RAGAM  

“SAPUSA” Bentuk Kepedulian Siswa Siswi Sdn Jatimulyo 1 Terhadap Lingkungan Hidup

Selasa Pungut Sampah atau SAPUSA merupakan kegiatan rutin siswa siswi SDN Jatimulyo 1 di hari Selasa

WARTAMU.ID, Malang – Selasa Pungut Sampah atau SAPUSA merupakan kegiatan rutin siswa siswi SDN Jatimulyo 1 di hari Selasa sepulang sekolah untuk memunguti sampah yang berserakan di lingkungan sekolahnya, mulai dari halaman sekolah hingga taman belakang sekolah. Di kondisi seperti ini, perhatian global ke permasalahan lingkungan hidup menjadi semakin penting. Perubahan iklim, kebakaran hutan, perubahan suhu dan cuaca yang ekstrim menjadi bukti nyata permasalahan lingkungan hidup yang semakin tak terkendali. Tentunya hal ini diakibatkan oleh perilaku manusia yang tiada henti berdampak pada lingkungan.

Semua pihak perlu menyadari pentingnya perhatian terhadap lingkungan hidup di era sekarang. Setiap manusia memiliki tanggung jawab dalam berperan aktif untuk menjaga kelestarian lingkungan. Langkah-langkah kecil seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memungut sampah, menanam pohon, mendukung produk ramah lingkungan, dan kegiatan lain yang dapat memberikan dampak positif yang besar bagi masa depan planet ini.

Selasa Pungut Sampah atau SAPUSA merupakan kegiatan rutin siswa siswi SDN Jatimulyo 1 di hari Selasa

SAPUSA sendiri merupakan bentuk praktik menjaga lingkungan hidup secara sederhana sejak dini. Secara bergiliran dan sesuai jadwal, setiap kelas mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan yang termasuk program kerja Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 50 yang bertemakan peduli lingkungan hidup ini dibentuk untuk menumbuhkan kesadaran akan kebersihan lingkungan dari sampah dan rasa peduli lingkungan hidup siswa siswi di sekolah dan di luar sekolah.

“Bagus, lanjutkan. Ini pertama kalinya program ini (SAPUSA) dilakukan oleh anak-anak. Anak-anak pada suka dan terlihat antusias semua” respon Kepala Sekolah SDN Jatimulyo 1, Ibu Nur Faidah, S.Pd., M.Si dengan antusias ketika kami mengadakan SAPUSA untuk pertama kalinya.

Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UMM tersebut dilakukan oleh Kelompok 50 Gelombang 8 PMM UMM Tahun 2023/2024 yang beranggotakan Kezhia Amirah Tsuroya Qhotrunnada, Emelly Princeston, Nur Ellyta, Fadiatul Maghfiroh, dan Aliefia Shafarahani. Bertempat di Kelurahan Jatimulyo dan SDN Jatimulyo 1, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Fadilla Muhammad Mahdi, S.E., M.Si memberikan arahan kepada kelompok ini. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang.

BACA JUGA :  10 Minuman Khas Nusantara yang Kaya Khasiat

Koordinator PMM, Kezhia Amirah berharap “Melalui program ini, semoga siswa siswi SDN Jatimulyo 1 menjadi lebih aware terhadap lingkungan sekitar mereka. Mereka jadi lebih gemar menjaga kebersihan lingkungan dan tumbuh menjadi pribadi yang sangat menjaga lingkungan hidup. Semoga dengan adanya program dan PMM ini, SDN Jatimulyo 1 yang sebelumnya telah menjadi Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota Malang dapat meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Jawa Timur yang selama ini diharapkan”.