WARTAMU.ID, Dompu (NTB) – Unjuk rasa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kab. Dompu menyampaikan aspirasinya, digedung DPRD Kab Dompu, berlangsung damai dan tertib, pada Senin, 11/4/2022
Mahasiswa menyampaikan berbagai isu Nasional seperti rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang dinilai kebijakan tersebut tidak pro-rakyat, menolak penundaan Pemilu 2024, menolak perpanjangan masa jabatan Presiden, menolak kenaikan harga bahan pokok, bahan bakar minyak, dan menolak pemindahan Ibu Kota Negara (IKN),
Ketua PC IMM dompu Moh Subhan mengatakan dalam orasinya bahwa, “Kami tidak akan mundur sebelum Ketua DPRD Kab Dompu hadir di sumber suara untuk memberikan pernyataan Sikap yang lebih tegas” ucap M.Subhan.

Disampaikan Ardi, selaku Kordinator Lapangan mengatakan bahwa adanya berbagai isu Nasional, pengunjuk rasa menuntut agar DPRD Kab Dompu cepat mengambil sikap terkait upaya mengubah konstitusi yang ada. “Walaupun ada klarifikasi oleh presiden beberapa waktu yang lalu tentang perpanjangan masa jabatan itu, tetapi kami menduga itu hanya alibi saja” tegas kordinator lapangan Immawan Ardi
Lebih lanjut ia pun menjelaskan mengenai konstitusi memaksimalkan masa jabatan presiden itu hanya dua periode. “Konstitusi secara jelas dan tegas mewajibkan presiden dua periode, jika ingin tiga periode maka jelas itu sudah melanggar konstitusi tersebut, kami menduga ada dukungan dari oligarki, maka rakyat tidak menginginkan presiden di tunggangi oleh siapapun” Kata Ardi saat Orasi.
Adapun tuntutan yang disampaikan oleh PC IMM Kab Dompu adalah menolak kepemimpinan Jokowi 3 periode, menolak penundaan pemilu, menolak kenaikan harga BBM dan Gas 3 Kg serta tuntutan lainnya. ujarnya Korlap
Moh.Subhan Ketua PC IMM Kab Dompu menegaskan, pihaknya menolak penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang membuka peluang kepemimpinan Presiden Jokowi selama 3 periode karena beberapa persoalan selama 2 periode ini.
“Kita menolak wacana penundaan Pemilu dan presiden 3 periode. Ada apa di balik wacana ini? Apakah parpol yang ada di parlemen saat ini tidak mampu berjuang? 2 periode saja sudah seperti ini, masa mau 3 periode,” ucapnya
Beberapa persoalan pada masa Jokowi menurutnya antara lain kelangkaan BBM yang menyebabkan lalu lintas terganggu dan kelangkaan sembako terutama minyak goreng, sembako, minyak goreng langka. Entah siapa dalang yang bermain di balik ini” sambung Moh.Subhan
Pihaknya mengharapkan DPRD Kab Dompu mendengarkan tuntutan-tuntutan yang menurutnya berasal dari rakyat tersebut, dan menyampaikannya ke pemerintah Pusat.
Moh.Subhan Ketua PC IMM kab Dompu menegaskan bahwa, “aksi dari IMM murni membawa kepentingan masyarakat. Menurutnya, aksi ini merupakan langkah awal sebelum gerakan-gerakan lainnya dengan tuntutan yang sama” kata Subhan
Ketua DPRD Kab Dompu ,Andi Bahtiar, “Gerakan yang ananda lakukan, sangat saya apresiasi. Sebelum kedatangan ananda , DPRD Kab Dompu telah mempersiapkan langkah langkah seperti yang ananda sampaikan,” ujarnya.

Ketua DPRD Kab Dompu Andi Bahtiar sepakat yang disampaikan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Se-Kab Dompu dengan mengatakan bahwa, “Saya bangga menerima aspirasi ananda-ananda, dari Masa aksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Se Kab Dompu serta menandatangani nota kesepakatan dan surat keputusan bersama
Apa yang menjadi kesepakatan tersebut akan di bawa ke DPR RI dan MPR RI, “Yang penting apa yang menjadi tuntutan anak anak IMM insya Allah kita sampaikan ke Pemerintah pusat maupun DPR RI dan MPR RI ,agar aspirasi Anak anak ku saya akan membawa ke Pusat ujar Ketua DPRD Kab Dompu” Kata Andi Bahtiar Ketua DPRD Kab Dompu
Adapun Tuntutan PC IMM yang dibacakan dihadapan Ketua DPRD Kab Dompu sebagai berikut:
1.Mendesak DPRD Kab Dompu segera berangkat ke Jakarta untuk menemui Ketua Ketua DPR RI /MPR RI terkait penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden dan wakil presiden karena di anggap mencederai marwah demokrasi dan UUD 1945.
2. Mendesak DPRD Kab Dompu mengeluarkan pernyataan sikap untuk sama-sama menolak perpanjangan masa jabatan Presiden
3.Mendesak Pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat terkait kelangkaan minyak goreng, sebab minyak goreng merupakan kebutuhan keseharian masyarakat pada umumnya.
4.Kami mendesak kepada pemerintah Dompu dan DPRD Kab Dompu agar segera melakukan konfirmasi kepada pemerintah pusat untuk menstabilkan BBM yang melonjak tinggi yang mencekik masyarakat kecil.
5.Dalam hal ini kami berharap kepada DPRD Kab.Dompu agar bisa memberikan pernyataan sikap kepada kami baik secara lisan maupun secara tertulis di hadapan masa aksi hari ini.
Aksi unjuk rasa ini pun berakhir dengan ditanda tanganinya surat perjanjian atas sikap penolakan tegas DPRD Kab Dompu terhadap penundaan pemilu tersebut.
Ketua PC IMM dompu Moh Subhan kami masa aksi dari seluruh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Se Kab Dompu mengatakan bahwa, “Kami sangat berterima kasih atas penyataan sikap Ketua DPRD Kab Dompu yang sepakat menolak dengan keras terkait kenaikan harga BBM dan Menolak Penundaan Pemilu 2024 maupun memindahkan Ibu Kota Negara .kami Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Se Kab Dompu yang hadir di sini berterima kasih kepada Ketua DPRD Kab Dompu yang telah menyatukan Pandangan dan gagasan maupun ide untuk menolak segala bentuk kebijakan pemerintah Pusat”












