DAERAH  

RAPIMWIL PWPM Lampung Bahas Penguatan Gerakan, Manifesto Negarawan, dan Evaluasi Kinerja Pimpinan Daerah

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.4613887, 0.4092128);sceneMode: 32768;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 42;

WARTAMU.ID, Bandar Lampung, 1 Juli 2026 – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Provinsi Lampung resmi menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (RAPIMWIL) Tahun 2026 pada Rabu-Kamis, 1-2 Juli 2026, bertempat di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung dan Hotel Andalas Permai, Bandar Lampung. Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mengevaluasi kinerja kepemimpinan daerah, serta merumuskan arah gerakan Pemuda Muhammadiyah di Provinsi Lampung.

RAPIMWIL dihadiri oleh jajaran Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah se-Provinsi Lampung, unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, organisasi otonom Muhammadiyah, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung.

Ketua PWPM Lampung, Muhtadli, S.H., M.H., menegaskan bahwa RAPIMWIL merupakan forum permusyawaratan organisasi yang memiliki fungsi strategis dalam mengevaluasi perjalanan gerakan sekaligus menyusun langkah-langkah kebijakan untuk menghadapi tantangan masa depan.

“RAPIMWIL menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memastikan seluruh Pimpinan Daerah bergerak dalam satu arah perjuangan. Forum ini membahas perkembangan Gerakan Pemuda Muhammadiyah, Manifesto Negarawan, serta laporan kinerja Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah se-Provinsi Lampung sebagai dasar evaluasi dan penyusunan program strategis organisasi,” ujar Muhtadli.

Ia menambahkan bahwa konsolidasi organisasi merupakan fondasi utama dalam membangun gerakan Pemuda Muhammadiyah yang kuat, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan. Menurutnya, kekuatan organisasi harus dibangun melalui kepemimpinan yang solid, kaderisasi yang berkelanjutan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Muhtadli juga menyoroti posisi strategis Provinsi Lampung dalam pembangunan nasional. Menurutnya, Lampung merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Pulau Sumatera dan memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan sekaligus lumbung energi nasional. Potensi tersebut harus direspons oleh generasi muda melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi, dan kepemimpinan yang berorientasi pada kemajuan daerah.

“Pemuda Muhammadiyah harus mampu mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah. Lampung memiliki modal besar untuk terus maju, sehingga kader Pemuda Muhammadiyah harus hadir sebagai pelopor perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Mewakili Ketua PWM Lampung, Sekretaris PWM Lampung, Drs. H. Ma’ruf Abidin, M.Si., menyampaikan bahwa Pemuda Muhammadiyah merupakan kekuatan strategis Persyarikatan dalam menyiapkan kader umat, kader bangsa, dan kader Persyarikatan yang berintegritas, berilmu, serta memiliki kapasitas kepemimpinan.

BACA JUGA :  Webinar Literasi Digital : HIDUP PRODUKTIF DI ERA DIGITAL

Menurutnya, RAPIMWIL bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum konsolidasi yang memperkuat sinergi Muhammadiyah dengan seluruh organisasi otonom dalam mewujudkan dakwah Islam yang berkemajuan serta memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi PP Pemuda Muhammadiyah, Dr. Nurhadianto, M.Pd., mengajak seluruh kader menjadikan RAPIMWIL sebagai ruang konsolidasi pemikiran, penguatan ideologi, dan evaluasi gerakan organisasi.

Ia menjelaskan bahwa arah gerakan Pemuda Muhammadiyah telah ditegaskan dalam hasil Tanwir Pemuda Muhammadiyah di Bali yang menempatkan tiga orientasi utama gerakan kader, yakni social based, skill based, dan intellectual based.

Menurutnya, social based menekankan kehadiran kader di tengah masyarakat melalui aksi-aksi sosial dan pemberdayaan umat. Skill based mengarahkan kader agar memiliki kompetensi, profesionalisme, serta kemampuan menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi. Sementara intellectual based bertujuan membangun tradisi berpikir kritis, pengembangan ilmu pengetahuan, riset, serta kemampuan melahirkan gagasan-gagasan strategis bagi kemajuan bangsa.

Nurhadianto juga menegaskan pentingnya mengimplementasikan Risalah Islam Berkemajuan sebagai paradigma gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, Islam Berkemajuan merupakan ikhtiar menghadirkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan, memajukan kehidupan, menjunjung tinggi keadilan, kemanusiaan, keilmuan, dan kemaslahatan, sehingga kader Pemuda Muhammadiyah mampu menjadi agen perubahan di berbagai bidang kehidupan.

“Kader Pemuda Muhammadiyah harus menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah. Perkaderan harus terus diperkuat agar melahirkan pemimpin yang berakhlak, profesional, berwawasan kebangsaan, serta mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., yang mewakili Gubernur Lampung, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pemuda Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung memandang organisasi kepemudaan sebagai mitra strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.

“Pemerintah Provinsi Lampung berharap RAPIMWIL ini menghasilkan rekomendasi dan program kerja yang implementatif serta memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah dalam mewujudkan Lampung yang maju, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.

BACA JUGA :  Jadi Irup di SMA Negeri 3, Kapolres Way Kanan Beri Pesan Edukasi

Selama dua hari pelaksanaan, RAPIMWIL membahas berbagai agenda strategis, di antaranya perkembangan Gerakan Pemuda Muhammadiyah, implementasi Manifesto Negarawan, evaluasi laporan kinerja Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah se-Lampung, Seminar Kebangsaan bertajuk “Polemik Pilkada Tidak Langsung Melalui DPRD” yang menghadirkan Anggota Komisi II DPR RI Rycko Menoza, M.B.A. dan Dosen Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Lampung Dr. Budiono, S.H., M.H., serta penyusunan rekomendasi organisasi sebagai arah kebijakan gerakan Pemuda Muhammadiyah ke depan.

Melalui RAPIMWIL Tahun 2026, PWPM Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi, memperkokoh sistem perkaderan, meningkatkan kualitas kepemimpinan kader, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak demi terwujudnya Pemuda Muhammadiyah yang maju, berdaya saing, berkarakter negarawan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan Persyarikatan Muhammadiyah.