WARTAMU.ID, Way Kanan — Pemerintah Kabupaten Way Kanan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan Pemerintah Pusat terkait program Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah, serta percepatan penurunan stunting dan penciptaan lingkungan belajar yang sehat. Hal ini ditegaskan oleh Bunda PAUD Kabupaten Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked saat membuka Kegiatan Pembinaan Kelembagaan dan Manajemen PAUD Tahun 2025, yang diselenggarakan di Gedung Padepokan PSHT, Kampung Bhakti Negara, Kecamatan Baradatu, Kamis (19/06/2025).
Dalam arahannya, Bunda Ayu menekankan pentingnya peran semua unsur, terutama Gugus Tugas PAUD Holistik Integratif (PAUD-HI), Bunda PAUD Kecamatan, serta Bunda PAUD Kampung/Kelurahan untuk membangun sinergi dan kolaborasi yang efektif dalam menyukseskan Wajib Belajar 13 Tahun. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan jaminan agar semua anak usia 5–6 tahun mendapatkan akses pendidikan berkualitas sebelum masuk Sekolah Dasar (SD).
“Melalui koordinasi lintas sektor dan komitmen bersama, kita ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak yang langsung masuk SD tanpa mendapatkan pendidikan PAUD minimal satu tahun. Ini penting untuk membentuk kesiapan mental, sosial, dan emosional anak-anak kita,” ujar Bunda Ayu.
Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi dari Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, sebagai bagian penting dari pembangunan karakter anak usia dini. Menurutnya, masa transisi harus dilakukan dengan pendekatan yang ramah anak dan tanpa tekanan, agar anak merasa aman dan nyaman saat berpindah jenjang dari PAUD ke SD.
“Pendidikan harus menyenangkan. Anak-anak kita harus merasa gembira dan aman saat memasuki kelas satu. Jangan sampai terjadi pemaksaan kemampuan atau tekanan belajar yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan mereka,” tegasnya.
Selain aspek pendidikan, Bunda Ayu juga mengaitkan peran PAUD dalam mendukung program nasional penurunan stunting. Lingkungan belajar yang sehat dan kondusif melalui penerapan Gerakan Sekolah Sehat diharapkan dapat meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya.
“Kegiatan ini bukan hanya soal tata kelola lembaga PAUD, tetapi menyangkut masa depan anak-anak Way Kanan. Jika kita berhasil memberikan pendidikan yang sehat, menyenangkan, dan merata, maka angka stunting pun akan ikut turun,” ungkapnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Ketua Pokja Bunda PAUD Medias Imroni Arie Anthony, Plt. Ketua TP PKK sekaligus Wakil Ketua HIMPAUDI, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta para Camat dari Baradatu, Gunung Labuhan, Banjit, dan Negeri Agung, termasuk Tim Gugus Tugas PAUD-HI dan Ketua Organisasi Mitra PAUD dari empat kecamatan tersebut.
Melalui kegiatan pembinaan ini, Pemerintah Kabupaten Way Kanan berharap semua satuan PAUD dan SD kelas awal (kelas 1–3) dapat mengimplementasikan kebijakan transisi pendidikan yang berorientasi pada anak. Langkah ini sejalan dengan cita-cita besar menciptakan generasi Way Kanan yang cerdas, sehat, bahagia, dan siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.












