Prof. Akrim Resmi Pimpin UMSU 2026–2030, Muhammadiyah Tekankan Kepemimpinan Profetik

Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq.

WARTAMU.ID, Sumut – Regenerasi kepemimpinan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berlangsung lancar dan sukses. Pada Selasa (28/4), Prof. Dr. Akrim resmi dilantik sebagai Rektor UMSU periode 2026–2030, menggantikan Prof. Dr. Agussani yang pada kesempatan yang sama dikukuhkan sebagai Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UMSU.

Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq. Momentum ini menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan sekaligus penguatan peran strategis UMSU sebagai salah satu perguruan tinggi swasta unggulan di Indonesia.

Dalam amanatnya, Haedar Nashir menekankan pentingnya menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi secara optimal di bawah kepemimpinan baru. Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan di lingkungan Muhammadiyah harus berlandaskan nilai-nilai profetik.

“Kepemimpinan profetik ialah kepemimpinan yang tetap memadukan antara urusan dunia dan urusan akhirat. Imam Mawardi mengatakan bahwa kepemimpinan dalam Islam itu adalah proyeksi dari kerasulan Nabi. Itulah kepemimpinan profetik,” jelas Haedar.

Ia optimistis dengan semangat tersebut, UMSU akan terus menjalankan fungsi dakwah dan tajdid demi kemaslahatan umat.

“Saya yakin dengan spirit kepemimpinan seperti itu, kita akan tetap menjalankan fungsi dakwah dan tajdid kita untuk kemaslahatan dan rahmat bagi semesta alam. Selamat Pak Akrim, Insya Allah UMSU akan semakin maju dan Muhammadiyah di Sumatera Utara juga akan semakin maju. Dan juga untuk Pak Agussani, dengan perannya di Badan Pembina Harian,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Fajar Riza Ul Haq menilai UMSU sebagai contoh transformasi perguruan tinggi yang berjalan dengan baik, mengedepankan keberlanjutan dan kesinambungan kepemimpinan. Ia menyebut UMSU telah menjadi salah satu perguruan tinggi swasta papan atas, tidak hanya di Sumatera tetapi juga di tingkat nasional.

Menurutnya, kontribusi UMSU sangat signifikan terhadap peningkatan angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi di Sumatera Utara.

“Peran UMSU sebagai salah satu PTS terdepan di Sumatera telah berkontribusi pada peningkatan APK perguruan tinggi. APK perguruan tinggi di Sumatera Utara ini sedikit lebih tinggi di atas rata-rata nasional. Kalau rata-rata nasional sekitar 32,87 persen, maka Sumatera Utara mencapai 33 persen. Dan saya yakin, sebagian besar itu dikontribusikan oleh kiprah UMSU,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pernyataan Bung Karno dan Pak.Harto Dikutip Ketum PP Muhammadiyah DalamSambutan Penutupan MuktamarKe-48

Fajar juga mengungkapkan bahwa rata-rata APK di negara maju berada di kisaran 40 hingga 50 persen. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kepemimpinan baru UMSU untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi.

“Pak Rektor yang baru masih punya pekerjaan rumah bagaimana ke depan APK perguruan tinggi di Sumut bisa mencapai angka 50 persen. Artinya, UMSU dapat memberikan akses yang lebih luas bagi putra-putri daerah,” tuturnya.

Selain itu, ia berharap UMSU terus menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam mencetak calon guru dan tenaga kependidikan yang profesional.

Fajar menyebut, pada tahun sebelumnya UMSU telah meluluskan sekitar 9.629 calon guru sebagai bagian dari program sertifikasi guru nasional. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

“Jika sebelumnya jumlah guru tersertifikasi sekitar 65 persen atau 1,9 juta, maka pada 2025 meningkat menjadi 92 persen atau sekitar 2,7 juta. Ke depan, pemerintah berkomitmen agar tidak ada lagi guru yang belum tersertifikasi,” pungkasnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi UMSU untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses, serta memperkuat kontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul demi kemajuan bangsa.