Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Ketua PP Muhammadiyah Buka Jambore Media AfiliasiMu #3, Dorong Media Jadi Kekuatan Komunikasi Digital

WARTAMU.ID, JAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si., menegaskan pentingnya penguatan media Muhammadiyah sebagai kekuatan komunikasi digital yang mampu menghadirkan informasi berkualitas, mencerahkan, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Dadang Kahmad saat membuka Jambore Media AfiliasiMu #3 dengan tema “Penguatan Media AfiliasiMu dalam Era Digital”. Kegiatan tersebut diikuti para pengelola dan insan media AfiliasiMu, pimpinan Muhammadiyah, narasumber, serta peserta jambore.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Dalam sambutannya, Dadang mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyelenggarakan Jambore Media AfiliasiMu. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang pertemuan para pengelola media, tetapi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa media merupakan bagian strategis dari gerakan Muhammadiyah di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Ia mengatakan, perubahan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan informasi. Jika sebelumnya masyarakat bergantung pada surat kabar, radio, dan televisi, kini informasi dapat diterima dalam hitungan detik melalui telepon genggam. Kondisi tersebut membuat setiap orang dapat menjadi pembuat sekaligus penyebar informasi.

Dalam situasi tersebut, Dadang menegaskan Muhammadiyah tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi. Muhammadiyah harus mampu menjadi produsen informasi yang berkualitas, terpercaya, mencerahkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Muhammadiyah tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi. Tetapi Muhammadiyah harus menjadi produsen informasi yang berkualitas, terpercaya, mencerahkan, dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” tegas Dadang.

Menurutnya, Media AfiliasiMu memiliki posisi penting dan strategis untuk menjalankan peran tersebut. Media Muhammadiyah, kata dia, tidak cukup hanya memberitakan kegiatan organisasi, tetapi harus menjadi ruang bagi gagasan, ilmu pengetahuan, dakwah, pendidikan, kebudayaan, serta pembelaan terhadap kepentingan umat.

BACA JUGA :  Sejak 2017, Mahfud Klaim Dorong DPR Buat UU Pelarangan LGBT

Ia menekankan bahwa media Muhammadiyah harus mampu menghadirkan jurnalisme yang tidak hanya cepat, tetapi juga benar; tidak sekadar ramai, tetapi bermutu; serta tidak hanya mengejar jumlah penonton dan pengikut, tetapi mampu membangun kepercayaan publik.

“Kita membutuhkan media yang tidak hanya cepat, tetapi juga benar. Tidak hanya ramai, tetapi juga bermutu. Tidak hanya mengejar jumlah penonton dan pengikut, tetapi juga mampu membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

Tabayyun Menjadi Etika Utama

Dadang juga mengingatkan tantangan media di tengah derasnya arus informasi digital. Masyarakat saat ini tidak lagi menghadapi persoalan kekurangan informasi, melainkan justru kelebihan informasi yang belum tentu seluruhnya benar.

Berita, opini, video, gambar, dan komentar beredar dengan sangat cepat. Di tengah kondisi tersebut, hoaks, provokasi, dan informasi yang tidak terverifikasi dapat dengan mudah bercampur dengan fakta.

Karena itu, ia meminta media Muhammadiyah menjadikan prinsip tabayyun sebagai salah satu etika utama dalam pengelolaan media.

“Kecepatan tidak boleh mengalahkan ketepatan. Popularitas tidak boleh mengalahkan kebenaran. Dan kepentingan mendapatkan perhatian publik tidak boleh mengalahkan akhlak serta tanggung jawab,” katanya.

Dadang berharap Media AfiliasiMu mampu membangun jurnalisme Muhammadiyah yang cepat, akurat, berimbang, beretika, mencerdaskan, dan mencerahkan.

Manfaatkan AI dan Teknologi Digital

Di sisi lain, Dadang melihat perkembangan teknologi digital sebagai peluang besar bagi Muhammadiyah untuk memperluas jangkauan dakwah, pendidikan, dan penyebaran gagasan Islam Berkemajuan.

Menurutnya, kehadiran artificial intelligence (AI), media sosial, video pendek, podcast, live streaming, mesin pencari, dan berbagai platform digital memberikan ruang yang sangat luas bagi kader dan seluruh elemen Muhammadiyah untuk menyampaikan gagasan kepada masyarakat.

Ia menggambarkan, gagasan seorang kader Muhammadiyah di daerah kini dapat menjangkau masyarakat di berbagai belahan dunia. Demikian pula ceramah, penelitian, pemikiran guru, dosen, mahasiswa, maupun kader dapat dikembangkan menjadi konten yang memberikan manfaat lebih luas.

Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Kita membutuhkan insan media yang tidak hanya menguasai kamera, desain, editing, algoritma, dan media sosial, tetapi juga memiliki wawasan keislaman, wawasan kemuhammadiyahan, kemampuan jurnalistik, literasi digital, integritas, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ganjar Buka Suara Usai Bupati Banjarnegara Ditahan KPK

Viral Bukan Tujuan Akhir

Dadang berharap Jambore Media AfiliasiMu menjadi ruang belajar bersama bagi para insan media Muhammadiyah. Menurutnya, pengelola media tidak cukup hanya belajar bagaimana menghasilkan konten yang viral, tetapi juga harus memahami bagaimana menciptakan konten yang bernilai dan memberikan dampak positif.

“Tujuan akhir media Muhammadiyah bukan sekadar viralitas, tetapi kemanfaatan. Bukan sekadar pengakuan, tetapi perubahan positif di tengah masyarakat. Bukan sekadar memperbesar jumlah pengikut, tetapi memperbesar pengaruh kebaikan,” tegasnya.

Ia juga mendorong terbangunnya ekosistem media Muhammadiyah yang kuat dan terintegrasi. Media di tingkat pusat, wilayah, daerah, perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, amal usaha, organisasi otonom, hingga komunitas kader diharapkan dapat saling memperkuat dan membangun kolaborasi.

Menurut Dadang, keberagaman kanal dan gaya komunikasi tidak menjadi persoalan selama seluruh media Muhammadiyah tetap membawa nilai dasar yang sama.

“Satu gerakan, banyak kanal; banyak kanal, satu nilai.”

Nilai tersebut, lanjutnya, mencakup Islam Berkemajuan, dakwah yang mencerahkan, ilmu pengetahuan, kemanusiaan, kebangsaan, dan kemaslahatan.

Di akhir sambutannya, Dadang berharap Jambore Media AfiliasiMu menghasilkan tiga capaian utama, yakni peningkatan kapasitas, peningkatan kualitas konten, dan peningkatan kolaborasi.

Dengan tiga capaian tersebut, Media AfiliasiMu diharapkan tidak hanya menjadi jaringan media Muhammadiyah, tetapi berkembang menjadi kekuatan komunikasi digital yang mampu memperluas pengaruh gagasan Islam Berkemajuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Prof. Dr. Dadang Kahmad secara resmi membuka Jambore Media AfiliasiMu #3 dengan tema “Penguatan Media AfiliasiMu dalam Era Digital”.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat transformasi media Muhammadiyah agar semakin profesional, kolaboratif, adaptif terhadap teknologi, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai, etika, dan misi dakwah yang mencerahkan.