TECHNO  

Wow ! Dikti Edu, Laptop Merah Putih Buatan Indonesia

Ilustrasi Pexels/Pixabay

WARTAMU.ID, Jakarta – Pemerintah tengah berupaya untuk meningkatkan produksi laptop buatan dalam negeri. Salah satunya dengan menggarap proyek laptop ‘Merah Putih’ yang diberi nama merek Dikti Edu. Proyek laptop ini dikerjakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) kolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), dikutip dari kompas.com

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, proyek ini mendorong pembuatan laptop dengan tingkat komponen atau tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi.

“Pemerintah berupaya mempersiapkan riset dalam negeri untuk meningkatkan kandungan TKDN agar dapat memproduksi laptop Merah Putih mulai dari desain hingga pengembangannya,” ujarnya dalam dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7/2021). Lalu seberapa besar kandungan komponen buatan dalam negeri yang ada pada laptop Merah Putih? Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud-Ristek, Paristiyanti Nurwardani mengatakan, laptop buatan anak bangsa yang tengah dikembangkan tersebut memiliki kandungan TKDN mencapai 30 persen. Nantinya, secara bertahap akan dinaikkan hingga 65 persen.

“Pada 2021 itu sebesar 25 persen-30 persen, 2022 lebih dari 40 persen, dan 2023 lebih dari 40 persen-65 persen,” ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (23/7/2021). Paristiyanti menjelaskan, kerja sama pemerintah dengan ketiga universitas diperkuat dengan membentuk Konsorsium Merah Putih-Dikti Edu dan telah menjalin kerja sama dengan industri. Rencananya laptop ini akan mulai dipasarkan di dalam negeri pada 2022. Ia bilang, laptop Merah Putih akan dibanderol dengan harga yang beragam bergantung pada tipenya. Adapun harganya mulai dari sekitar Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta per unit.

Rencananya pada tahap awal, konsorsium akan memproduksi 10.000 laptop Merah Putih dengan tipe seharga Rp 5 juta per unit di tahun ini. “Harganya sekitar Rp 5 juta-Rp 7,5 juta tergantung tipe, dan di 2021 ini kami produksi 10.000 unit dengan harga yang Rp 5 juta,” ungkapnya.

Saat ini pengerjaan laptop Merah Putih pun masih terus dilakukan, di mana ITB, UGM, dan ITS terlibat dalam pembuatan desain dan pengisian software. Rencananya pada 2022 pemerintah akan turut melibatkan beberapa politeknik di Indonesia. Menurut Paristiyanti, laptop ini memiliki keunggulan yang mampu bersaing dengan merek lainnya di pasaran, salah satunya dirancang untuk bisa digunakan oleh tunanetra. “Laptop dirancang untuk mampu bersaing. Kecanggihannya, dengan adanya software yang unik, seperti akses ke e-modul Dikti, secure test, serta ramah untuk tunanetra,” kata Paristiyanti.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *