WARTAMU.ID Sumenep, Banner bertuliskan “Amal Perbaikan Jalan Kabupaten, Karena Bupatinya Lagi Sakit” yang dipasang warga Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, saat kegiatan gotong royong memperbaiki jalan rusak, memicu polemik di tengah masyarakat.
Sejumlah warga mengaku sempat mendengar percakapan melalui sambungan telepon saat Penjabat (Pj) Kepala Desa Kapedi menghubungi salah seorang warga yang berada di lokasi perbaikan jalan. Dalam percakapan tersebut, Pj Kepala Desa disebut meminta agar banner tersebut diturunkan.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, permintaan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan arahan dari pihak kecamatan hingga instruksi Wakil Bupati Sumenep.
“Pak Pj Kades meminta banner itu diturunkan. Katanya karena ada arahan dari kecamatan, bahkan disebut berasal dari instruksi Pak Wakil Bupati,” ujar warga tersebut, Jumat (10/7/2026).»
Banner tersebut dipasang sebagai bentuk kritik warga terhadap lambannya penanganan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Dusun Aeng Pa’ak dan Dusun Sareng. Di waktu yang sama, masyarakat juga melakukan aksi swadaya dengan menggalang dana dan bergotong royong menambal jalan yang rusak.
Namun, saat dikonfirmasi tim media melalui sambungan telepon, Pj Kepala Desa Kapedi membantah adanya perintah dari Kecamatan Bluto maupun instruksi Wakil Bupati Sumenep terkait penurunan banner tersebut.
Menurutnya, dirinya hanya menyampaikan permohonan secara persuasif kepada warga apabila memungkinkan banner tersebut diturunkan. Ia menegaskan, ruas jalan yang diperbaiki secara swadaya itu telah masuk dalam program Pemerintah Kabupaten Sumenep dan telah dialokasikan anggarannya.
“Tidak benar, saya tidak pernah menyampaikan ada perintah dari kecamatan atau instruksi dari Pak Wakil Bupati. Saya hanya meminta, kalau bisa banner itu diturunkan karena jalan tersebut sudah dianggarkan dan akan segera direalisasikan,” ujar Pj Kepala Desa Kapedi.
Hingga berita ini diterbitkan, banner tersebut masih terpasang di lokasi kegiatan. Sementara itu, pihak Kecamatan Bluto maupun Pemerintah Kabupaten Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait pengakuan warga mengenai adanya arahan untuk menurunkan banner tersebut.
Tim Media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Plt Camat Bluto dan Wakil Bupati Sumenep guna melengkapi informasi serta memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.












