Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Cegah Bullying Sejak Bangku Sekolah, KKN UMRI Kelompok 132 Edukasi Siswa SDN 013 Batu Langkah Kecil

 

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

BATU LANGKAH KECIL, 29 Agustus 2026 .Bullying masih menjadi persoalan yang tidak boleh dianggap sebagai sekadar candaan di lingkungan sekolah. Berangkat dari pentingnya membangun kesadaran sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 132 Desa Batu Langkah Kecil menggelar Sosialisasi Anti-Bullying bagi siswa-siswi SDN 013 Batu Langkah Kecil, Sabtu (29/8/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja KKN di bidang pendidikan yang diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya bullying sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah, dan saling menghargai.

 

Sejak awal kegiatan, mahasiswa KKN mempersiapkan berbagai kebutuhan sosialisasi, mulai dari materi, media presentasi hingga perlengkapan pendukung. Para siswa kemudian dikumpulkan dan diarahkan untuk mengikuti kegiatan secara tertib sebelum sosialisasi dimulai.

 

Dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami anak-anak, mahasiswa KKN memperkenalkan apa itu bullying dan bagaimana tindakan tersebut dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

 

Mahasiswa menjelaskan bahwa bullying tidak selalu identik dengan kekerasan fisik. Mengejek, menghina, mempermalukan, mengucilkan, menyebarkan perkataan yang menyakitkan, hingga tindakan lain yang dilakukan untuk merendahkan atau menyakiti seseorang juga dapat menjadi bentuk bullying.

 

Materi disampaikan menggunakan media visual dan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa. Cara tersebut membuat para siswa lebih mudah memahami bahwa sesuatu yang dianggap sebagai “candaan” oleh pelaku belum tentu dianggap lucu oleh orang yang menjadi sasaran.

BACA JUGA :  DPRK Aceh Tengah Serahkan Berkas Pengesahan Bupati Aceh Tengah Ke Kantor Gubernur Aceh 

 

Bukan Sekadar Candaan, Bullying Bisa Meninggalkan Luka

 

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN juga menekankan dampak bullying terhadap korban. Tindakan yang berulang dapat membuat seorang anak merasa takut, sedih, minder, kehilangan kepercayaan diri, sulit bergaul, bahkan dapat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi dalam mengikuti proses pembelajaran.

 

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena anak-anak perlu memahami bahwa setiap perkataan dan tindakan memiliki dampak terhadap orang lain.

 

Mahasiswa KKN kemudian mengajak para siswa untuk menjadi bagian dari solusi. Mereka diberikan pemahaman agar tidak mengejek, mengucilkan, memukul, mempermalukan, maupun melakukan tindakan lain yang dapat menyakiti teman.

 

Para siswa juga didorong untuk berani mengatakan tidak terhadap bullying, membantu teman yang menjadi korban, serta tidak membiarkan tindakan tersebut berlangsung. Jika menemukan kejadian bullying, siswa diarahkan untuk melaporkannya kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya.

 

Bangun Sekolah yang Ramah, Dimulai dari Siswa

 

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sosialisasi tidak dilakukan secara satu arah, tetapi dikemas melalui interaksi, pertanyaan sederhana, dan diskusi sehingga siswa dapat memberikan tanggapan maupun contoh berdasarkan apa yang mereka ketahui dan alami di lingkungan sekolah.

 

Sesi tanya jawab kemudian menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat kembali pemahaman para siswa. Mereka diajak untuk menjaga pertemanan, menghargai perbedaan, saling membantu, dan tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan ejekan.

 

Bagi KKN UMRI Kelompok 132, pendidikan anti-bullying merupakan langkah penting dalam membangun karakter generasi muda. Sekolah bukan hanya tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga tempat anak belajar menghargai sesama, membangun pertemanan yang sehat, dan memahami batas antara bercanda dengan menyakiti.

 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 132 berharap para siswa SDN 013 Batu Langkah Kecil tidak hanya mengetahui apa itu bullying, tetapi juga mampu mencegah, menolak, dan berani bersuara ketika melihat tindakan bullying terjadi di lingkungan mereka.

 

Sosialisasi kemudian ditutup dengan penguatan pesan kepada seluruh siswa untuk membiasakan sikap saling menghormati dan peduli dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan diakhiri dengan dokumentasi dan foto bersama mahasiswa KKN, pihak sekolah, serta para siswa.

BACA JUGA :  Posbakum 'Aisyiyah Kalteng Kerjasama dengan Pengadilan Agama Kasongan

 

Sebab sekolah yang aman tidak lahir hanya dari aturan, tetapi dari keberanian setiap anak untuk menghargai, melindungi, dan tidak menyakiti satu sama lain. Dari bangku sekolah dasar, budaya anti-bullying harus mulai ditanamkan—agar anak-anak tumbuh bukan hanya menjadi generasi yang cerdas, tetapi juga berkarakter dan berempati.