Tradisi Lebaran Indonesia: Makna yang Dalam dan Khasiat yang Beragam

Foto: Salah satu rangkaian dalam tradisi Peran Topat menyambur Lebaran di NTB (Shutterstock/fotone agus) / kemenparekraf.go.id

WARTAMU.ID, Way Kanan – Dilansir dari kemenparekraf.go.id, setelah berpuasa selama satu bulan penuh, umat Islam di Indonesia bersiap-siap untuk merayakan kemenangan mereka dengan suka cita dalam Hari Raya Idulfitri atau Lebaran. Tradisi Lebaran di Indonesia terkenal dengan keberagaman budaya dan tradisi yang khas di setiap daerahnya.

Salah satu tradisi Lebaran yang terkenal adalah Grebeg Syawal, yang merupakan ritual rutin yang digelar setiap tahun di Yogyakarta. Ritual ini merupakan wujud syukur setelah melewati bulan Ramadan dan sudah dilaksanakan sejak abad ke-16. Seluruh gunungan yang dibawa dalam Grebeg Syawal akan dibawa oleh abdi dalem dan dikawal prajurit Bregodo dari Keraton Yogyakarta menuju beberapa tempat ibadah, sebelum diperebutkan oleh masyarakat.

Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, terdapat tradisi unik yang disebut Perang Topat. Tradisi ini merupakan simbol kerukunan antar umat Hindu dan Islam yang hidup berdampingan di Lombok. Sebelum dimulai, masyarakat melakukan doa dan ziarah di makam-makam terdekat, lalu berperang menggunakan ketupat. Ketupat yang digunakan kemudian diperebutkan kembali karena dipercaya membawa kesuburan.

Beralih ke Bengkulu, terdapat tradisi Ronjok Sayak yang unik. Ronjok Sayak adalah tradisi membakar batok kelapa kering yang ditumpuk hingga setinggi satu meter. Masyarakat percaya bahwa api adalah penghubung antara manusia dan leluhur, sehingga proses pembakaran dilakukan dengan hikmat dan diiringi doa-doa.

Di Sulawesi Utara, terdapat tradisi Binarundak yang dilakukan oleh masyarakat Motoboi Besar. Tradisi ini melibatkan pembuatan nasi jaha secara bersama-sama selama tiga hari berturut-turut setelah Hari Raya Idulfitri. Nasi jaha merupakan hidangan khas Sulawesi Utara yang memiliki makna sebagai sarana silaturahmi dan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Tidak ketinggalan, di Kalimantan Barat, terdapat Festival Meriam Karbit yang menjadi tradisi Lebaran yang meriah. Festival ini tidak hanya menjadi pengingat akan keberanian, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan. Digelar selama tiga hari berturut-turut sebelum, saat, dan setelah Lebaran, Festival Meriam Karbit menjadi bagian dari warisan budaya yang kental dengan nilai historis.

Dengan keberagaman tradisi Lebaran yang ada di Indonesia, setiap daerah memberikan warna dan makna yang berbeda, menjadikan perayaan Hari Raya Idulfitri semakin meriah dan kaya akan nilai-nilai budaya. Tradisi-tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya bagi para wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam tentang kekayaan budaya Indonesia.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *