WARTAMU.ID Sumenep – Menjelang kepulangan ratusan jemaah haji asal Kabupaten Sumenep dari Tanah Suci, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan seluruh skema penyambutan telah dipersiapkan secara menyeluruh. Mulai dari transportasi, pengamanan, layanan kesehatan hingga konsumsi, seluruh elemen pendukung disiapkan untuk menjamin para jemaah dapat kembali ke kampung halaman dengan aman, nyaman dan penuh kebahagiaan.
Keseriusan pemerintah daerah tersebut ditunjukkan melalui rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi terkait, seperti Disperkimhub, Polres Sumenep, Satpol PP, Dinas Kesehatan serta sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya yang terlibat langsung dalam proses pemulangan jemaah.
Stadion A. Yani Sumenep kembali ditetapkan sebagai pusat penyambutan. Lokasi ini akan menjadi titik kumpul para jemaah sebelum diberangkatkan menuju kecamatan dan desa masing-masing.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Sumenep, Kamiludin, S.Pd.I., M.AP menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah sejak tiba di Sumenep hingga berkumpul kembali dengan keluarga mereka.
“Jemaah haji adalah tamu Allah yang harus mendapatkan pelayanan terbaik. Karena itu, seluruh tahapan penyambutan kami siapkan secara maksimal agar proses kepulangan berlangsung aman, tertib dan nyaman,” ujarnya
Menurut Kamiludin, keberhasilan penyambutan jemaah tidak hanya bergantung pada satu instansi, melainkan hasil kolaborasi seluruh pihak yang telah diberikan tugas sesuai bidang masing-masing. Oleh karena itu, koordinasi terus diperkuat guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat menghambat proses pemulangan.
“Kami tidak ingin ada kendala yang mengurangi kenyamanan para jemaah. Semua unsur telah siap menjalankan tugasnya, mulai dari transportasi, pengamanan hingga layanan kesehatan,” tegasnya.
Untuk memastikan mobilitas berjalan lancar, Pemkab Sumenep menyiapkan armada bus yang akan mengantar para jemaah menuju wilayah tujuan. Sementara itu, personel Polres Sumenep akan melakukan pengawalan melalui satuan Patroli dan Pengawalan (Patwal) guna menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan dari titik kedatangan hingga tujuan akhir.
Di sisi lain, aspek kesehatan menjadi perhatian khusus mengingat para jemaah baru saja menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi. Tim medis dan tenaga kesehatan akan disiagakan untuk melakukan pemantauan sekaligus memberikan penanganan cepat apabila ditemukan jemaah yang membutuhkan perawatan.
“Perjalanan dari Tanah Suci tentu cukup menguras tenaga. Karena itu, tim kesehatan akan siaga penuh untuk memastikan kondisi para jemaah tetap terpantau dengan baik,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada aspek teknis, Pemkab Sumenep juga menyiapkan konsumsi sebagai bagian dari pelayanan sekaligus bentuk rasa syukur atas kepulangan para jemaah ke tanah air setelah menuntaskan ibadah haji.
Bagi pemerintah daerah, penyambutan jemaah haji bukan sekadar agenda rutin tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat yang telah menunaikan rukun Islam kelima sekaligus wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan hingga akhir rangkaian ibadah.
“Semoga seluruh proses pemulangan berjalan lancar, para jemaah tiba dalam keadaan sehat, dan kembali ke tengah keluarga dengan membawa predikat haji yang mabrur,” pungkas Kamiludin.
Dengan dukungan dan sinergi seluruh pihak, Pemkab Sumenep optimistis proses kepulangan jemaah haji tahun 2026 akan berlangsung tertib, aman dan penuh kekhidmatan. Sebuah momen yang tidak hanya dinantikan para jemaah, tetapi juga keluarga yang telah lama menunggu kepulangan orang-orang tercinta dari Tanah Suci.












