WARTAMU.ID,MESUJI – Pemerintah Kabupaten Mesuji melalui Dinas Perpustakaan dan kearsipan kembali memperkuat implementasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) sebagai upaya menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.
Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Literasi dan Pelatihan Persemaian Bibit Cabai serta Pembuatan Biosaka yang dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026) di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mesuji.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Tanjung Raya, KWT Pancajaya, serta Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Mesuji. Turut hadir narasumber dari Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji, yakni Penyuluh Pertanian Tanjung Raya Sri Rahayu Ningsih, S.P. dan Penyuluh Pertanian Pancajaya Ika Rahmawati, S.P., M.Sc., serta didukung oleh unsur Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mesuji, DWP Unit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, dan DWP Unit Bapperida.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mesuji, Elvita Krisnawati, SE., MM., menegaskan bahwa TPBIS merupakan bentuk transformasi perpustakaan agar lebih berdampak langsung kepada masyarakat.
“Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui TPBIS, kami dorong literasi terapan agar masyarakat, khususnya ibu-ibu, memiliki keterampilan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.
Kegiatan ini memadukan penguatan literasi dengan praktik langsung di bidang pertanian pekarangan. Materi yang diberikan meliputi persemaian bibit cabai unggul, pembuatan Biosaka, serta pemanfaatannya dalam pengelolaan tanaman cabai skala rumah tangga.
Dalam praktiknya, peserta diperkenalkan pada pembuatan Biosaka yang berasal dari bahan alami berupa ekstrak daun dan rumput segar di lingkungan sekitar. Biosaka berfungsi sebagai elisitor alami yang dapat meningkatkan ketahanan tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.
Peserta juga mendapatkan pendampingan terkait teknik aplikasi, dosis penggunaan, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman cabai di pekarangan rumah.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari peserta. Salah satu perwakilan KWT Tanjung Raya menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan rumah tangga.
“Ilmu yang diperoleh sangat bermanfaat. Kami bisa belajar membuat bibit sendiri dan memanfaatkan bahan alami untuk perawatan tanaman. Ini sangat membantu untuk menekan pengeluaran rumah tangga,” ungkapnya.
Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Mesuji, Teguh, menambahkan kolaborasi ini sejalan dengan semangat berliterasi. Literasi dipertanian menambah pengetahuan menambah jejaring dan pemasaran. Ibu Gemar Membaca, Pertanian Maju, Keluarga Sejahtera, Anak Berprestasi.
Sebagai bentuk keberlanjutan, setiap peserta Kelompok Wanita Tani (KWT) membawa pulang satu botol Biosaka hasil praktik untuk diaplikasikan di pekarangan masing-masing. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mesuji juga berencana melakukan monitoring serta evaluasi melalui kegiatan “Panen Raya TPBIS” sebagai bentuk pengukuran dampak program.
Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mesuji berharap TPBIS dapat terus menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis literasi yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga












