DAERAH  

UMY dan PRM Gamping Kota Inisiasi Program “Masjid Tangguh Bencana” untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Jemaah

Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gamping Kota di Masjid As Salam pada Jumat (8/5/2026).

WARTAMU.ID, Yogyakarta – Sebagai negara yang berada di kawasan cincin api dunia, Indonesia memiliki tingkat risiko bencana alam yang tinggi, mulai dari gempa bumi, erupsi gunung api, hingga banjir dan tanah longsor. Menyadari kondisi tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengambil langkah nyata melalui program pengabdian masyarakat bertajuk “Masjid Tangguh Bencana”.

Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gamping Kota di Masjid As Salam pada Jumat (8/5/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat berbasis tempat ibadah guna meminimalisasi dampak bencana.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, Dosen Ilmu Komunikasi UMY, Zein Mufarrih Muktaf, serta perwakilan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Budi Santoso.

Dalam sesi pembuka, Zein Mufarrih mengajak seluruh pengurus PRM Gamping Kota untuk mulai serius membangun ekosistem masjid yang tangguh terhadap bencana. Menurutnya, aspek keselamatan di lingkungan tempat ibadah masih sering terabaikan.

“Saya menyadari bahwa masih banyak masjid yang belum memikirkan kewaspadaannya dalam menghadapi risiko bencana. Minimal, jemaah harus tahu ke mana mereka harus berlari atau menyelamatkan diri jika bencana terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Budi Santoso menekankan pentingnya penerapan konsep Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dalam pembangunan dan pengelolaan rumah ibadah. Ia menjelaskan bahwa konstruksi bangunan masjid harus dirancang dengan pendekatan analisis risiko bencana agar lebih aman bagi jemaah.

“Konstruksi bangunan masjid dan musala harus mengupayakan ramah bencana. Maksudnya, pembangunan rumah ibadah sejak awal harus menggunakan pendekatan analisis risiko bencana,” jelasnya.

Tidak hanya aspek fisik bangunan, Budi juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas personal dan kelembagaan takmir masjid. Menurutnya, takmir yang tanggap dan responsif akan menjadi motor utama dalam membangun ketangguhan jemaah saat menghadapi kondisi darurat.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari para pengurus dan takmir masjid di bawah naungan PRM Gamping Kota. Para peserta tidak hanya menerima materi sosialisasi, tetapi juga mengikuti simulasi sederhana untuk menghadapi potensi gempa bumi.

Ketua PRM Gamping Kota, Hadi Nuryanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan UMY dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut melalui simulasi yang lebih komprehensif.

BACA JUGA :  Bupati Pringsewu & Wabup Ikuti Puncak Peringatan HAN 2021

“Harapannya akan ada program lanjutan berupa simulasi bencana alam yang lebih besar, agar warga dan jemaah masjid benar-benar memahami secara mendalam pentingnya menjadi tangguh terhadap bencana,” tuturnya.

Sebagai penutup kegiatan, Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) UMY menyerahkan hibah berupa rambu-rambu keselamatan serta papan informasi bencana untuk masjid-masjid di lingkungan PRM Gamping Kota. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Hadi Nuryanto sebagai perwakilan warga.