Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Kemiskinan Way Kanan Turun Jadi 9,36 Persen, Pertama Kali Tembus Satu Digit

WARTAMU.ID, WAY KANAN – Pemerintah Kabupaten Way Kanan kembali mencatatkan capaian dalam upaya percepatan penanggulangan kemiskinan. Berdasarkan data tahun 2025, persentase penduduk miskin di Kabupaten Way Kanan turun menjadi 9,36 persen, sekaligus untuk pertama kalinya menembus angka satu digit dalam beberapa tahun terakhir.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan pelaksanaan berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan oleh Pemerintah Kabupaten Way Kanan bersama seluruh pemangku kepentingan.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Penurunan angka kemiskinan menunjukkan tren positif yang berlanjut sejak 2022 setelah sebelumnya mengalami peningkatan akibat dampak pandemi COVID-19 pada 2021.

Pada 2024, persentase penduduk miskin Kabupaten Way Kanan tercatat sebesar 10,43 persen. Angka tersebut kemudian turun menjadi 9,36 persen pada 2025 atau berkurang sebesar 1,07 poin persentase.

Sejalan dengan penurunan persentase tersebut, jumlah penduduk miskin juga turun menjadi sekitar 44,17 ribu jiwa.

Capaian 2025 tersebut juga berada di bawah target akhir RPJMD Kabupaten Way Kanan Tahun 2021–2025 yang mencantumkan target angka kemiskinan sebesar 9,99 persen pada 2026.

Posisi Way Kanan Menguat di Lampung

Penurunan angka kemiskinan tersebut turut memperkuat posisi Kabupaten Way Kanan dalam konteks Provinsi Lampung.

Dengan persentase kemiskinan sebesar 9,36 persen, Way Kanan berada di bawah rata-rata Provinsi Lampung. Kabupaten Way Kanan juga mengalami perubahan posisi dari peringkat kesembilan menjadi peringkat ketujuh kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan terendah di Provinsi Lampung.

Selain indikator persentase penduduk miskin, kualitas penanganan kemiskinan juga terlihat dari perkembangan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2).

BACA JUGA :  Silaturahmi Ramadan PMI dan ICMI Way Kanan Perkuat Sinergi Kemanusiaan dan Pembangunan Daerah

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Kabupaten Way Kanan tercatat turun menjadi 1,25 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Lampung sebesar 1,53 persen dan nasional sebesar 1,36 persen.

Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga turun menjadi 0,25 persen. Penurunan indikator tersebut menunjukkan perubahan pada distribusi pengeluaran di antara penduduk miskin, dengan kesenjangan pengeluaran antarpeduduk miskin yang semakin kecil.

Penguatan Program Berbasis Data

Capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui penguatan koordinasi lintas perangkat daerah dalam Program Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (OPPKPKE).

Upaya tersebut diperkuat melalui berbagai regulasi daerah, pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), penetapan lokus prioritas pengentasan kemiskinan, hingga penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) dan Rencana Aksi Tahunan (RAT).

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Way Kanan juga terus memperkuat tata kelola data sebagai dasar penentuan sasaran program.

Salah satunya melalui pengembangan Sistem Informasi Data Terpadu Kemiskinan (SIDATUK) yang memadukan berbagai sumber data sosial ekonomi, seperti DTKS, P3KE, Regsosek, dan DTSEN.

Sistem tersebut digunakan untuk membantu perangkat daerah dalam menentukan sasaran penerima manfaat secara lebih tepat, sekaligus mengurangi potensi inclusion error maupun exclusion error.

Penguatan data juga mendukung penyusunan program pemberdayaan masyarakat berbasis by name by address, sehingga intervensi pemerintah dapat diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan karakteristik dan kondisi masing-masing.

Anggaran Penanggulangan Kemiskinan Diperkuat

Upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Way Kanan juga didukung melalui pengalokasian anggaran pada berbagai sektor.

Sebelumnya, keberhasilan Kabupaten Way Kanan dalam menurunkan kemiskinan ekstrem mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat melalui Dana Insentif Fiskal atas kinerja percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat miskin dan kelompok rentan melalui sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, pemberdayaan perempuan, perlindungan sosial, serta pengembangan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Way Kanan.

Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Way Kanan merealisasikan anggaran penanggulangan kemiskinan sebesar Rp179,89 miliar atau 91,78 persen dari total alokasi program yang tersebar pada 12 perangkat daerah dan 15 kecamatan.

BACA JUGA :  Pembahasan Jam Kerja Khusus, Pj. Sekda Way Kanan Tegaskan Pentingnya Fleksibilitas dalam Pelayanan Publik

Komitmen tersebut kemudian diperkuat pada 2026 melalui alokasi anggaran penanggulangan kemiskinan yang mencapai Rp405,65 miliar, dengan melibatkan 17 perangkat daerah dan seluruh kecamatan di Kabupaten Way Kanan.

Besarnya dukungan anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat berbagai intervensi penanggulangan kemiskinan secara lintas sektor, sehingga program tidak hanya berfokus pada perlindungan sosial, tetapi juga pada peningkatan kapasitas ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Pertahankan Tren Penurunan Kemiskinan

Pemerintah Kabupaten Way Kanan berkomitmen mempertahankan tren penurunan angka kemiskinan melalui penguatan sinergi lintas sektor, peningkatan kualitas dan integrasi data, serta pelaksanaan program yang semakin tepat sasaran.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memastikan program pemerintah memberikan manfaat kepada kelompok masyarakat yang menjadi sasaran sekaligus mendorong masyarakat miskin untuk memiliki akses yang lebih besar terhadap berbagai peluang ekonomi dan pemberdayaan.

Ke depan, penanggulangan kemiskinan akan terus diarahkan pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, dengan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah kampung, dunia usaha, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Way Kanan berupaya mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan sosial, serta mendukung pembangunan daerah yang selaras dengan target pembangunan Provinsi Lampung dan agenda pembangunan nasional.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Way Kanan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif sekaligus mendukung tercapainya Way Kanan Mandiri dan Sejahtera.