Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.
SOSIAL  

Denny Siregar Sebut Muhammadiyah Ormas Paling Keren di Indonesia

Denny Siregar Puji Muhammadiyah: Ormas Paling Keren di Indonesia

WARTAMU.ID, – Muhammadiyah kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, organisasi Islam yang dikenal luas melalui gerakan pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan kemanusiaan tersebut mendapat pujian dari pegiat media sosial Denny Siregar.

Melalui akun Instagram pribadinya, Denny menilai Muhammadiyah memiliki karakter yang berbeda dibandingkan banyak organisasi kemasyarakatan lainnya. Menurutnya, Muhammadiyah cenderung tidak banyak membuat kegaduhan, tetapi justru konsisten membangun kekuatan organisasi melalui kerja nyata.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Pujian tersebut disampaikan Denny melalui sebuah unggahan berlatar hitam pada Minggu (30/8/2026). Dalam unggahannya, ia juga menyinggung besarnya aset Muhammadiyah yang disebutnya mencapai Rp400 triliun.

“Ormas di Indonesia yang paling keren buat gua cuman Muhammadiyah.. Diem. Gak ribut-ribut. Gak pengen menonjol. Tiba-tiba asetnya 400 triliun,” tulis Denny.

Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian luas dari warganet. Pernyataan Denny turut memunculkan kembali pembahasan mengenai kekuatan kelembagaan Muhammadiyah yang selama ini dibangun melalui berbagai amal usaha dan pelayanan kepada masyarakat.

Komentar Denny menarik perhatian karena menyoroti salah satu karakter gerakan Muhammadiyah, yakni membangun kekuatan melalui institusi dan amal usaha.

Selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah berkembang dengan mendirikan dan mengelola berbagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dakwah, pemberdayaan ekonomi, hingga kegiatan kemanusiaan menjadi bagian dari ekosistem gerakannya.

Jaringan tersebut mencakup sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, rumah sakit, klinik, panti asuhan, serta berbagai amal usaha lainnya yang tersebar di berbagai daerah.

Kekuatan tersebut membuat Muhammadiyah tidak hanya dikenal sebagai organisasi kemasyarakatan, tetapi juga sebagai salah satu kekuatan masyarakat sipil dengan jaringan kelembagaan yang luas.

Di titik inilah pernyataan Denny menjadi menarik. Ia menggambarkan Muhammadiyah sebagai organisasi yang tidak terlalu sibuk menunjukkan kebesarannya, tetapi membangun kekuatan melalui kerja yang berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

Bagian lain yang menarik perhatian publik dari unggahan Denny adalah penyebutan angka Rp400 triliun.

Namun, angka tersebut perlu ditempatkan secara proporsional. Nilai Rp400 triliun merupakan angka yang disebut Denny Siregar dalam unggahan media sosialnya. Karena itu, angka tersebut tidak dapat langsung diposisikan sebagai angka resmi total aset Muhammadiyah tanpa melihat sumber data, cakupan aset, serta metode penghitungan yang digunakan.

Hal ini penting karena kekayaan dan aset Muhammadiyah tidak berada dalam satu entitas tunggal. Aset organisasi tersebar dalam berbagai amal usaha, lembaga, badan hukum, dan struktur organisasi yang memiliki fungsi serta pengelolaan masing-masing.

Meski demikian, munculnya angka tersebut menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap kekuatan ekonomi dan kelembagaan Muhammadiyah yang telah berkembang selama lebih dari satu abad.

Pujian Denny Siregar pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai angka aset. Ada pesan yang lebih luas tentang bagaimana sebuah organisasi membangun kekuatan dan mempertahankan keberlanjutannya.

Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah tidak hanya bergerak sebagai organisasi massa, tetapi juga mengembangkan berbagai institusi pelayanan masyarakat.

Sekolah dibangun untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Rumah sakit didirikan untuk memberikan pelayanan kesehatan. Panti dan lembaga sosial hadir membantu kelompok yang membutuhkan. Perguruan tinggi dikembangkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Berbagai institusi tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari ekosistem gerakan Muhammadiyah yang membuat organisasi memiliki daya tahan kelembagaan sekaligus kemandirian dalam menjalankan berbagai programnya.

Di tengah era ketika popularitas sering kali diukur dari seberapa ramai sebuah organisasi tampil di ruang publik, pernyataan Denny justru menyoroti sisi lain Muhammadiyah yang tidak banyak gaduh, tetapi terus membangun.

Kerja yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang kemudian menghasilkan berbagai institusi yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Pertanyaannya kemudian bukan sekadar seberapa besar sebuah organisasi terlihat di ruang publik, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.

Bagi Muhammadiyah, perjalanan panjang lebih dari satu abad menunjukkan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh popularitas, melainkan juga oleh kemampuan membangun institusi, menjaga keberlanjutan gerakan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Pernyataan Denny Siregar pun menjadi menarik karena menunjukkan bahwa kiprah Muhammadiyah tidak hanya mendapat perhatian dari lingkungan internalnya, tetapi juga menjadi perhatian publik yang lebih luas.

Pada akhirnya, pujian tersebut kembali mengingatkan bahwa sebuah organisasi dapat membangun pengaruh bukan hanya dengan banyak berbicara, tetapi juga melalui kerja nyata yang konsisten dan manfaat yang terus dirasakan masyarakat.

BACA JUGA :  Munir Pererat Silaturahmi dengan Guru Ngaji dan Tokoh Masyarakat, Santuni Anak Yatim di Lampung Tengah