DAERAH  

Kajian Malam Selasa PDM Way Kanan Bahas Hijrah Spiritual Menyambut Tahun Baru Islam

Kajian Malam Selasa PDM Way Kanan Bahas Hijrah Spiritual Menyambut Tahun Baru Islam

WARTAMU.ID, WAY KANAN – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Way Kanan kembali menyelenggarakan Kajian Malam Selasa #3 secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (15/06/2026) pukul 19.30 WIB. Kajian bertema “Hijrah Spiritual: Dari Kebiasaan Menuju Ketaatan” tersebut menghadirkan pemateri H. M. Ali, S.Ag., M.M.

Kegiatan yang diikuti pimpinan, kader, dan warga Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Way Kanan ini menjadi momentum refleksi dan muhasabah diri menjelang pergantian tahun Hijriah. Dalam pemaparannya, H. M. Ali menegaskan bahwa hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat sebagaimana peristiwa hijrah Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai proses perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Mengawali kajian, beliau mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Menurutnya, ayat tersebut mengandung pesan penting tentang perlunya muhasabah atau evaluasi diri atas amal yang telah dilakukan sebagai bekal menghadapi kehidupan akhirat. Momentum pergantian tahun Hijriah menjadi waktu yang tepat bagi setiap muslim untuk menilai kembali perjalanan hidupnya sekaligus menyusun langkah perbaikan pada masa yang akan datang.

Dalam kajian tersebut, H. M. Ali menjelaskan bahwa hijrah spiritual merupakan proses meninggalkan kebiasaan yang kurang baik menuju ketaatan yang lebih sempurna kepada Allah SWT. Hijrah tidak berhenti pada aspek simbolik, melainkan harus diwujudkan dalam perubahan sikap, pola pikir, dan perilaku sehari-hari.

Beliau menguraikan beberapa bentuk hijrah yang relevan dengan kehidupan saat ini. Pertama, hijrah dari kelalaian menuju kesadaran beribadah. Setiap muslim dituntut untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui pelaksanaan ibadah secara istiqamah, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, serta meningkatkan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, hijrah dari kenyamanan menuju perjuangan dan pengabdian. Menurutnya, semangat hijrah mengajarkan keberanian untuk keluar dari kebiasaan yang tidak produktif menuju aktivitas yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan umat.

BACA JUGA :  Tonggak Baru Pendidikan, SMP Muhammadiyah Negeri Batin Resmi Dibangun

Ketiga, hijrah dari sikap individualistis menuju kepedulian sosial. Kesalehan seorang muslim tidak hanya tercermin dalam hubungan dengan Allah SWT, tetapi juga dalam kepedulian terhadap sesama, semangat berbagi, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan dakwah dan kemasyarakatan.

Beliau juga menekankan pentingnya kesabaran sebagai bekal utama dalam menjalani proses hijrah. Kesabaran diperlukan dalam menjalankan ketaatan, menjauhi kemaksiatan, serta menjaga konsistensi dalam melakukan berbagai kebaikan.

“Perubahan menuju kebaikan tidak selalu mudah. Karena itu, kesabaran menjadi kunci agar hijrah tetap istiqamah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, H. M. Ali mengajak seluruh peserta menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum pembaruan diri, memperkuat ketakwaan, serta meningkatkan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan masyarakat.

Kajian berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti peserta dengan antusias. Melalui kegiatan ini, PDM Way Kanan berharap semangat hijrah dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga Muhammadiyah untuk terus memperbaiki diri, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan menghadirkan kemaslahatan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Marilah kita jadikan 1 Muharram sebagai momentum muhasabah dan pembaruan diri. Hijrah yang sesungguhnya adalah berpindah dari kebiasaan yang kurang baik menuju ketaatan yang diridhai Allah SWT,” tutup H. M. Ali.