Syawalan AMM Kabupaten Banjar: Konsolidasi Kader Menuju Satu Abad Muhammadiyah yang Berkemajuan

Kegiatan Syawalan AMM ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi ide dan gerakan, sekaligus memperkuat peran strategis kader muda dalam membawa Muhammadiyah Kabupaten Banjar menuju satu abad yang lebih progresif dan berkemajuan.

WARTAMU.ID, Banjar – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Syawalan pada Sabtu, 28 Maret 2026, bertempat di Aula BPBAT Mandiangin. Kegiatan ini mengusung tema “Kader Tangguh, Amanah Utuh, Menuju 1 Abad Muhammadiyah Kab. Banjar” sebagai bentuk refleksi sekaligus proyeksi gerakan Muhammadiyah dalam menyongsong abad kedua.

Ketua Panitia, Ahmad Tsaaqib, dalam laporannya menyampaikan bahwa Syawalan tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga ruang strategis bagi kader untuk menyampaikan gagasan dan pemikiran demi kemajuan persyarikatan. Ia menegaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini menjadi blueprint arah gerakan dan kaderisasi Muhammadiyah Kabupaten Banjar ke depan.

“Syawalan ini bukan hanya temu kangen, tetapi juga forum kader untuk bersuara, merumuskan ide, dan memperkuat komitmen menuju satu abad Muhammadiyah di Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPKSDI, Hasmi Ridho, dalam sambutannya menekankan pentingnya kaderisasi yang berkelanjutan. Ia berharap setiap kader dapat melalui proses perkaderan secara utuh dan sistematis agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi Muhammadiyah.

Hal senada disampaikan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banjar, Anas Abdurrahman. Ia menegaskan bahwa masa depan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya saat ini.

“Jika ingin melihat masa depan Muhammadiyah, maka lihatlah angkatan muda hari ini. Kaderisasi yang berkelanjutan melalui ortom menjadi jaminan eksistensi Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ungkapnya.

Dalam sesi materi, para narasumber menyampaikan sejumlah catatan penting terkait penguatan gerakan dan kaderisasi Muhammadiyah di Kabupaten Banjar.

Pembicara pertama, Hasbi Rivani selaku Ketua PDM Kabupaten Banjar menyoroti pentingnya dokumentasi sejarah Muhammadiyah serta penguatan gerakan perkaderan di tingkat ortom. Ia juga menilai progresivitas gerakan Muhammadiyah di Kabupaten Banjar masih perlu ditingkatkan, mengingat perjalanan yang hampir mencapai satu abad belum menunjukkan dinamika yang signifikan. Selain itu, ia menekankan pentingnya kader untuk mengisi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dengan target minimal 50 persen diisi oleh kader sendiri.

“Diaspora kader itu penting, tetapi nilai dan ideologi Muhammadiyah harus tetap melekat, sehingga pada akhirnya mereka kembali dan berkontribusi untuk persyarikatan,” jelasnya.

BACA JUGA :  PD Muhammadiyah Sumenep Support Pemberangkatan PS HW di Turnamen Bima Putra U-12 Tingkat Regional Jawa Timur

Pemateri kedua, Firman Hadi, Wakil Ketua PDM Kabupaten Banjar, menyoroti pentingnya penguatan dakwah Muhammadiyah yang lebih masif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Ia menilai Muhammadiyah perlu menyesuaikan strategi dakwah agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap kondisi sekolah-sekolah Muhammadiyah serta kesejahteraan kader yang berkhidmat di AUM.

Adapun pembicara ketiga, Edi Rukman selaku Mudir MBS Martapura, mengangkat isu kesejahteraan kader dan sistem pengelolaan AUM. Mengutip pemikiran Ahmad Syafii Maarif, ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak boleh “mendzalimi” kadernya sendiri, terutama mereka yang berjuang penuh waktu dalam menghidupkan amal usaha.

Ia juga menyoroti bahwa pengelolaan AUM di bidang pendidikan di Kabupaten Banjar masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara sistematis. Oleh karena itu, diperlukan sistem kaderisasi yang lebih terarah berbasis kebutuhan, dengan output dan outcome yang jelas bagi kemajuan Muhammadiyah.

Kegiatan Syawalan AMM ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi ide dan gerakan, sekaligus memperkuat peran strategis kader muda dalam membawa Muhammadiyah Kabupaten Banjar menuju satu abad yang lebih progresif dan berkemajuan.