Pelanggan cukup scan QR Code untuk pesan & bayar langsung dari HP. Kelola keuangan bisnis jadi lebih simpel dan terpantau online.

BUKAN KALAH, RAJO BUJANG TELAH MENGUKIR PRESTASI: KKN UMRI DAN MASYARAKAT PADANG TANGGUNG BANGKITKAN SEMANGAT MENUJU JUARA

 

i
Aplikasi Kasir Posbon
Pelanggan cukup scan QR Code toko untuk membuka menu produk, lalu pesan dan bayar langsung dari HP. Semua otomatis masuk ke dashboard kasir.
Coba

KUANTAN SINGINGI, 1 September 2026 Jalur kebanggaan masyarakat Desa Padang Tanggung, Kecamatan Pangean, Rajo Bujang, berhasil menorehkan prestasi dengan finish di peringkat ke-7 dalam Event Nasional Pacu Jalur Tepian Narosa Kuantan Singingi 2026.

 

Capaian tersebut menjadi bukti perjuangan dan kerja keras para atlet Rajo Bujang dalam menghadapi persaingan sengit dengan jalur-jalur terbaik dari berbagai daerah. Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara, pencapaian tujuh besar menjadi prestasi yang patut dibanggakan sekaligus modal untuk menatap kompetisi berikutnya.

 

Semangat dan kebanggaan terhadap Rajo Bujang juga ditunjukkan oleh KKN Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) 2026 Kelompok 17 bersama seluruh elemen masyarakat Desa Padang Tanggung. Mahasiswa KKN hadir memberikan dukungan moral kepada para atlet, sekaligus menyampaikan bahwa perjuangan Rajo Bujang di Tepian Narosa tidak boleh dipandang sebagai sebuah kekalahan.

 

Bagi masyarakat Padang Tanggung, Rajo Bujang bukan sekadar sebuah jalur yang berlomba di atas arena pacu. Di dalamnya terdapat identitas, kebersamaan, gotong royong, dan kebanggaan masyarakat yang dipertaruhkan dalam setiap kayuhan.

 

Ketua KKN UMRI 2026 Kelompok 17, Rabbi Fernanda, menegaskan bahwa peringkat ketujuh bukanlah akhir dari perjuangan Rajo Bujang.

 

«“Saya ingin menegaskan, kita bukan kalah hari ini. Kita telah menang dalam perjuangan, kita telah mengukir prestasi, dan kita telah membawa nama Desa Padang Tanggung berdiri di antara jalur-jalur terbaik di Tepian Narosa. Peringkat ketujuh bukanlah akhir, melainkan pijakan untuk berbenah dan kembali lebih kuat. Jadikan setiap kayuhan hari ini sebagai pelajaran dan setiap perjuangan sebagai modal untuk menjadi juara pada event berikutnya,” tegas Rabbi Fernanda.»

BACA JUGA :  RPS SMP se-Kecamatan Way Kenanga Digelar di SMP MMT Mercubuana, Dorong Sekolah Berani Berbenah

 

Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan Rajo Bujang menembus tujuh besar merupakan hasil dari perjuangan panjang para atlet serta dukungan masyarakat yang tidak pernah berhenti mengiringi setiap pertandingan.

 

“Rajo Bujang bukan sekadar jalur, tetapi kebanggaan masyarakat Padang Tanggung. Selama masyarakat masih berdiri bersama, selama pemuda dan para atlet terus berjuang, kami percaya Rajo Bujang akan kembali berpacu dengan kekuatan yang lebih besar. Hari ini mungkin kita belum berada di posisi pertama, tetapi capaian hari ini adalah bagian dari usaha kita untuk menjadi juara,” lanjutnya.

 

Menurut Rabbi, kekalahan dalam sebuah pertandingan tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti. Sebaliknya, setiap hasil harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan, meningkatkan kekompakan, dan mempersiapkan kekuatan yang lebih matang pada event berikutnya.

 

Semangat tersebut mendapat dukungan penuh dari masyarakat Desa Padang Tanggung. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, keluarga atlet, hingga mahasiswa KKN UMRI Kelompok 17, turut menjadi bagian dari dukungan terhadap perjuangan Rajo Bujang.

 

Pacu jalur bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Lebih dari itu, pacu jalur merupakan warisan budaya yang mengajarkan arti kerja sama, disiplin, keberanian, persatuan, dan pengorbanan.

 

Karena itu, peringkat ke-7 Rajo Bujang di Tepian Narosa harus dipandang sebagai awal dari perjalanan yang lebih besar.

 

Hari ini adalah catatan perjuangan.

Besok adalah evaluasi.

Dan event berikutnya adalah kesempatan untuk kembali membuktikan kemampuan.

 

Rajo Bujang telah mengukir prestasi. Perjuangan belum selesai.

 

Bukan kalah kita sedang belajar untuk menjadi lebih kuat.

 

Bukan berhenti kita sedang mempersiapkan kayuhan berikutnya.

 

Dan bukan sekadar mengejar kemenangan kita sedang membawa nama dan kebanggaan Desa Padang Tanggung menuju podium juara.