Selangkah Maju di Atas Telunjuk yang Mulia: IPM Menempa Generasi Muda Bangsa”

Ashabul Kahfi (katan Pelajar Muhammadiyah Cab Makassar)

WARTAMU.ID, Humaniora – Di era modern yang penuh gejolak dan perubahan, peran pemuda dalam membangun bangsa menjadi kian krusial. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai organisasi pelajar Islam yang bernaung di bawah Muhammadiyah, memiliki tanggung jawab besar untuk menelurkan generasi muda yang tangguh dan berkarakter Islami. “Selangkah maju di atas telunjuk yang mulia” bukan sekadar slogan, melainkan sebuah komitmen IPM untuk mengantarkan para anggotanya menuju gerbang kemajuan. Telunjuk yang mulia itu adalah tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad SAW, yang menjadi pedoman bagi IPM dalam membina dan mengembangkan potensi para pelajar Muhammadiyah. Generasi IPM haruslah menjadi generasi yang unggul dalam berbagai bidang, baik spiritual, intelektual, maupun sosial. Mereka harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang agama Islam dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mereka juga harus memiliki pengetahuan yang luas tentang berbagai bidang, seperti sains, teknologi, dan sosial kemasyarakatan.

IPM menanamkan nilai-nilai luhur Islam dalam jiwa para kadernya, seperti akhlak mulia, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat juang. Nilai-nilai ini menjadi fondasi bagi mereka untuk menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. IPM juga mendorong para anggotanya untuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Mereka diajarkan untuk peduli terhadap sesama dan berani menyuarakan nilai-nilai kebenaran. Dengan demikian, IPM melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berilmu, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan semangat untuk membangun bangsa. Peran IPM dalam membangun bangsa tidak hanya terbatas pada pembinaan internal. IPM juga aktif berkontribusi dalam berbagai isu nasional dan global. IPM menyuarakan aspirasi para pelajar dan memperjuangkan hak-hak mereka. IPM juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti membantu korban bencana alam dan memberikan edukasi kepada masyarakat yang kurang mampu.

Meskipun dalam tujuan IPM itu sendiri, tidak selama nya perjalanan dalam membentuk kader IPM berjalan mulus, terdapat tantangan di era modern, seperti pergeseran paradigma kader IPM. Pergeseran ini membawa dampak negatif bagi organisasi. Pertama, IPM kehilangan fokusnya dalam membina dan mengembangkan generasi muda. Organisasi yang seharusnya menjadi wadah untuk belajar dan berlatih kepemimpinan, kini berubah menjadi arena politik praktis dan perebutan kekuasaan. Kedua, di era modern sekarang memungkinkan bagi IPM kehilangan kredibilitasnya di mata masyarakat.

Masyarakat melihat IPM sebagai organisasi yang tidak lagi fokus pada tujuan mulianya, tetapi hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok. Hal ini tentu saja dapat akan merusak citra IPM dan menghambat perkembangan organisasi di masa depan. Ketiga, IPM masih berusaha untuk mengoptimalkan dalam melahirkan kader-kader pemimpin yang berkualitas. Para kader IPM yang terjebak dalam politik praktis dan perebutan kekuasaan tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri dan belajar menjadi pemimpin yang handal. Begitupun denan dampak dari media sosial zaman sekarang yang berdampak pada psikis para pelajar dan tenggelam dalam lautan kenyamanan. Dalam mengatasi problematika ini, hal yang dapat dilakukan sebagai kader IPM yaitu:

Pertama, Memperkuat Pembinaan Kader. Hal ini dapat di lakukan dengan cara mengadakan pelatihan dan seminar secara rutin dengan menghadirkan pembicara yang kompeten dan berpengalaman, memberikan pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi kepada para kader kemudian mendorong para kader dalam belajar mengenai pengembangan diri.

Kedua, Membangun Kultur Organisasi yang Sehat. Hal ini dilakukan dengan memberikan ruang bagi para kader untuk menyampaikan pendapat dan kritik mereka secara terbuka serta mendorong dan memotivasi para kader untuk saling bahu-membahu dan membangun rasa persaudaraan yang kuat.

Ketiga, Memanfaatkan Teknologi dengan Bijak. Dengan teknologi kita dapat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten edukatif dan inspiratif yang sejalan dengan nilai-nilai IPM kemudian membangun komunitas online yang positif dan saling mendukung antar kader IPM serta menggunakan teknologi untuk pengembangan IPM itu sendiri.

IPM menyadari bahwa perjalanannya untuk mengantarkan generasi muda menuju kemajuan bukanlah hal yang mudah. Di tengah gempuran budaya modern dan berbagai tantangan yang dihadapi, IPM terus berbenah dan memperkuat diri. IPM menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi pemuda lainnya. IPM juga terus mengembangkan program-programnya agar semakin relevan dan bermanfaat bagi para anggotanya. Dengan komitmen dan kegigihannya, IPM yakin bahwa generasi mudanya akan mampu melangkah maju di atas telunjuk yang mulia. Generasi IPM akan menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi bangsa dan negara. Mereka akan menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana, serta menjadi teladan bagi generasi penerus.

IPM bukan sekadar organisasi pelajar biasa. IPM adalah wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda bangsa. IPM adalah teladan bagi para pelajar lainnya. IPM adalah agen perubahan yang membawa kemajuan bagi bangsa dan negara. Selangkah demi selangkah, IPM terus melangkah maju di atas telunjuk yang mulia, mengantarkan generasi muda menuju gerbang masa depan yang gemilang.

By : Ashabul Kahfi
Instansi : Ikatan Pelajar Muhammadiyah Cab Makassar
Jabatan : Kabid Advokasi IPM Cab Makassar

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *