Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

KKN UMRI KELOMPOK 123 PETAKAN POTENSI DESA KOTO MESJID, DORONG PEMBANGUNAN BERBASIS DATA

KOTO MESJID, 4 September 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 123 Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, melaksanakan program pembuatan peta potensi sumber daya desa, Jumat (4/9/2026).

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Kegiatan yang dilaksanakan di depan Kantor BUMDes Desa Koto Mesjid tersebut melibatkan 11 mahasiswa KKN UMRI Kelompok 123 bersama aparatur desa, pengurus BUMDes, tokoh masyarakat, serta pelaku UMKM dan masyarakat setempat.

Program pemetaan ini menjadi salah satu langkah konkret mahasiswa KKN UMRI Kelompok 123 dalam membantu Desa Koto Mesjid mendokumentasikan dan menginventarisasi berbagai potensi yang dimiliki secara lebih sistematis. Peta tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi produk akhir kegiatan KKN, tetapi dapat menjadi instrumen pendukung bagi desa dalam membaca potensi wilayah dan menentukan arah pembangunan ke depan.

Dalam prosesnya, mahasiswa melakukan survei lapangan dan pengumpulan data untuk mengidentifikasi berbagai potensi yang tersebar di wilayah Desa Koto Mesjid. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan masyarakat dan aparatur desa, serta pemanfaatan teknologi GPS untuk menentukan titik lokasi secara lebih akurat.

Berbagai potensi tersebut kemudian dikategorikan berdasarkan sektor, mulai dari potensi alam seperti lahan pertanian, perkebunan dan sumber air, hingga potensi ekonomi yang mencakup UMKM, peternakan, perdagangan, pengrajin dan pariwisata. Pemetaan juga mencakup sejumlah infrastruktur publik serta aset yang dimiliki oleh desa.

Data yang terkumpul selanjutnya diolah dan divisualisasikan menggunakan perangkat lunak pemetaan sehingga menghasilkan informasi spasial yang lebih mudah dipahami. Dengan demikian, pemerintah desa dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai apa yang dimiliki Desa Koto Mesjid, di mana potensinya berada, serta bagaimana peluang tersebut dapat dikembangkan.

BACA JUGA :  ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan Resmi Miliki Institut Parahikma Indonesia (IPI)

Keberadaan peta potensi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai sektor. Bagi pemerintah desa, data tersebut dapat menjadi bahan pendukung dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan sesuai kondisi lapangan.

Sementara bagi BUMDes, pemetaan dapat membuka ruang untuk mengidentifikasi peluang pengembangan usaha, potensi ekonomi lokal, pemasaran produk masyarakat, serta peluang kerja sama dan kemitraan dengan pihak lain.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari aparatur Desa Koto Mesjid yang turut memberikan informasi dan masukan mengenai kondisi wilayah serta potensi yang berkembang di tengah masyarakat. Tokoh masyarakat dan pelaku UMKM turut berkontribusi dalam memberikan data sehingga hasil pemetaan diharapkan mampu menggambarkan kondisi desa secara lebih faktual.

Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 123 berharap peta potensi yang dihasilkan dapat terus dikembangkan dan diperbarui oleh pemerintah desa setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir. Peta tersebut nantinya akan disajikan dalam bentuk cetak dan dikembangkan pula dalam bentuk digital agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

“Kegiatan ini adalah investasi berharga bagi masa depan desa. Data dan informasi yang akurat adalah kunci untuk membuat keputusan yang tepat dalam membangun desa yang lebih maju,” ujar koordinator KKN dari pihak desa.

Melalui program tersebut, KKN UMRI Kelompok 123 Desa Koto Mesjid berupaya meninggalkan lebih dari sekadar sebuah produk. Pemetaan potensi menjadi bagian dari ikhtiar mahasiswa untuk mendorong desa agar semakin mengenali kekuatan wilayahnya sendiri dan menjadikan potensi lokal sebagai pijakan dalam mewujudkan pembangunan yang terarah, mandiri, dan berkelanjutan.