WARTAMU.ID, Jeddah, 8 November 2023 – Organisasi Kerjasama Internasional (OKI) dan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi berhasil menyelenggarakan Konferensi Internasional tentang Women in Islam: Status and Empowerment. Acara ini berlangsung pada tanggal 22-24 Rabiul Akhir 1445 H atau bertepatan dengan tanggal 6-8 November 2023 di Hotel Hilton Jeddah Arab Saudi. Konferensi ini menjadi wadah bagi perwakilan negara-negara anggota OKI untuk berdiskusi mengenai peran signifikan perempuan di dunia Muslim dan berbagi pengalaman dalam upaya pemberdayaan perempuan Muslim.
Menteri Luar Negeri Indonesia, HE. Retno Marsudi, menjadi salah satu pembicara kunci dalam konferensi ini. Beliau menghadiri opening ceremony pada hari pertama dan memberikan pernyataan pada hari kedua sebagai perwakilan Menteri dari negara-negara Asia. Dalam pidatonya, HE. Retno Marsudi menegaskan pentingnya partisipasi perempuan dalam pembangunan dan kemasyarakatan, serta menyatakan solidaritas dengan perempuan di Palestina.
Selain Menteri luar negeri, konferensi ini juga mengundang akademisi dan peneliti Indonesia, Ai Fatimah Nur Fuad, untuk berbicara dalam sesi panel berjudul Equal opportunities to education between men and women in the Muslim world. Ai Fatimah menyoroti pentingnya kesetaraan pendidikan bagi perempuan di negara-negara Muslim, memastikan perempuan terdidik dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan dan menciptakan masyarakat yang inklusif dan maju.
Ai Fatimah Nur Fuad, Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) UHAMKA, anggota Pengurus Pusat Muhammadiyah, dan Pengurus Pusat MUI bidang Hubungan dan Kerjasama Internasional, menjadi salah satu representasi akademisi Indonesia yang berdampingan dengan pembicara dari negara OKI lainnya, termasuk Afghanistan, Saudi Arabia, Mauritania, dan Gambia.
Hasil dari konferensi ini termanifestasikan dalam Jeddah Document dan Final Communique, yang menekankan bahwa prinsip-prinsip Islam mendukung kesetaraan laki-laki dan perempuan. Islam memberikan hak-hak yang sama kepada perempuan dan laki-laki untuk berkontribusi secara positif dalam masyarakat dan negara. Konferensi ini membawa pesan komprehensif dan holistik mengenai kesetaraan gender dalam Islam.












