DAERAH  

Di duga Tak Kunjung di Rujuk Pasien Puskesmas Bluto Meninggal ; DPRD Sumenep Desak Audit

Ahmadi Yazid Politisi Fraksi PKB Saat Menyampaikan Pernyataan Sikap Terhadap Kasus Pasien Meninggal di puskesmas Bluto

Wartamu.id, Sumenep – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Sumenep Jawa Timur mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap Puskesmas Bluto usai meninggalnya pasien H. Pada hari Senin 24/11/2025 lalu, Desakan muncul setelah keluarga korban menuding adanya kelalaian serius dalam proses rujukan.

Akhmadi Yasid, Anggota DPRD Sumenep dari Dapil II sekaligus politisi Fraksi PKB, menegaskan bahwa kematian tersebut tidak bisa dianggap biasa. “Kasus ini terlalu serius untuk hanya dijelaskan dengan alasan standar,” ujarnya.

Mantan Wartawan Senior ini menilai dugaan keterlambatan rujukan hingga empat jam adalah persoalan fatal. Menurutnya, hal itu memunculkan tanda tanya besar mengenai kesigapan tenaga kesehatan.

Ahmadi Yazid mendesak Dinas Kesehatan Sumenep untuk turun langsung melakukan audit lapangan. “Dinas Kesehatan harus turun tangan, tidak bisa hanya mengandalkan laporan di atas meja,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan tidak boleh menunjukkan kelalaian sekecil apa pun. “Ini fasilitas pertama yang didatangi masyarakat, jadi harus benar-benar siap,” tambahnya.

Wakil rakyat dari Fraksi PKB itu juga mempertanyakan apakah prosedur medis telah diterapkan sesuai standar. Ia menyebut dugaan oksigen tidak berfungsi sebagai tanda adanya masalah serius pada fasilitas.

Anggota DPRD ini menilai lambannya respons saat pasien mengalami sesak napas harus ditelusuri secara objektif. Ia menegaskan bahwa “penyelidikan internal tanpa transparansi hanya akan memperbesar keraguan publik.”

Sebagai bagian dari Badan Anggaran (Banggar), ia juga akan memeriksa realisasi APBD pada Puskesmas Bluto. Ia menduga bisa saja terdapat persoalan anggaran yang berdampak pada kualitas pelayanan.

“Kalau ada masalah pada penggunaan anggaran, itu harus dibuka dan dievaluasi,” katanya. Ia memastikan akan mendalaminya dalam mekanisme pengawasan anggaran daerah.

Politisi PKB tersebut menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kematian pasien H harus menjadi momentum perbaikan layanan kesehatan. Ia meminta kasus ini ditangani serius agar tidak terulang pada pasien lain.

BACA JUGA :  Pemdes Aengbaja Kenek Tutup Semarak Kemerdekaan RI ke-79 dengan Penampilan Mat Tumbuk dan Pembagian Hadiah