TECHNO  

Mulai Malam Nanti Jangan Lagi Taruh HP di Atas Kasur, Jika Tak Mau Sederet Bahaya Kesehatan Ini Mengintaimu

Ilustrasi Gambar Pixabay

WARTAMU.ID, Techno – Saat ini ponsel menjadi suatu kebutuhan yang sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Sudah menjadi rahasia umum pula kalau sejumlah orang tak bisa lepas dari ponselnya. Bahkan saat mereka tidur, tak sedikit yang menaruh ponsel miliknya di atas kasur atau di bawah bantal. Dikutip dari hype.grid.id

Melansir dari Kompas.com, alasan menaruh ponsel di atas kasur pun beragam, entah karena mendengarkan musik, memastikan alarm yang disetel terdengar jelas, atau sekadar memudahkan ponsel untuk dijangkau bila ada notifikasi masuk.

Apapun alasannya, sebenarnya menaruh ponsel di atas kasur bisa menimbulkan efek jangka panjang yang tidak baik untuk kesehatan pengguna.

Oleh karena itu, bila tak berniat mematikan daya ponsel, pengguna dianjurkan untuk menyimpan ponselnya beberapa meter dari tempat tidurnya.

Jika tak mau, menaruh ponsel di atas ranjang bisa jadi salah satu bahaya yang bisa mengancam nyawa seisi rumah loh.

Bahaya Menaruh HP di Kasur

Setiap beraktivitas, banyak orang tak bisa lepas dari gadget mereka.

Bahkan, ketika sedang makan dan tidur pun tak lepas dari gadget.

Padahal idealnya waktu makan dan tidur seharusnya terlepas dari gadget agar tidak mengganggu.

Namun tahukah kamu berada di dekat gadget terlalu sering tidak baik untuk kesehatan.

Melansir dari laman Boldsky (23/7/2018) via SajianSedap.com, tidur di dekat gadget atau menaruh ponsel di bawah bantal bahkan dipercaya meningkatkan risiko tumor otak.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Sebagian besar radiasi medan elektromagnetik yang ada pada gadget lah yang disinyalir sebagai penyebab utamanya.

The All India Institute of MedicalSciences (AI1MS) di New Delhi, dalam laporannya tahun lalu menyebutkan bahwa orang-orang dengan tumor otak mengalami peningkatan risiko penyakitnya karena berada dekat ponsel lebih dari 45 menit.

Risiko ini mengalami peningkatan yang lebih drastis ketika mereka menyimpan gadget di bawah bantal atau dekat tempat tidur.

Tak hanya meningkatkan risiko tumor otak, radiasi dari gadget juga sangat tidak baik untuk kesehatan ibu hamil dan janinnya.

Dampak radiasi dari gadget beresiko pada orang dewasa, khususnya yang sering memainkan gadget disaat yang tidak semestinya dan terlalu lama.

Selain orang dewasa, dampak ini juga berlaku untuk anak anak, yang semestinya tidak dibiarkan selalu memakai gadget di usia dini.

Hal ini tentu menjadi teguran bagi kita semua, agar bisa membatasi penggunaan gadget dalam berbagai aktifitas.

Selain meningkatkan resiko terkena berbagai penyakit, sering memainkan gadget juga mempengaruhi kehidupan sosial seseorang.

Harusnya sering berinteraksi langsung melalui tatap muka, akan hilang dengan interaksi hanya melalui gadget saja.

Agar tak berpengaruh buruk bagi kesehatan tubuh, sebaiknya mulai sekarang kita harus memperhatikan lagi batas wajar pemakaian penggunaan gadget.

Dari Risiko Terbakar, Radiasi Hingga Gangguan Kualitas Tidur

Menurut survei, 44 persen pemilik ponsel tidur di dekat ponsel mereka.

Meski kamu beralasan tak bisa jauh-jauh dari ponsel sepanjang hari, tetapi saat tidur sebaiknya simpan ponsel atau gadget jauh dari tempat tidur.

Ketahui apa saja bahaya kesehatan jika kita tidur bersama ponsel, seperti yang dikutip dari Kompas.com berikut:

– Risiko terbakar

Sudah cukup sering terjadi kasus ponsel pintar meledak dan terbakar di tempat tidur.

Sejauh ini diduga penyebabnya adalah pemakaian baterai yang tidak sesuai dengan spesifikasi ponsel.

Oleh karena itu, sebaiknya kita memilih aksesoris ponsel yang asli dan menjauhkan ponsel dari tempat tidur di malam hari.

– Mengganggu tidur

Ponsel, tablet, TV, dan berbagai perangkat gadget yang menggunakan layar LED akan mengeluarkan cahaya biru.

Sinar ini diketahui akan menghambat produksi hormon melatonin yang kita butuhkan agar bisa mengantuk.

Terganggunya produksi melatonin juga akan merusak jam biologis tubuh.

– Bahaya radiasi HP

Memang belum ada riset yang membuktikan penggunan ponsel akan menyebabkan kanker.

Tetapi secara umum ponsel dan gadget lain mengeluarkan radiasi elektromagnetik dalam dosis rendah.

Jumlah yang sama juga dikeluarkan oleh microwave dan alat rontgen.

– Risiko kemandulan

Alasan ketika untuk tidak lagi tidur sambil taruh HP di kasur ialah karena adanya risiko yang menyebabkan ketidaksuburan atau kemandulan pada pria.

Dalam penelitian terpisah, radiasi yang dipancarkan oleh smartphone ini ternyata bisa mengakibatkan penurunan kualitas sperma.

Hal ini kemudian meningkatkan risiko kemandulan pada pria.

Hal ini terungkap dalam penelitian berjudul The Influence of Direct Mobile Phone Radiation on Sperm Quality yang dilakukan oleh Igor Gorpinchenko dkk pada 2014 lalu.

Para peneliti mengambil sampel sprema dari 32 pria sehat.

Lalu sampel tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu A dan B, dengan jumlah yang sama rata.

Baik sperma dari kelompok A dan B diinkubasi selama 5 jam di dalam termostat.

Namun bedanya, sperma kelompok B diberikan perlakuan tambahan, berupa adanya ponsel dalam keadaan standby atau menyala yang diletakkan di dekat termostat.

Hasilnya, kelompok B memiliki jumlah spermatozoa dengan gerakan progresif yang lebih sedikit, ketimbang kelompok A yang tidak diinkubasi dengan ponsel dalam keadaan standby.

“Jumlah spermatozoa gerakan non-progresif lebih tinggi secara signifikan pada kelompok yang dipengaruhi oleh radiasi ponsel. Fragmentasi DNA juga secara signifikan lebih tinggi pada kelompok ini,” tulis Gorpinchenko dkk.

Para peneliti berkesimpulan, ada korelasi antara paparan radiasi dari smartphone, terhadap tingkat DNA-fragmentasi dan penurunan motilitas sperma.

Motilitas sendiri adalah kemampuan sperma untuk bergerak secara efisien untuk membuahi sel telur dan menghasilkan kehamilan yang sukses.

Salah satunya diitandai dengan adanya spermatozoa gerakan progresif.

Bila banyak spermatozoa gerakan non-progresif ini meningkatkan risiko masalah kesuburan pada pria.

Meski demikian, menurut situs Medical News Today, sekitar 90 persen masalah kesuburan pada pria sebenarnya disebabkan oleh jumlah sperma yang sedikit.

Namun, motilitas sperma yang buruk dan bentuk sperma abnormal juga ikut menyumbang 10 persen dari hal-hal yang menyebabkan pria mandul atau sulit punya anak.

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *