WARTAMU.ID, Malang – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Turut berpartisipasi Doa Lintas Agama Di Desa Selorejo. Kegiatan PMM ini merupakan salah satu program yang ada dibawah naungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang.
Adapun Dosen Pembimbing (DPL) yaitu, Bapak Ardik Praharjo S.Ab, M,Ab Sedangkan Tim Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ini terdiri dari Mochamad Reza Fatoni sebagai ketua tim Program Pengabdi Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM). Sedangkan anggota tim pengabdi lainnya adalah Nur Aziza Febriana, Moch Badius Zaman, Dwi Saputra Wijaya, Farrah Isnaini Dessy Ramadhani Wahyudi
Para mahasiswa PMM yang Turut berpartisipasi Doa Lintas Agama Di Desa Selorejo, Kecamatan Dau. Acara ini adalah sebuah inisiatif yang melibatkan mahasiswa PMM untuk mendalaminya dalam pembelajaran dan pengalaman yang kaya mengenai nilai-nilai adat yang telah dijaga dan dipegang teguh oleh masyarakat desa setempat. Dengan tujuan utama dari acara ini adalah untuk menghormati, memahami, dan mengapresiasi kearifan lokal yang telah menjadi pilar kuat dalam membangun identitas budaya dan sosial masyarakat desa.
Lebih dari sekadar sebuah kegiatan, acara ini bertujuan untuk memperkaya wawasan para mahasiswa mengenai nilai-nilai adat yang membentuk pola pikir, etika, dan cara hidup masyarakat desa. Acara ini diadakan selama selama 3 hari dan setahun sekali, sebagai bagian dari interaksi langsung antara mahasiswa dan masyarakat desa.

Acara ini berlangsung di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Malang, yang menjadi lokasi pelaksanaan program PMM. Masyarakat desa ini menjadi tempat di mana mahasiswa dapat secara mendalam terlibat dan belajar dari kehidupan sehari-hari serta kebiasaan yang diakui oleh masyarakat desa.
Para mahasiswa akan terlibat dalam sejumlah kegiatan yang mengarah pada pemahaman mendalam terkait adat dan tradisi masyarakat desa. Kegiatan-kegiatan tersebut termasuk partisipasi dalam persiapan acara doa lintas agama, berinteraksi dengan para tokoh masyarakat atau tetua adat, menghadiri doa bersama.

Acara ini memiliki signifikansi yang mendalam dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Dengan memahami dan meresapi nilai-nilai adat yang diwariskan oleh leluhur, mahasiswa PMM dapat mengambil pelajaran berharga tentang harmoni dengan alam, gotong royong, dan nilai-nilai kemanusiaan yang mendasari kehidupan masyarakat desa. Melalui interaksi langsung, mahasiswa dapat menyerap dan merasakan esensi dari praktik-praktik adat ini, sehingga dapat diaplikasikan dalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.
Acara ini juga memainkan peran penting dalam menjembatani kesenjangan antara generasi muda dan para tetua, sehingga membantu memastikan bahwa nilai-nilai adat tersebut terus dijaga dan dilestarikan dalam upaya membangun masyarakat yang beradab dan berbudaya.












