Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

Rajo Bujang Melaju Hari Ketiga, KKN UMRI dan KKN Universitas Abdurrab Beri Dukungan di Tepian Narosa

TELUK KUANTAN, Jumat 21 Agustus 2026 — Semangat masyarakat Desa Padang Tanggung kembali membara di Tepian Narosa dalam perhelatan Festival Pacu Jalur Kuansing 2026. Jalur Rajo Bujang dari Desa Padang Tanggung berhasil melaju hingga hari ketiga perlombaan, membawa kebanggaan sekaligus harapan besar bagi masyarakat desa.

Momentum tersebut turut dihadiri mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 17 Desa Padang Tanggung bersama KKN Universitas Abdurrab Kelompok 20 Desa Padang Tanggung. Kehadiran mahasiswa tidak hanya untuk menyaksikan sengitnya persaingan di arena pacu, tetapi juga memberikan dukungan langsung kepada para atlet Rajo Bujang yang tengah berjuang membawa nama Desa Padang Tanggung.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Mahasiswa dari kedua kelompok KKN tersebut kemudian melakukan foto bersama para atlet Rajo Bujang sebagai simbol dukungan dan kebersamaan. Momen tersebut menjadi gambaran bahwa semangat pacu jalur bukan hanya milik para atlet, tetapi juga milik seluruh masyarakat yang berdiri di belakang perjuangan mereka.

Bukan Sekadar Perlombaan, Pacu Jalur Adalah Identitas

Pacu jalur bukan sekadar perlombaan adu cepat di atas sungai. Di balik panjangnya jalur dan kerasnya kayuhan para atlet, terdapat nilai gotong royong, persatuan, sportivitas, kebersamaan, serta warisan budaya yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Kuantan Singingi.

Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan dalam Festival Pacu Jalur Kuansing 2026 menjadi bagian dari proses belajar langsung bersama masyarakat. Pengabdian tidak hanya dilakukan melalui program kerja, tetapi juga dengan hadir dalam momentum sosial dan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat.

BACA JUGA :  Wakapolda Lampung Kunjungi Way Kanan, Pastikan Vaksinasi Aman dan Lancar

Ketua KKN UMRI Kelompok 17 Rabbi Fernanda menegaskan bahwa generasi muda, termasuk mahasiswa, memiliki tanggung jawab untuk memastikan budaya lokal tidak hanya menjadi tontonan, tetapi tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Pacu jalur bukan hanya tentang siapa yang paling cepat sampai di garis akhir. Di dalamnya ada sejarah, kebersamaan, gotong royong, sportivitas, dan identitas masyarakat yang harus kita jaga. Sebagai mahasiswa KKN yang hadir dan hidup bersama masyarakat, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga dan merawat budaya ini. Jangan sampai generasi muda hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian dari orang-orang yang memastikan tradisi ini tetap hidup.”

Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa di Tepian Narosa merupakan bentuk dukungan terhadap masyarakat dan para atlet yang sedang membawa nama Desa Padang Tanggung.

“Pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti pada program kerja di atas kertas. Ketika ada budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat, mahasiswa harus hadir, menghargai, mendukung, dan ikut merawatnya. Karena ketika budaya hilang, kita bukan hanya kehilangan sebuah tradisi, tetapi juga kehilangan bagian dari identitas masyarakat.”

Harapan Rajo Bujang Jadi Juara

Melajunya Rajo Bujang hingga hari ketiga menjadi suntikan semangat bagi masyarakat Desa Padang Tanggung. Dukungan pun terus mengalir agar perjuangan para atlet tidak berhenti di tengah jalan.

Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 17 bersama KKN Universitas Abdurrab Kelompok 20 berharap Rajo Bujang mampu terus melaju hingga babak akhir dan keluar sebagai juara Festival Pacu Jalur Kuansing 2026.

“Kami tentu berharap Rajo Bujang bisa terus melaju dan menjadi juara di Festival Pacu Jalur Kuansing 2026. Namun lebih dari sekadar soal juara, kami bangga melihat semangat para atlet dan masyarakat yang bersama-sama menjaga tradisi ini. Semoga perjuangan Rajo Bujang menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Desa Padang Tanggung dan membawa nama desa semakin harum di Tepian Narosa.”

Perjuangan Rajo Bujang di arena menjadi gambaran bahwa sebuah prestasi lahir dari kerja keras, kekompakan, dan dukungan banyak pihak. Para atlet berjuang di atas jalur, sementara masyarakat memberikan energi melalui sorakan dan doa dari tepian.

BACA JUGA :  PRM Pattunuang Susun Kepemimpinan Baru dalam Musyran ke-3, Fokus pada Pengajian dan Kegiatan Sosial

Bagi mahasiswa KKN, momentum ini menjadi pengingat bahwa pengabdian bukan hanya tentang apa yang diberikan kepada masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa ikut berdiri bersama masyarakat dalam menjaga sesuatu yang mereka banggakan.

Rajo Bujang berjuang di arena. Masyarakat berdiri memberikan dukungan. Generasi muda ikut menjaga warisan budaya. Kini, harapan besar masyarakat Desa Padang Tanggung tertuju pada satu hal: semoga Rajo Bujang melaju hingga puncak dan membawa pulang gelar juara Pacu Jalur Kuansing 2026.