WARTAMU.ID, WAY KANAN – Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Way Kanan dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026, di Ruang Buway Bahuga DPRD Way Kanan, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Way Kanan Machiavelli Herman Tarmizi, S.STP., M.Si., jajaran pejabat pemerintah daerah, instansi vertikal, serta organisasi wanita.
Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Jakarta. Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan berbagai capaian pemerintah selama 21 bulan atau 663 hari pemerintahan, termasuk 121 kebijakan transformatif yang diarahkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan strategis bangsa.
Pada sektor pangan, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas dalam kurun waktu satu tahun. Pemerintah juga melakukan penyederhanaan regulasi pupuk serta menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen sebagai bagian dari upaya memperkuat produktivitas dan kesejahteraan petani.
Di sektor energi, pemerintah terus mendorong kemandirian melalui program biodiesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia disebut tidak lagi mengimpor solar dan mampu menghemat devisa sekitar Rp170 triliun.
Presiden juga memaparkan sejumlah program pembangunan lainnya, di antaranya Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis, perbaikan sarana pendidikan, serta perluasan program Cek Kesehatan Gratis.
Di tengah berbagai capaian tersebut, Presiden menegaskan bahwa pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, penyediaan lapangan kerja, pemberantasan korupsi, serta penertiban pertambangan ilegal dan praktik penyelundupan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Way Kanan, penyampaian Pidato Kenegaraan menjadi momentum penting untuk memahami arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional. Hal tersebut sekaligus menjadi dasar untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar kebijakan nasional dapat diterjemahkan ke dalam program pembangunan yang relevan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan Presiden Prabowo dalam pidatonya:
“Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak semata-mata berorientasi pada capaian jangka pendek, tetapi harus diarahkan pada pembangunan berkelanjutan yang memberikan fondasi kuat bagi generasi mendatang.












