WARTAMU.ID, Humaniora – Ada banyak pesan dari Kiyai Ahmad Dahlan yang tertulis dalam tinta sejarah, bahkan hampir semua orang tahu walaupun tak semua mau menerapkannya. Muhammadiyah sebagai persyarikatan yang bersifat kolektif kolegial dengan mendengedepankan kolaborasi, koordinasi dan kombinasi dalam berorganisasi. Prinsip egaliter penuh hikmah lagi kebijaksanaan dan tidak pula ada yang merasa tinggi untuk dikultuskan, serta tidak pula direndahkan dalam keburukan. Meskipun memiliki tugas dan amanah yang berbeda, juga berbeda status sosial, status pendidikan dan status ekonomi. Akan tetapi semua merupakan saudara dan keluarga besar warga Muhammadiyah yang memiliki cita harapan yang besar. Membesarkan dan menghidupkan Muhammadiyah dari setiap tantangan dan juga tuntutan zaman ke zaman. Hal ini membuat rasa untuk kembali mengaktifkan semangat bermuhammadiyah harus kembali hadir, agar setiap langkah lebih mudah untuk dijalani secara kebersamaan.
Amal usaha Muhammadiyah itu penting, dan sama pentingnya juga Muhammadiyah sebagai induknya. Sebab tidak bisa dipisahkan antara Muhammadiyah dengan amal usaha, antara amal usaha dengan Muhammadiyah karena ini bagain dari satu tubuh komponen syiar dakwah islam berkemajuan Muhammadiyah. Bermuhammadiyah sekaligus beramal usaha Muhammadiyah, tentu lebih dominan dalam gerakan dan keaktifan menjalankan roda kegiatan organisasi di Muhammadiyah. Sebab ada juga bermuhammadiyah tapi belum tentu bagian dari beramal usaha, namun jauh lebih lemah lagi bila hanya beramal usaha Muhammadiyah tapi tidak bermuhammadiyah. Masih dimaklumi jika bermuhammadiyah tapi tidak beramal usaha karena bisa saja tidak berkeja di sana, tidak menjadi bagian pimpinan stakeholder atau bukan bagian unsur penting di dalamnya. Yang menjadi persoalan dan problematika justru bila hanya beramal usaha Muhammadiyah saja tapi tidak bermuhammadiyah hanya karena alasan profesionalisme kerja, namun juga melemahkan gerak langkah organisasi terhadap anggotanya.
AUM Yes, Muhammadiyah over yes menjadi slogan yang harus ditanamkan oleh warga dan kader Muhammadiyah yang berada di lingkungan persyarikatan. Semangat berjuang di amal usaha Muhammadiyah tentu iya, dan semangat berjuang pada Muhammadiyah pun harus lebih iya lagi. Muhammadiyah over yes dimaknai sebagai sikap selalu siap sedia bermuhammadiyah dengan keikhlasan untuk masuk dalam bagiannya walaupun hanya pada non struktural sekalipun. Walaupun dalam fakta dan realitasnya masih ada yang tetap AUM Yes, Muhammadiyah No dan seharusnya AUM Yes, Muhammad over Yes. Tidak ada kata tidak atau tolak, jika sudah bermuhammadiyah dan beramal usaha Muhammadiyah. Ada banyak faktor terjadi nya kenapa hanya ingin di AUM saja tapi tidak begitu ingin dan semangat di Muhammadiyah. Hal itu dikarenakan berangkat dari latar belakang dan kepentingan nya yang hanya bekerja atau tidak kuat berorganisasi atau mungkin pula berorganisasi yang lain atau berpihak pada kelompok lain. Hal itu tergantung pada situasi dan kondisi AUM serta Muhammadiyah di tempat nya masing-masing dengan dinamika nya masing-masing. Yang jelas harus punya sikap AUM yes dan Muhammadiyah over yes lagi, lagi dan lagi.
Pesan Kiyai Ahmad Dahlan tentang hidup-hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammdiyah, dapat dimaknai secara luas dari berbagai perspektif dan paradigma. Level mencari hidup di Muhammadiyah tentu ada dan terbawah dan level menghidupi Muhammad pun ada level tertinggi jika masih dalam hal kebaikan dan kewajaran. Hanya saja jangan sampai pada mencari hidup di Muhammadiyah tapi tidak memiliki rasa loyalitas, konsistensi dan profesionalitas. Sebab organisasi ini buruh dukungan dan Support orang yang berada di dalamnya baik di Muhammadiyah maupun di amal usaha Muhammadiyah. Pesan lainnya adalah jangan menduakan Muhammadiyah, yang artinya jika telah memilih gerakan dakwah Muhammadiyah maka tulis, ikhlas dan setia bersama Muhammadiyah agar tidak menyalahi aturannya. Mungkin Pesan ini masih banyak yang mengabaikan secara diam-diam. Pesan lainnya lagi ialah jadilah apa saja dan kembali pada Muhammadiyah, yang artinya tidak terlibat atau aktif di AUM tapi tetap kembali kepada Muhammadiyah merupakan harapan Kiyai Ahmad Dahlan kepada generasi penerus nya.
Penting untuk menghidupkan slogan AUM Yes, Muhammadiyah over Yes di semua lingkungan Muhammadiyah dan AUM nya. Agar setiap yang berada di Muhammadiyah dan di Amal Usaha Muhammadiyah memiliki rasa ikatan kepercayaan, kepedulian dan kekeluargaan ketika berada di lingkungan persyarikatan itu. Kalaupun masih ada yang berprinsip hanya AUM Yes dan Muhammadiyah No, jangan sampai yang bersangkutan merusak kultur dan mempengaruhi yang lainnya dalam lingkungan nya baik kepada sesamnya atau generasi baru di bawahnya. Sebab akan menjadi lingkungan yang kurang sehat jika ada kepentingan di luar Muhammadiyah atau di luar amal usaha Muhammadiyah. Saling menanamkan teologi al maun dan teologi Wal Asri kepada semua, agar semangat AUM Yes dan Muhammadiyah over Yes lebih hidup daripada hanya jomplang AUM Yes, tapi malah Muhammad No. Karena yang dibutuhkan adalah para penggerak islam berkemajuan dan para sang pencerah melalui Muhammadiyah dan Amal Usaha Muhammadiyah itu. Agar nantinya dapat mendapatkan kebaikan dan keselamatan serta kesuksesan hidup di dunia dan di akhirat bersama Muhammadiyah beserta amal usaha Muhammadiyah di dalamnya.
Oleh : As’ad Bukhari, S.Sos., MA
(Analis Intelektual Muhammadiyah Islam Berkemajuan)












