WARTAMU.ID, Way Kanan – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked menghadiri Acara Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) Tahun 2025 yang diselenggarakan di Balai Kampung Sapto Renggo, Kecamatan Bahuga, Selasa (06/05/2025).
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Ayu Asalasiyah menekankan pentingnya mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak ke dalam tata kelola penyelenggaraan Pemerintah Desa dan pembangunan desa secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa model desa ramah perempuan dan peduli anak merupakan langkah strategis yang dikembangkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebagai wujud nyata dari lima arahan Presiden yang dimulai dari tingkat desa.
“Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak bertujuan untuk memperkecil kesenjangan gender dan meningkatkan peran aktif perempuan, khususnya dalam bidang politik, pengambilan keputusan, dan ekonomi. Ini adalah upaya membangun desa yang lebih inklusif dan berkeadilan gender,” ujar Ayu Asalasiyah.
Plt. Bupati juga berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan diskusi dengan para narasumber untuk memperkaya wawasan. Dalam kesempatan itu, Ayu Asalasiyah turut membuka kegiatan Pelatihan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA), Rembuk Desa, Bimbingan Teknis Ekonomi Kreatif, serta Pembinaan Forum Anak di Kampung Sapto Renggo.
Sebagai informasi, terdapat 10 indikator yang menjadi acuan dalam pelaksanaan DRPPA, yaitu:
-
Adanya organisasi perempuan dan anak di desa.
-
Tersedianya data desa yang memuat data pilah tentang perempuan dan anak.
-
Tersedianya peraturan desa tentang DRPPA.
-
Pembiayaan dari dana desa dan pendayagunaan aset desa untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
-
Keterwakilan perempuan di Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa, dan Lembaga Adat Desa.
-
Persentase perempuan wirausaha di desa, terutama perempuan kepala keluarga, penyintas bencana, dan penyintas kekerasan.
-
Semua anak di desa mendapatkan pengasuhan berbasis anak.
-
Tidak ada kekerasan terhadap perempuan dan anak serta korban tindak pidana perdagangan orang.
-
Tidak ada pekerja anak.
-
Tidak ada perkawinan anak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Pimpinan Kecamatan Bahuga.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya desa-desa lain di Way Kanan yang ramah perempuan dan peduli anak, serta menjadi contoh dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, aman, dan berkeadilan.












