Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

269 Lulusan SMA Muhi Diterima PTN, 76 Tembus UGM hingga Tiga Lanjut Kuliah ke Luar Negeri

269 Lulusan SMA Muhi Diterima PTN, 76 Tembus UGM hingga Tiga Lanjut Kuliah ke Luar Negeri

WARTAMU.ID, YOGYAKARTA – Prestasi akademik kembali ditorehkan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi). Pada Tahun Ajaran 2025/2026, sedikitnya 269 lulusan SMA Muhi tercatat berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi kampus tujuan terbanyak, yakni 76 lulusan.

Selain UGM, lulusan SMA Muhi juga diterima di UPN Veteran Yogyakarta sebanyak 46 orang, Universitas Diponegoro 31 orang, Universitas Brawijaya 20 orang, Universitas Negeri Yogyakarta 20 orang, Universitas Sebelas Maret 15 orang, Universitas Padjadjaran 13 orang, Universitas Airlangga 9 orang, serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember 7 orang.

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

Lulusan lainnya tersebar di sejumlah PTN, antara lain Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman, Institut Teknologi Bandung, Universitas Bengkulu, Universitas Negeri Surabaya, Politeknik Kemenkes Yogyakarta, dan perguruan tinggi negeri lainnya.

Koordinator Guru Bimbingan dan Konseling SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Nur Erlinasari, M.Pd.I., menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh melalui penelusuran lulusan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh wali kelas bersama guru Bimbingan dan Konseling.

Menurutnya, angka 269 merupakan jumlah lulusan yang berhasil dihimpun hingga saat ini. Pilihan studi para lulusan juga semakin beragam, sesuai dengan potensi, minat, bakat, dan cita-cita masing-masing.

Selain PTN, sejumlah lulusan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi swasta, antara lain Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Tiga Lulusan Tembus Perguruan Tinggi Luar Negeri

Capaian lulusan SMA Muhi tidak hanya terlihat di tingkat nasional. Tiga lulusan juga berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri.

BACA JUGA :  Haedar Nashir Hadiri Groundbreaking KHA Dahlan Tower 20 Lantai UMC Cirebon, Tegaskan Muhammadiyah Harus Maju di Luar Zona Nyaman

Kaindra Rakha Naufal Yuwono diterima pada bidang Computer Science di Monash University, Australia, dan University of Auckland, Selandia Baru. Nurul Azizah melanjutkan pendidikan pada program Intelligent Food Processing Technology di Guangxi Vocational and Technical Institute of Industry, China.

Sementara itu, Varrel Orvin Hernando diterima pada program International Relations di International College of Liberal Arts, Yamanashi Gakuin University, Jepang.

Keberhasilan tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang lulusan SMA Muhi untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan akademik internasional sekaligus memperluas pengalaman dan wawasan global.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras para murid, dukungan orang tua, serta kolaborasi seluruh warga sekolah.

Menurutnya, persiapan studi lanjut di SMA Muhi dilakukan secara bertahap sejak kelas X. Para murid mengikuti tes psikologi dan mendapatkan pendampingan dari guru Bimbingan dan Konseling untuk membantu mengenali potensi serta menentukan arah studi sesuai minat dan kemampuannya.

Penguatan kemampuan akademik juga dilakukan melalui latihan literasi dan numerasi setiap Senin bagi murid kelas X dan XI. Memasuki kelas XII, pendampingan semakin intensif melalui bimbingan superintensif persiapan UTBK setiap pagi.

Sekolah juga menggelar Career Day dengan menghadirkan alumni dari berbagai perguruan tinggi. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk memperoleh gambaran langsung mengenai pilihan program studi, kehidupan perkuliahan, hingga strategi menghadapi proses seleksi masuk perguruan tinggi.

Perkuat Ekosistem Sekolah Unggul

Upaya tersebut semakin diperkuat setelah SMA Muhi ditetapkan sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi. Konsep tersebut diterjemahkan melalui penguatan ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga kemampuan bernalar, literasi, numerasi, bahasa asing, kepemimpinan, karakter, serta wawasan global.

Pembinaan dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari pemetaan potensi pada kelas X, penguatan kompetensi di kelas X dan XI, hingga pendampingan studi lanjut secara intensif pada kelas XII.

Orientasi internasional juga diperkuat melalui program GAC-ACT yang telah berjalan di SMA Muhi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman belajar sekaligus mempersiapkan murid menghadapi lingkungan akademik global.

BACA JUGA :  "Film 'Takjil Terakhir' Karya Santri Pesantren Kauman Muhammadiyah Raih Penghargaan di Festival Film Pendek Islami Nasional 2025"

Herynugroho menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari nama perguruan tinggi yang berhasil dimasuki, tetapi juga dari kemampuan lulusan untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga seluruh alumni dapat sukses dengan pilihan dan jalan yang telah ditempuh, terus belajar, berprestasi, serta menjadi generasi yang membawa manfaat. Kami berharap mereka tidak hanya sukses dalam urusan dunia, tetapi juga memperoleh kebahagiaan dan keberkahan untuk sukses dunia dan akhirat,” pungkasnya.

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa proses pendidikan di SMA Muhi tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi diarahkan untuk membangun kesiapan murid menghadapi pendidikan tinggi, dunia global, serta tantangan kehidupan di masa depan.