TULANG BAWANG BARAT —WARTAMU.ID – Refleksi Program Sekolah (RPS) menjadi ruang bagi sekolah untuk tidak sekadar menilai program yang telah berjalan, tetapi juga membaca kembali kebutuhan murid dan menentukan langkah perbaikan ke depan.
Kegiatan RPS jenjang SMP se-Kecamatan Way Kenanga tersebut dilaksanakan di SMP MMT Mercubuana dan diikuti oleh kepala sekolah serta guru dari sejumlah satuan pendidikan di wilayah tersebut. (10/08/2026)
Kegiatan turut didampingi Pengawas Sekolah Budiman, S.Pd., serta Officer Tubaba Cerdas, Muhammad Khadafi. Hadir pula para kepala sekolah jenjang SMP se-Kecamatan Way Kenanga dari SMP MMT Mercubuana, SMP Negeri 17 Tubaba, SMP Negeri 23 Tubaba, SMP Batoro Katong, dan SMP Pelita.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi sekolah untuk melihat kembali berbagai program yang telah dilaksanakan. Apa yang sudah berjalan baik dipertahankan, sementara hal-hal yang masih menghadapi kendala menjadi bahan pembahasan untuk menentukan perbaikan.
Budiman, S.Pd., menekankan bahwa refleksi tidak seharusnya berhenti pada proses evaluasi.
Refleksi bukan sekadar melihat kekurangan, tetapi bagaimana kita belajar dari apa yang sudah dilakukan. Dari refleksi itu kita bisa menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan sekolah serta murid,” ujar Budiman.
Menurut dia, proses refleksi harus berujung pada tindak lanjut yang nyata. Program yang telah dirancang perlu dilihat kembali dampaknya agar sekolah tidak sekadar menjalankan kegiatan, tetapi memastikan kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi murid.
Yang paling penting setelah refleksi adalah tindak lanjut. Apa yang kita temukan harus menjadi bahan untuk memperbaiki program ke depan, sehingga setiap kegiatan yang dilakukan sekolah benar-benar memberikan dampak bagi perkembangan dan keberhasilan murid,” katanya.
Guru Menjadi Bagian Penting
Pelaksanaan RPS juga sejalan dengan imbauan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Barat agar refleksi program sekolah dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan penuh komitmen.
Kepala sekolah didorong melibatkan seluruh guru dalam proses refleksi, perencanaan, hingga pelaksanaan program. Pelibatan tersebut penting karena guru memiliki pengalaman langsung dalam proses pembelajaran dan memahami berbagai kebutuhan murid di kelas. Orang tua juga memiliki posisi penting dalam mendukung keberhasilan program dan perkembangan murid.
Dalam konteks itu, RPS menjadi ruang bersama untuk menyatukan pengalaman kepala sekolah dan guru. Berbagai persoalan tidak dibebankan kepada satu pihak, tetapi dibicarakan untuk menemukan langkah yang dapat dilakukan secara bersama-sama.
Membangun Budaya Perbaikan
Kehadiran Officer Tubaba Cerdas Muhammad Khadafi dalam kegiatan tersebut turut memperkuat proses pendampingan dan kolaborasi antarsatuan pendidikan.
RPS diharapkan dapat berkembang menjadi budaya sekolah, bukan sekadar agenda tahunan. Sekolah perlu terbiasa melihat data dan pengalaman pembelajaran, melakukan refleksi, kemudian menggunakan hasilnya untuk memperbaiki program.
Melalui forum tersebut, SMP se-Kecamatan Way Kenanga memiliki ruang untuk saling belajar dan berbagi praktik baik. Pengalaman satu sekolah dapat menjadi bahan pembelajaran bagi sekolah lainnya.
Pada akhirnya, keberhasilan RPS bukan hanya ditentukan oleh tersusunnya laporan atau rencana tindak lanjut. Ukuran yang lebih penting adalah apakah refleksi tersebut mampu mendorong perubahan dalam pembelajaran dan memberikan dampak yang lebih baik bagi murid.












