RAGAM  

Ragom Gawi Pemimpin IPM Lampung

Logo Musywil XXI IPM Lampung

WARTAMU.ID – Berganti itu pasti, siapa yang mengganti itu soal pilihan. Ungkapan itu sekira pas dan pantas dalam organisasi  yang pada saat akan ada pergantian kepemimpinan.  Organisasi manapun  pastinya ada ketetapan mutlak dalam melakukan perubahan struktur, sehingga organisasi itu tetap jalan sesuai dengan Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga yang telah ditetapkan. Pergantian kepemimpinan biasa dilakukan dalam forum musyawarah, tempat tertinggi dalam menentukan siapa nahkoda dari kepemimpinan organisasi tersebut.

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), adalah organisasi pelajar yang secara strutur vertical ada dari piminan ranting (sekolah) sampai pada pimpinan pusat (Negara). Semua ini pasti akan mengalami pergantian kepemimpinan dan itu sebuah keniscayaan dalam periode kepemimpinan. Begitupun Pimpinan Wilayah (PW) IPM Lampung yang sedang melangsungkan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke 21 di Kalianda. Agenda utamanya adalah  memberi ruang kepemimpinan baru. Disinilah sebenarnya kader-kader terbaik  IPM Lampung tampil, untuk memberikan karya nyata dan  kontribusi pemikiran terhadap gerakan IPM Lampung.

Ruang baru dalam kepemimpinan itu sudah pasti akan diisi oleh mereka yang secara perkaderan layak, pengalaman, mumpuni secara emosional, bisa bergerak bersama tim dan jelasnya merupakan kader organik IPM. Dipastikan juga akan terjadi gesekan dalam berkompetisi  dalam merebutnya, hal itu merupakan sebuah kepastian dan pembelajaran.

Tantangan besar untuk kepemimpinan IPM kedepan dengan suasana dan persaingan sekolah-sekolah Muhammadiyah dengan sekolah di luar Muhammadiyah. Tentunya, IPM sebagai wakil persyarikatan sebagai organisasi kader juga bertanggung jawab untuk menjawab persaingan tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara  melahirkan kader  yang kualitas dengan cara melakukan perkaderan rutin, terukur dan terkontrol. Serta juga IPM melekukan pembinaan lainnya, sehingga akan hadir pelajar yang unggul, cakap dan mampu berdaya saing. Baik secara keilmuan maupun keagamaan. Oleh karenanya, sangat penting untuk menentukan kepemimpinan  IPM Lampung kedepan.

Tiga pilar pemimpin IPM Lampung

Setidaknya IPM Lampung, untuk satu periode kepedapan harus dipimpin oleh: Pertama, kader organik IPM. Artinya bahwa perkaderan untuk seorang ketua adalah mereka yang pernah dan lulus dalam perkaderan tingkat wilayah Taruna  Melati 3 (Kader Madya). Itu suatu keharusan karena ketua adalah contoh utama dari perkaderan. Selain itu juga ketua IPM adalah kader yang bukan saja mengantur organisasi, tapi dia adalah seorang yang harus mampu memahami proses perkaderan dalam IPM khususnya dan Muhammadiyah pada umumnya. Hingga secara eksistensi IPM akan  terjaga.

Maka seorang ketua umum adalah seorang kader. Maka dia memahami bahwa IPM adalah organisasi otonom Muhammadiyah. Sehingga sadar bahwa dengan kewajiban seorang kader membawa IPM, merupakan gerakan Islam, dakwah amar makruf nahi mungkar  di kalangan pelajar, beraqidah Islam dan bersumber kepada Al Qur’an dan  Al Sunnah. Dari sinilah penting kader organak IPM untuk menjadi nahkoda IPM Lampung kedepan .

Kedua, Mumpuni dalam KeIslaman. Pemahaman Islam sangat dibutuhkan oleh seorang ketua umum setiap tingkatan. Apalagi ini ditingakat Propinsi pemahaman ke Islaman sangan penting, karena sudah dipastikan akan diminta untuk menjadi imam sholat Jamaah, mengsi kajian dan pengajian, kultum singkat dan khutbah baik itu Jum’at maupun sholat Id. Maka ketua umum kedepan juga setidaknya memiliki bacaan dan pemahaman terhadap  Al Qur’an yang baik dan juga mampu membaca hadist.  Selain itu juga perlu dipahami bahwa IPM adalah organisasi berasakan Islam, walaupun tidak akan terlepas dari nilai-nilai Pancasila dan dasar negara lainnya.

Dengan tujuan yang kental dengan nilai-nilai keIslaman, “Terbentuknya pelajar Muslim  yang berilmu, berakhlaq mulia, dan terampil dalam rangka mengakkan dalam menjunjung tinggi agama Islam, sehingg terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”.  Dari tujuan ini tentunya membutuhkan seorang pemimpin yang secara keilmuan Islam mumpuni serta mampu diterjamahkan dalam gerakan IPM di Lampung khususnya.

Ketiga, Unggul dalam keilmuan. Sebagaia gerakan yang bebasis pelajar sudah pasti IPM wilayah Lampung harus dipimpin oleh seorang kader secara pendidikan pantut dibanggakan. Sehingga akan melahirkan narasi dan pemikiran yang dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan dan memiliki tolak ukur jelas. Selain itu secara dengan ilmu ini maka seorang ketua akan mengerti dengan jelas pendidikan baik itu pendidikan umum terlebih lagi pendidikan Muhammadiyah. Pisau analisis seorang ketua umum pastilah akan menentukan sikap serta kebijakan organisasi selanjutnya, menyangkut gerak langkan organisasi.

Nuun Wal Qolami Wamaa Yasthuruun (demi pena dan apa yang dituliskannya). Ini adalah ungkapan yang disebut dengan semboyan atau motto IPM. Sering di sampaikan dalam menutup pembicaraan serta satu hal yang dibanggakan.  Tentunya IPM lampung juga kedepan harus memiliki seorang pemimpinan yang keilmuannya baik. Secara literasi baik membaca dan menulis tidak lagi diragukan.  Dari sinilah  seorang pemimpin bisa juga meninggalkan  karyanya dalam bentuk tulisan.  Maka seorang pemimpinan harus hadir di ruang keilmuan dan diruang-ruang diskusi dengan kemampuna narasi dan retorikan yang biak sehingga pantas untuk didengar serta pantas untuk dibaca.

Dari tiga pilar kepemimpinan tersebut menafsirkan bagaiman  Ragom Gawi kepemipinan IPM Lampung kepan. Gerak kepemimpinan profetik yaitu Integritas, Tras Worty, Communikative and Competency. Sehingga perahu besar PW IPM Lampung akan terisi oleh kader IPM yang memiliki baisis visi yang berladasakan keIslaman, keilmuan serta gerakan ikatan berkemajuan.  Ingatlah IPM pemilik besar saham di sekolah-sekolah Muhammadiyah serta memiliki potensi untuk mengembangkannya. IPM Jaya.

Hasbullah
Dosen UMPRI/ Founder Tadarus Kehidupan

Artikel ini merupakan kiriman pembaca wartamu.id. (Terimakasih – Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *