PW IPM Provinsi Lampung Gelar Up-Grading dan Mabit

Up-Grading dan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) PW IPM Provinsi Lampung

WARTAMU.ID, Lampung – Agenda Up-Grading dan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT), diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Provinsi Lampung (PW IPM Provinsi Lampung) pada 09 – 10 April 2022 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Wilayah Provinsi Lampung atau Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung di jalan Tendean Nomor 7 Kota Bandarlampung.

Up-Grading dan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) PW IPM Provinsi Lampung

Agenda ini dihadiri oleh 33 peserta yaitu Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Pimpinan Daerah IPM dari 10 Kabupaten dan Kota di provinsi Lampung. Sambutan diawali oleh sekretaris umum PW IPM Provinsi Lampung, Ipmawan Abdul Aziz Al-Faruq yang terlebih dahulu menyampaikan ucapan maaf bahwa dirinya menggantikan Ketua Umum PW IPM Provinsi Lampung, Ipmawan Salman Rifqi Saputra, tengah dalam perjalanan menuju lokasi. Beliau menyampaikan bahwa Agenda yang diselenggarakan selama 2 hari 1 malam dengan materi utama pengelolaan administrasi sekretariat dan keuangan kemudian pemadatan materi keprotokelaran, dilanjutkan dengan kajian Ramadhan dan tadarus al-qur’an serta sholat tahajud juga sahur bersama. Lalu, materi terakhir ialah analisis kebutuhan setiap pimpinan guna memudahkan penyusunan program kerja.

Abdul aziz juga menyampaikan bahwa Agenda ini merupakan bagian dari Agenda Kolaborasi PW IPM Provinsi Lampung bersama LAZISMU Lampung selama bulan Ramadhan, yaitu Gebyar Ramadhan Tendean 07 – 1443 H.

Up-Grading dan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) PW IPM Provinsi Lampung

Adapun agenda Gebyar Ramadhan berupa Bazar Ramadhan, Buka Bersama Angkatan Muda Muhammadiyah, Kajian Tarjih Ramadhan dan MABIT.

Drs. Ahmad Syukri, M. M selaku wakil ketua PW Muhammadiyah Lampung menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas Pelajar Muhammadiyah dalam yuridiksi PW Muhammadiyah Lampung harus terus diperkuat. Beliau membandingkan bagaimana proses peningkatan kapasitas yang lebih mudah ketimbang dirinya dahulu yang cukup sulit karena teknologi telekomunikasi dan infrastruktur yang dimiliki Muhammadiyah masih minim, maka dengan banyaknya infrastruktur Muhammadiyah yang saat ini jauh lebih baik daripada 20-30 tahun yang lalu seharusnya memudahkan upaya peningkatan kapasitas individual dari pimpinan-pimpinan dan melahirkan generasi yang menopang dakwah keumatan dan juga kebangsaan. (Sutan Yunus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *