Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Bukan Sekadar Jalur, Rajo Bujang Adalah Harga Diri Padang Tanggung: KKN Abdurrab Kelompok 20 Beri Dukungan di Tepian Narosa

KUANTAN SINGINGI, 24 Agustus 2026. Perjuangan Jalur Rajo Bujang, kebanggaan masyarakat Desa Padang Tanggung, Kecamatan Pangean, dalam Festival Pacu Jalur Kuantan Singingi 2026 di Tepian Narosa menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat desa. Tampil dengan semangat dan kekompakan tinggi, Rajo Bujang berhasil melangkah hingga menempati peringkat ke-7 dalam ajang pacu jalur bergengsi tersebut.

 

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Perjalanan Rajo Bujang menuju jajaran tujuh besar tidak diraih dengan mudah. Jalur kebanggaan Desa Padang Tanggung itu harus melewati persaingan sengit dengan sejumlah jalur tangguh dari berbagai daerah.

 

Dalam perjuangannya, Rajo Bujang berhasil mengalahkan Jalur Keramat Jubah Merah dari Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, serta menundukkan Jalur Tuah Keramat Bukit Embun dari Gumanti, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

 

Dua kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa Rajo Bujang mampu bersaing menghadapi jalur-jalur kuat yang tampil dalam Festival Pacu Jalur Kuantan Singingi 2026. Semangat para atlet, kekompakan anak pacu, serta dukungan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam setiap lintasan yang dilalui.

 

Bagi masyarakat Desa Padang Tanggung, Rajo Bujang bukan sekadar sebuah jalur yang berpacu di atas Batang Kuantan. Di dalamnya terdapat identitas, kebanggaan, persatuan, serta semangat gotong royong masyarakat yang telah menjadi bagian dari kehidupan dan kebudayaan setempat.

 

Semangat tersebut juga mendapat perhatian dari mahasiswa KKN Universitas Abdurrab Kelompok 20 Desa Padang Tanggung. Usai perjuangan Rajo Bujang di Tepian Narosa, mahasiswa KKN turut hadir memberikan dukungan moral kepada para atlet dan melakukan foto bersama sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan yang telah mereka tunjukkan.

BACA JUGA :  Uji Kompetensi Penyidik dan Penyidik Pembantu Polda NTB Dibuka

 

Momen tersebut menjadi simbol bahwa kehadiran mahasiswa KKN di Desa Padang Tanggung tidak hanya berfokus pada program-program pengabdian, tetapi juga berupaya hadir dalam berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari kehidupan, budaya, dan kebanggaan masyarakat.

 

“Bagi kami, Rajo Bujang bukan sekadar jalur. Ini adalah kebanggaan dan harga diri masyarakat Padang Tanggung. Perjuangan mengalahkan Keramat Jubah Merah dan Tuah Keramat Bukit Embun hingga akhirnya mampu berada di peringkat ketujuh menunjukkan bahwa Rajo Bujang memiliki semangat juang yang luar biasa,” ungkap mahasiswa KKN Universitas Abdurrab Kelompok 20.

 

Mahasiswa KKN berharap dukungan dan kehadiran mereka dapat menjadi tambahan semangat bagi para atlet Rajo Bujang untuk terus berlatih, mengevaluasi kekurangan, dan mempersiapkan diri menghadapi ajang pacu jalur berikutnya.

 

Menurut mereka, peringkat ketujuh bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Prestasi tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat Padang Tanggung untuk semakin memperkuat pembinaan atlet dan mempertahankan tradisi pacu jalur sebagai warisan budaya yang membanggakan.

 

Pacu jalur bukan hanya tentang kecepatan menuju garis finis. Di dalamnya terdapat kerja sama, disiplin, keberanian, kekompakan, dan semangat kolektif yang menyatukan masyarakat. Karena itu, perjuangan Rajo Bujang di Tepian Narosa juga menjadi gambaran bagaimana sebuah desa dapat bersatu memberikan dukungan terhadap putra-putra terbaiknya.

 

Kehadiran mahasiswa KKN Universitas Abdurrab Kelompok 20 di tengah para atlet menjadi bentuk dukungan sederhana, tetapi sarat makna. Mereka berharap energi positif tersebut dapat terus tumbuh dan menjadi penyemangat bagi Rajo Bujang untuk kembali mengukir prestasi yang lebih tinggi.

 

Rajo Bujang telah melewati pertarungan, menumbangkan jalur-jalur tangguh, dan mencatatkan namanya di peringkat ketujuh Tepian Narosa. Namun perjuangan belum selesai.

 

Bukan sekadar jalur. Bukan sekadar perlombaan. Rajo Bujang adalah harga diri dan kebanggaan Padang Tanggung. Dan target berikutnya adalah satu: kembali bertarung untuk berdiri di podium juara.