WARTAMU.ID, LAMPUNG TENGAH – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Lampung Tengah mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah segera mengambil langkah serius, terukur, dan transparan dalam menangani kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Kecamatan Terbanggi Besar. Hingga 18 Oktober 2026, kepulan asap tebal dari lokasi kebakaran dilaporkan masih menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Dampak kebakaran tersebut tidak hanya dirasakan warga di sekitar lokasi, tetapi juga pengguna jalan. Kepulan asap dilaporkan menyebar hingga ke sejumlah titik, termasuk ruas Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter), sehingga berpotensi mengganggu jarak pandang dan membahayakan keselamatan pengendara.
Bahkan, asap tebal dari kebakaran TPA tersebut dilaporkan menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit Toyota Rush dan truk Fuso di ruas tol KM 131–132. Dalam peristiwa itu, dua orang dilaporkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena penanganan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan upaya memadamkan api, tetapi juga menyangkut perlindungan masyarakat dari dampak asap, gangguan aktivitas, serta potensi kecelakaan lalu lintas.
Ketua Umum HMI Cabang Persiapan Lampung Tengah, M. Nasir Syukur, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan kebakaran TPA tersebut.
“Jangan sampai masyarakat harus terus menghirup asap, aktivitas terganggu, dan pengguna jalan menghadapi risiko kecelakaan akibat penanganan yang tidak maksimal. Pemerintah daerah harus hadir dengan langkah nyata, bukan hanya sebatas pernyataan. Persoalan ini menyangkut keselamatan publik dan harus ditangani secara serius,” tegasnya.
Menurut HMI Cabang Persiapan Lampung Tengah, pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan penanganan kebakaran berjalan secara optimal, sekaligus mengambil langkah mitigasi untuk mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.
Upaya tersebut, antara lain, perlu diarahkan pada pengendalian sumber kebakaran, pemantauan kualitas udara, penyampaian informasi yang terbuka kepada masyarakat, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk menjamin keamanan pengguna jalan di sekitar wilayah terdampak.
Selain penanganan darurat, HMI juga menilai peristiwa ini harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola persampahan, sistem mitigasi bencana, dan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi kebakaran di kawasan tempat pembuangan akhir.
Evaluasi tersebut dinilai penting agar penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup pencegahan kejadian serupa dan perlindungan masyarakat dari dampak lingkungan dalam jangka panjang.
HMI Cabang Persiapan Lampung Tengah menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa sebagai kekuatan kontrol sosial. Pemerintah daerah diharapkan membuka ruang evaluasi, menyampaikan perkembangan penanganan secara transparan, serta memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Jika asap sudah mengancam keselamatan, pemerintah tidak boleh tinggal diam. Kami mendesak tindakan nyata, transparansi, dan pertanggungjawaban yang jelas. Keselamatan rakyat harus ditempatkan di atas segala kepentingan,” tegas M. Nasir Syukur.
Ia menambahkan, masyarakat tidak boleh menjadi pihak yang paling dirugikan akibat persoalan lingkungan yang tidak tertangani secara optimal. Udara bersih, kesehatan, dan keselamatan merupakan kepentingan publik yang harus dilindungi melalui tindakan nyata dan koordinasi lintas instansi.
HMI Cabang Persiapan Lampung Tengah menyatakan akan terus mengawal persoalan kebakaran TPA di Kecamatan Terbanggi Besar tersebut sebagai bagian dari komitmen mahasiswa dalam mendorong pemerintahan yang responsif, transparan, bertanggung jawab, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Melalui desakan tersebut, HMI berharap pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan kebakaran, meminimalkan dampak asap, serta memastikan keselamatan warga dan pengguna jalan tetap menjadi prioritas.












