhi adalah mengkafani jenazah, dan setiap muslim harus tahu cara melaksanakannya. Bagaimana cara mengkafani jenazah? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan berikut.

Mengafani adalah membungkusnya secara rapat (kecuali untuk kasus jenazah tertentu) dengan kain kafan. Tidak ada teknis khusus yang menjadi pakem dalam mengkafani jenazah.  Bahkan kalau hanya untuk melaksanakan kewajiban kifayah ini, menutupkan kain kafan pada auratnya saja itu sudah dikatakan sah. Meskipun hanya dengan sehelai kain. Minimal inilah pandangan salah satu madzhab fiqih yaitu madzhab syafi’i.

Praktik Mengkafani dan Menyolatkan Jenazah MTs Guppi Natar

Argumentasi ulama syafi’iyyah adalah Rasulullah SAW pernah memerintahkan para shahabat untuk menutupi kekurangan kain kafan Mush’ab ibn ‘Umair yang cuma sehelai itu, hanya dengan rumput. Namun dalam rangka memuliakan jenazah, tentu jika memang memungkinkan perlu melakukan dengan cara yang sesempurna mungkin. Sebagaimana sabda nabi, “maka hendaklah ia mengkafaninya dengan baik”.

Berikut Cara Mengkafani Jenazah yang baik:

1. Afdhalnya jumlah kain kafan adalah 3 lapis bagi laki-laki dan 5 lapis bagi perempuan. 2. Warna terbaik adalah putih dan diberi wewangian. 3. Sebaiknya jumlah kafan lebih dari satu helai dalam jumlah ganjil. Berasal dari bahan yang bagus namun tidak terlalu mewah adalah sunnah dalam mengkafani mayit. 4. Bagi jenazah yang syahid, cukup dikafani dengan kain yang menempel pada saat dia meninggal dengan segala darahnya sekalipun. Adapun jika dia mengenakan pakaian besi atau kulit, maka sebaiknya ditanggalkan. 5. Biaya pembelian kain kafan diambilkan dari harta almarhum atau jenazah sebelum pembagian waris.

Berikut doa mengafani jenazah

اللَّهُمَّ طَهِّرْهُ كَمَا طَهَرَ هَذَا الدُفْنُ وَ أَلْبِسْهُ بِلِبَاسِ التَقَوى, وَجَمِّلْهُ بِدُفَانٍ مَا دَفَنْتُ إِلَيْهِ

Allohumma thohhirhu kama thoharo hazad dufnu wa albishu bi libasit taqwa wa jammilhu bi dufanin ma dafantu ilaihi.

Artinya: “Ya Allah, sucikanlah jenazah ini dari dosa sebagaimana sucinya kain kafan ini, dan berilah ia pakaian dengan pakaian taqwa, dan indahkan dia dengan pakaian yang aku pakaikan kepadanya

Praktik Mengkafani dan Menyolatkan Jenazah MTs Guppi Natar

MENYOLATKAN JENAZAH

Rukun sholat jenazah

  1. Niat.
  2. Empat takbir dengan takbiratul ihram.
  3. Membaca surat Al-Fatihah setelah takbir yang pertama.
  4. Shalawat kepada Rasulullah SAW.
  5. Doa untuk mayit setelah takbir ketiga.
  6. Salam.
  7. Berdiri.

Tata cara salat jenazah

  1. Niat, Bacaan niat berbeda untuk jenazah laki-laki dan perempuan. Untuk jenazah perempuan, bacaan berada dalam tanda kurung  ussali hazal mayyiti arbaa takbiratin  fardul kifayati makmuman lilahitaala.  Perempuan niatnya ussali ala hazihil mayitati arbaa takbiratin fardol kifayati makmuman lilahitaala.
  2. Berdiri menghadap kiblat kemudian takbiratul ikhram pertama, dengan tangan bersedekap
  3. Membaca surat Al Fatihah tanpa surat lain. Salat jenazah tidak sah tanpa membaca surat Al Fatihah
  4. Takbir kedua yang dilanjutkan membaca sholawat nabi Misalnya Allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala aliji sayyidina muhammaad
  5. Melakukan takbir ketiga lalu membaca doa bagi mayat bacaan untuk jenazah perempuan berada dalam tanda kurung

ALLAAHUMMAGHFIR LAHU (LAHAA) WARHAMHU (HA) WA’AAFIHI (HA) WA’FU ‘ANHU (HA) WAKRIM NUZUULAHU (HA) WAWASSI’ MADKHALAHU (HA) WAGHSILHU (HA) BIL MAA I WATS TSALJI WALBARADI WANAQQIHI (HA) MINAL KHATHAAYAA KAMAA YUNAOOATS TSAUBUL ABYADLU MINAD DANASI WABDILHU (HA) DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHH (HA) WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI (HA)  AZAUJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI (HA) WAQIHI (HA) FIT – NATAL OABRI WA’ADZAABAN NAAR

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau suami/istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), suami yang lebih baik daripada suaminya, dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”

6. Takbir keempat lalu membaca doa berikut
Bacaan untuk jenazah perempuan berada dalam tanda kurung
Allahumma laa tahrimnaa ajrahu(ha) walaa taftinna badahu(ha) waghfirlanaa walahu(ha)

  1. Salam dengan menolehkan wajah ke kanan lebih dulu.
    assalamualaikum wr.wb slam pertama dan kedua untuk menyempurnakan

Syarat salat jenazah

  1. Menutup aurat, suci badan dan pakaian, menghadap kiblat
  2. Mayat sudah dimandikan dan dikafani
  3. Letak mayat di arah kiblat orang yang mensholatkan. Untuk mengetahui posisi imam jika jenazahnya laki laki maka imam  berdiri  dekat kepala jenazah jika jenazah perempuan di dekat perut jenazah.

Oleh : Juharia,S.Ag,M.Pd.I
Guru Fikih MTs Guppi Natar Lampung Selatan

Artikel ini merupakan kiriman pembaca wartamu.id. (Terimakasih – Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *