Akar Rumput Muhammadiyah

Ilustrasi Dok Foto Istimewa

WARTAMU.ID, Humaniora – Muhammadiyah adalah organisasi yang kaya raya secara nilai aset di Indonesia bahkan dunia dalam kategori organisasi islam yang mandiri. Tidak ada yang bisa mengklaim aset Muhammadiyah atas nama priabdi sekalian kader Muhammadiyah paling senior dengan pengabdian 50 tahun bahkan lebih baik di persyarikatan maupun amal usaha Muhammadiyah. Sebab hal itu secara general meniru aset umat islam melalui aturan yang ada di organisasi Muhammadiyah dengan aturan, prosedur, dan mekanisme organisasi yang adiministratif serta manajerial. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa bagi Muhammadiyah ketika dapat membangun negeri ini dari ketertinggalan sekalipun masih banyak tugas pekerjaan yang harus terus diselesaikan. Sampai kapanpun pun Muhammadiyah akan terus memajukan umat dari berbagai aspek kehidupan untuk menjadi sang pencerah dan sang suluh peradaban islam untuk umatnya.

Selama ini ketika bicara Muhammadiyah, maka yang akan terlihat dan jadi sorotan adalah para pembesar, para elit, para tokoh, dan para pengurus pimpinan di tingkatkan wilayah khsusnya pusat. Sehingga keberhasilan Muhammadiyah secara Makro sangat terlihat jelas dan tampak atas semua pencapaian nya. Akan tetapi pada tingkat menengah dan meso dan tingkat paling bawah atau mikro dan alit sering terabaikan, sebab harus berjuang sendiri menyesuaikan dengan situasi dan kondisi lingkungan di tempat nya masing-masing yang tentunya berbeda problematika nya dengan wilayah dan pusat. Para penggerak Muhammadiyah di tingkat menengah ke bawah inilah yang lupa dari sorotan dan bahkan kerap kali jadi kambing hitam serta objek masalah jika Muhammadiyah mengalami polemik dan dinamika organisasi baik paham keagamaan, ideologi varian, sampai pada ramah politik praktis. Hal itu juga yang dapat membuat regenerasi atau pengkaderan mati atau terputus, akibat dari situasi yang tak begitu memihak dan menyenangkan secara mental berorganisasi di tingkat bawah. Jangankan bicara amal usaha Muhammadiyah, bicara organisasi pengurus pimpinan saja terkadang masing banyak kendala dan kesulitan dalam memperbanyak kader sumber daya insani Muhammadiyah. Sehingga corak varian ideologi dapat terjadi kawin silang antar kiri dan kanan antar kiblat fiqih, aqidah dan teologi maupun kalam serta lainnya.

Akar rumput Muhammadiyah adalah pahlawan tanpa jasanya Muhammadiyah dalam menggerakkan organisasi di tingkat menengah ke bawah yang kalah panggung serta kalah penampilan dengan para elit pimpinan dan tokoh wilayah maupun pimpinan pusat. Akar rumput Muhammadiyah paling sering jadi bahan bulan-bulanan ketika terjadi polemik, persoalan dan permasalahan jika melanda Muhammadiyah secara garis besar dalam sorotan publik. Sebagai Akar rumput Muhammadiyah secara ilustrasi itu seperti posisi paling rendah, paling bawah dan paling mudah diinjak, digoyang dan diabaikan. Walaupun pada umumnya Akar rumput Muhammadiyah itu pun bisa naik kelas dan naik level menjadi elit jika mencapai kesuksesan jalan menuju puncak sebagai bentuk regenerasi dan pergantian struktural dalam bermuhammadiyah. Akar rumput Muhammadiyah ini paling banyak bersuara dan menderita, aka tetapi tidak sampai sehingga harus mampu mencari jalannya sendiri ketika bermuhammadiyah. Kehidupan Akar rumput Muhammadiyah tentu berbeda jauh dengan elit Muhammadiyah, sebab situasi di lapangan ketika berhadapan dengan berbagai persoalan terhadap lintas organisasi atau pun kelompok masyarakat yang ada dalam ranah perbedaan. Terkadang Akar rumput Muhammadiyah juga jauh lebih bijak dalam menyikapi perbedaan, sebab lebih sering berinteraksi dengan berbagai perbedaan di lapangan ketika terjadi kehidupan bermasyarakat.

BACA JUGA :  Prospek Ekonomi Syariah Masa Pemerintahan Presiden Prabowo Dengan Kabinet Merah Putih

Potret Akar rumput Muhammadiyah ini secara garis besar akan menjadi problem yang sering mencuat hanya ada 3 yakni paham keagamaan ideologi varian, politik praktis kepentingan kekuasaan dan dinamika intrik struktural organisasi maupun amal usaha Muhammadiyah. Secara singkat ketiga itu yakni ideologi, politik dan ekonomi yang menjadi pertarungan Akar rumput Muhammadiyah baik sesama Akar rumput Muhammadiyah juga maupun kepada elit Muhammadiyah nya ataupun kepada kelompok organisasi lain di luarnya. Kehidupan Akar rumput Muhammadiyah tak semudah dibayangkan, sama halnya kehidupan para elit Muhammadiyah pun tak semudah itu dibayangkan karena tugasnya pun semakin besar. Itulah kenapa relasi hubungan bermuhammadiyah antara Akar rumput Muhammadiyah dan Elit Muhammadiyah harus seiring sejalan, solid, kolaboratif, harmonis dan penuh keakraban serta kekeluargaan. Sebab tantangan umat yang lebih urgensi masih banyak yang belum diselesaikan di tengah situasi kehidupan yang sangat hedonis, istridraj, jumud modern, dan jahiliyah kontemporer.

Rapatkan shof barisan bermuhammadiyah baik Akar rumput Muhammadiyah dan elit Muhammadiyah serta seluruh warga Muhammadiyah untuk dapat menyelesaikan persoalan umat dengan misi mencerahkan, menggerakkan dan menggembirakan walaupun kehidupan sangat kelam. Khususnya Akar rumput Muhammadiyah harus lebih banyak bersabar dengan menguatkan fisik lagi mental, sebab Akar rumput Muhammadiyah merupakan kelas ekonomi menengah ke bawah yang juga umumnya tidak sejahtera baik itu mereka guru, dosen, pegawai, staf, karyawan, security, penjaga sekolah, dan lintas tukang pekerjaan lainnya baik di lingkungan amal usaha Muhammadiyah maupun yang diluar AUM. Karena Akar rumput Muhammadiyah juga bagian dari kelompok paling rentan mengalami polemik yang dapat membuat rumitnya roda organisasi Muhammadiyah jika tidak dicarikan jalan solusi pencerahan nya. Jangan sampai elit Muhammadiyah dan Akar rumput Muhammadiyah itu bagaikan 2 kutub yang pro kontra akibat dari permainan pihak luar atau jadi alat proxy yang ingin merusak Muhammadiyah melalui warganya sebagai sumber daya manusia di dalam nya. Sangat penting untuk tetap pada barisan dan shof Muhammadiyah dalam berorganisasi, serta saling melindungi apalagi jika sesama Akar rumput Muhammadiyah untuk tidak mudah diadu, dibenturkan dan dipermainakan oleh kelompok di luar Muhammadiyah yang mempengaruhi ideologi, politik dan ekonomi. Semoga Akar rumput Muhammadiyah di mana pun berada Khususnya di daerahnya yang masih sangat minim dan lemah tetap pada barisan yang rapi lagi kokoh untuk terus berdakwah bersama Muhammadiyah meskipun hanya bagain dari Akar rumput nya Muhammadiyah.

BACA JUGA :  Teliti Kepemimpinan AR Fachruddin, Ikhwan Ahada Ketua PWM DIY Raih Gelar Doktor

Oleh : As’ad Bukhari, S.Sos., MA
(Analis Intelektual Muhammadiyah Islam Berkemajuan)