Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.
SOSIAL  

Festival Keceran KESTI TTKKDH, Dedi Iskandar Tegaskan Pentingnya Lestarikan Seni Bela Diri Sebagai Warisan Budaya

Festival Keceran KESTI TTKKDH Kabupaten Way Kanan

WAY KANAN – Ketua DPD KESTI TTKKDH Kabupaten Way Kanan Dedi Iskandar, S.H., M.H., menegaskan pentingnya melestarikan seni bela diri silat sebagai bagian dari warisan budaya sekaligus sarana membentuk karakter generasi muda.

Pesan tersebut disampaikan Dedi dalam sambutannya pada Festival Keceran KESTI TTKKDH Kabupaten Way Kanan Tahun 2026, Jumat (3/9/2026).

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Menurut Dedi, pembangunan nasional pada hakikatnya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia seutuhnya dan seluruh masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan. Karena itu, aspek kesehatan, kebudayaan, seni tari hingga olahraga seni bela diri silat memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa.

“Silat merupakan seni bela diri peninggalan leluhur kita sejak zaman dahulu, diperkirakan telah ada sejak tahun 1001 Masehi. Seni bela diri ini kemudian berkembang di Provinsi Lampung sejak kurun waktu 1921–1926, dan sangat selaras dengan kepribadian bangsa Indonesia. Oleh karenanya, silat wajib terus dikembangkan sekaligus dilestarikan,” tegas Dedi.

Ia menjelaskan, KESTI TTKKDH dibentuk dengan semangat mempererat rasa kekeluargaan dan persaudaraan sekaligus menjadi wadah untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya bangsa.

Kebudayaan Silat dan Tari Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (KESTI TTKKDH), lanjutnya, merupakan salah satu warisan seni bela diri dan tari leluhur yang telah dikenal luas serta berkembang di tengah masyarakat.

Dalam sejarah yang berkembang di lingkungan KESTI TTKKDH, budaya tersebut dibawa oleh Embah Khair dari Tanah Suci Mekkah, kemudian diajarkan dan dikembangkan di wilayah Bogor Selatan.

BACA JUGA :  Gerakan Sedekah Jum'at Palangka Raya Gelar Kegiatan ke-20 di Masjid Al-Muslihun

Dedi menuturkan, sejak awal ajaran tersebut tidak hanya diarahkan untuk membentuk kemampuan fisik, tetapi juga mendidik mental generasi muda agar memiliki kecintaan terhadap tanah air, semangat membangun serta keberanian memperjuangkan kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa.

Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan untuk diwariskan kepada generasi muda saat ini. Seni bela diri tidak semata-mata dipandang sebagai kemampuan mempertahankan diri, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter yang menanamkan disiplin, persaudaraan, tanggung jawab dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Karena itu, Dedi berharap keberadaan KESTI TTKKDH di Kabupaten Way Kanan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif dalam pembinaan generasi muda sekaligus menjaga identitas budaya daerah.

“Semangat dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam KESTI TTKKDH harus terus kita jaga dan diteruskan kepada generasi penerus, sehingga warisan budaya ini tetap lestari dan menjadi kekuatan moral dalam membangun Kabupaten Way Kanan yang mandiri, sejahtera, dan berbudaya luhur,” pungkasnya.

Festival Keceran KESTI TTKKDH Kabupaten Way Kanan Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan antaranggota sekaligus meningkatkan komitmen bersama dalam melestarikan seni silat dan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.