Top Targetnya Adalah Untuk ‘Membubarkan’ M U I

Ilustrasi

WARTAMU.ID, Suara Pembaca – TERORISME yang terjadi saat ini adalah ‘not real terrorism’ tapi sebuah isu global biasa diawali dengan kasus “penangkapan” atau kasus “bom”.

Amerika sebagai ‘global terrorism maker’ yang paling paham yang sudah khatam tentang “terorisme” karena mereka yang ‘building system’ terorisme itu.

Saat ini AS sudah tidak terlibat lagi dalam kepentingannya pada isu terorisme global.

Yang sebelumnya terorisme merupakan global system geostrategi AS karena memang proyek besar rekayasa AS.

Politik AS sudah tidak bisa tuning lagi di masalah terorisme semenjak presiden AS Joe Biden dan perdana menteri AS si Pompei telah merubah pandangan geostrategi AS.

Peta dan pola geostrategi AS berubah secara dinamis. Target Amerika sekarang adalah menyerang, mengkonter dan mewaspadai bahayanya KOMUNIS CINA yang jauh lebih real nyata bahayanya.

Artinya bagi dunia saat ini bukan lagi ancaman dan bahaya terorisme Islam yang memang sengaja direkayasa. Karena terrorism is an engineering project terorisme adalah sebuah proyek rekayasa besar.

AS sudah berlepas diri dari semua operasi terorisme yang dilakukan oleh Densus 88 (D88) semenjak hubungan LN rezim berkiblat ke Cina Komunis. Karena sudah berubah majikan otomatis berubah komando.

Bahkan BIN (badan intelijen negara) juga telah berubah majikan. The Top Leader BIN sendiri saat ini telah ter-infiltrasi oleh MMS (Ministry of State Security) adalah badan intelijen cina dibawah Departemen Keamanan Negara dan PKC partai komunis cina saat ini ikut “mengendalikan” BIN.

BIN yang seharusnya independen bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara. Tapi BIN bekerja untuk kepentingan penguasa dan disetir oleh asing.

Jadi jika ada D88 mulai operasi penculikan lagi itu adalah kerjasama antara D88 dan BIN dengan MMS.

Pernyataan Trunojoyo (mabes polri) penangkapan ust Ahmad Farid Okbah dibenarkan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan Bahwa katanya, “Iya benar, terkait teroris,” kata Ahmad Ramadhan.

Jika dinyatakan teroris, maka berarti benar ini adalah sebuah rekayasa dan pengalihan isu kepentingan internal rezim sendiri. Bagaimana tidak karena AS sendiri sudah menyatakan tidak ada musuh yang lebih besar lagi kecuali bahaya KOMUNIS Cina !

Apa lagi informasi dihimpun diduga teroris penangkapan para ustaz dengan ditemukan barang bukti kotak² amal yang terkumpul di klaim sebagai sumber pendanaan untuk para teroris, dungu sekali kan?

Jadi bila muncul isu terorisme lagi itu isu dibuat sendiri oleh rezim. Karens AS sendiri sudah menyatakan terorisme bukan ancaman dan bukan wacana dari global geostrategi AS.

Isu terorisme saat ini diangkat kepermukaan lagi adalah kepentingan penguasa oligarki dan di backup dan disuport Cina.

TOP TARGETNYA ADALAH UNTUK MEMBUBARKAN MUI

Di semua misi operasi D88 prestasinya selalu berhubungan dengan yang berbau “melawan Islam” dengan framing terorisme dan radikalisme.

Biasanya didalam pengalihan isu ada yang namanya “top the target” Yaitu target utama dalam pengalihan isu, disini adalah pembubaran MUI. Pengalihan isu kedua adalah bocornya bisnis mafia PCR dan kasus skandal yang lain, maka di blow up lah isu terorisme..

Tapi sebagai ‘the top target’ tujuan utamanya memang untuk MEMBUBARKAN MUI. Karena MUI bagi mereka adalah momok dan ancaman besar bagi kepentingan asing dan penguasa.

Maka ciptakan isu yang paling gampang buat framing murahan dengan diangkat lagi isu basi “isu terorisme”

Bila terjadi ini biasanya diadakan operasi intelijen yang disebar dengan ciptakan pracipta kondisi adakan operasi penangkapan² atau perlu ciptakan ‘teror bom’.

Ini namanya didalam dunia intelijen disebut “deception” atau “pengalihan isu”. Dengan ciptakan prakondisi, ini sangat lazim dilakukan penguasa yang tengah mendapatkan sorotan emositas habis²an oleh rakyat dan publik.

Bila serangan kepada umat Islam atau rakyat semakin represif kuat dan tajam, maka itu membuktikan sudah semakin terancamnya building system penguasa saat itu.

Yaitu ancaman dari dalam maupun ancaman dari luar membuktikan carut marutmya dan sangat rapuhnya government system negara ini.

Sudah tidak musimnya saat ini menyebarkan isu-isu dan fragmen terorisme, yang nyata saat ini adalah ancaman dan bahaya KOMUNISME sebagai musuh real bersama dan musuh dunia.

Penulis:
Kanjeng Senopati
(Pengamat Kontra Intelijen & Militer)

Artikel ini merupakan kiriman pembaca wartamu.id. (Terimakasih – Redaksi)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *