Ratusan Wartawan Tuntut Oknum Anggota DPRD Way Kanan, Masda Yulita, untuk Meminta Maaf

Dalam orasinya, Hermansyah mengatakan, kedatangan para wartawan ke Gedung DPRD adalah untuk mengetahui dan mendengar prestasi apa yang telah diperbuat oleh Masda Yulita.

WARTAMU.ID, Way Kanan, Lampung – Ratusan wartawan dari berbagai organisasi menggeruduk kantor DPRD Way Kanan, Lampung, menuntut agar oknum anggota DPRD Way Kanan, Masda Yulita, segera meminta maaf baik secara lisan maupun dengan membuat iklan permintaan maaf di seluruh media. Aksi massa ini dilakukan pada Rabu (10/07/2024) dengan titik kumpul awal di Sekretariat DPC Pro Jurnalismedia Siber (PJS) – PJS Rumah Kita Way Kanan, sebelum bergerak menuju Gedung DPRD setempat menggunakan lima mobil dan puluhan sepeda motor.

Para wartawan ini mendapat pengawalan dari petugas kepolisian Polres Way Kanan selama perjalanan dari sekretariat DPC PJS menuju Gedung DPRD. Setibanya di Gedung DPRD, para wartawan yang dipandu oleh Ketua DPC PJS Way Kanan, Hermansyah, merangsek masuk ke gedung. Di lokasi tersebut, puluhan polisi berseragam, beberapa di antaranya mengenakan pakaian preman, serta puluhan anggota Sat Pol PP terlihat menghalau para wartawan yang mulai mendekati teras kantor DPRD.

“Tidak perlu membuat pagar betis, bapak ibu Pol PP, saya tahu ini tugas kalian. Tapi kami datang mengusung damai, dan tidak ada anarkis, kami ini rakyat Way Kanan juga,” kata Hermansyah.

Para wartawan datang membawa spanduk karton dengan berbagai tulisan kecaman terhadap Masda Yulita. Salah satu yang menarik perhatian adalah tulisan “Jangan Lantik Masda Yulita yang Tak Layak Jadi Wakil Rakyat”.

Pada awalnya, hanya Ketua DPRD Way Kanan, Nikman Karim, yang menemui aksi massa karena sedang ada sidang paripurna DPRD bersama Wakil Bupati Way Kanan, Ali Rahman, membahas tentang KUA-PPAS Tahun Anggaran 2025. Setelah menyambut aksi damai dari berbagai organisasi wartawan seperti PJS, AWPI, IWO, PPRI, PWRI, KWRI, LPRI, dan beberapa LSM serta Ormas seperti Bara-JP, Nikman Karim kembali ke dalam gedung untuk melanjutkan sidang paripurna.

Dalam orasinya, Hermansyah mengatakan, kedatangan para wartawan ke Gedung DPRD adalah untuk mengetahui dan mendengar prestasi apa yang telah diperbuat oleh Masda Yulita. “Kita mau dengar dari unsur pimpinan dewan dan anggotanya, apa prestasi Masda Yulita sebagai anggota DPRD Way Kanan, sudah adakah? Selama ini belum pernah kami dengar,” ujarnya.

Hermansyah juga menekankan pentingnya etika bagi anggota DPRD. “Jika anggota DPRD tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat, seharusnya banyak belajar etika. Apa pantas dia (Masda Yulita, red) jadi Wakil Rakyat?” tanya Hermansyah kepada pengunjuk rasa, yang dijawab dengan serentak, “Tidaaaaak”.

Menurut Hermansyah, baik anggota DPRD maupun wartawan dilindungi oleh undang-undang. “Coba bapak-bapak Pol PP, tahu gak undang-undang yang melindungi wartawan itu nomor berapa?” tanyanya, yang spontan dijawab oleh para pengunjuk rasa, “Nomor 40 tahun 1999.”

Orasi yang disampaikan bergantian oleh para ketua organisasi wartawan dan perwakilan media seperti Medi (Ketua AWPI), Firman (Media Kabar Wayka), Indra Pukuk (Ketua FPII), Sarkoni (Anggota PJS), Epan (Media Mitra Mabes), Sam’un, dan lainnya berlangsung dengan semangat. Setelah hampir 1,5 jam berorasi, Ketua DPRD Way Kanan, didampingi Ketua Fraksi Gerindra, Adinata, dan beberapa anggota DPRD lainnya menemui para pendemo dan mengajak mereka berdialog di ruangan.