Desa Kabun, 26 Agustus 2026 — Limbah tidak selalu harus berakhir menjadi sampah. Di tangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 34 Universitas Abdurrab, ban bekas yang sebelumnya tidak terpakai disulap menjadi pot Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang bernilai guna sekaligus memperindah lingkungan Desa Kabun.
Kegiatan pengolahan limbah ban bekas yang dilaksanakan pada 26 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk mendorong kesadaran masyarakat bahwa persoalan lingkungan dapat diatasi melalui langkah sederhana, kreatif, dan berkelanjutan.
Proses kegiatan dimulai dengan mengumpulkan serta menyeleksi ban bekas yang masih layak dimanfaatkan. Ban kemudian dibersihkan dari tanah, debu, dan berbagai kotoran sebelum memasuki tahap pengecatan. Dengan sentuhan warna yang menarik, limbah ban diubah menjadi wadah tanaman yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika.
Setelah pengecatan selesai dan mengering, ban ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan. Bagian dalamnya kemudian diisi tanah dan media tanam yang sesuai sebelum digunakan untuk menanam berbagai jenis TOGA.
Sejumlah tanaman yang ditanam meliputi lidah buaya, cocor bebek, mahkota dewa, peppermint, bakung, krokot merah, pegagan, dan kumis kucing. Keberadaan tanaman tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat penghijauan lingkungan, tetapi juga memperkenalkan kembali pemanfaatan tanaman yang dapat mendukung kebutuhan keluarga.
Lebih dari sekadar membuat pot, kegiatan ini membawa pesan bahwa pengelolaan lingkungan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Barang yang dianggap tidak berguna dapat memiliki nilai baru ketika dikelola dengan kreativitas dan kepedulian.
Ketua KKN Kelompok 34 Universitas Abdurrab, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa keberlanjutan program menjadi hal utama yang ingin ditinggalkan mahasiswa kepada masyarakat.
“Dari kegiatan penanaman TOGA ini, kami berharap tanaman yang telah ditanam dapat terus dirawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya sebagai tanaman obat keluarga. Kami juga berharap keberadaan TOGA ini dapat menambah pemanfaatan lahan di BumDes dan memberikan manfaat yang berkelanjutan meskipun kegiatan KKN kami telah selesai.”
Menurutnya, keberhasilan program KKN bukan hanya diukur dari kegiatan yang terlaksana selama mahasiswa berada di desa, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu melanjutkan dan merasakan manfaat program setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Melalui pemanfaatan ban bekas menjadi pot TOGA, KKN Kelompok 34 Universitas Abdurrab berupaya meninggalkan lebih dari sekadar hasil kegiatan. Program tersebut diharapkan menjadi contoh sederhana bahwa kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan lahan, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan bersamaan untuk menciptakan lingkungan Desa Kabun yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan.





