WARTAMU.ID, Metro – Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah Boarding School Metro menggelar kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) Tahun Pelajaran 2022/2023, pada 26 sampai 28 Juli 2022.
Kegiatan Fortasi tahun ini berbeda dengan tahun 2021 sebab dilakukan secara luring karena menurunnya angka wabah Covid-19.
Kegiatan FORTASI yang mengusung tema “Pertajam Mata Pena Guna Optimalisasi Daya Cipta” ini dikelola oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MA Muhammadiyah Metro.
Kegiatan Fortasi ini dilakukan untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, proses pembelajran dan kegiatan MA Muhammadiyah Metro kepada siswa baru.

Rangkaian Fortasi dilakukan di dalam dan luar kelas. Di dalam kelas, siswa baru diberikan materi Al -Islam dan Kemuhammadiyahan, ta’aruf dengan dewan guru, dan lingkungan sekolah. Sementara di luar kelas, di akhir kegiatan siswa–siswi MA Muhammadiyah Metro di ajak berkunjung ke industri pembuatan kerupuk ikan yang ada di Lampung Tengah, tepatnya di kecamatan Simbarwaringin.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah MA Muhammadiyah Metro, Ahmad Kholil menyampaikan bahwa Fortasi menjadi gerbang awal memasuki MA Muhammadiyah Metro bagi para siswa baru.
“Melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas dan ekstra kalian akan didik,” ucap Ahmad Kholil.
Selanjutnya Ahmad Kholil juga menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran panitia Fortasi untuk menghadirkan kegiatan yang menggembirakan dan mendidik bagi siswa baru.

“Tidak ada perploncoan atau bullying karna kita adalah pelajar berkemajuan,” tuturnya.
Di akhir kegiatan ini siswa-siswi baru diajak untuk mengintip pengolahan kerupuk ikan di industri kerupuk Haruma di Simbarwaringin, Lampung Tengah yang memiliki omset ratusan juta rupiah di setiap bulannya.
Kegiatan kunjungan ini sebagai bentuk kegiatan di luar kelas untuk memotivasi siswa-siswi agar mampu menjadi generasi yang sadar dan memiliki daya saing di bidang industri.
“Kedepannya program ini akan terus dikembangkan. Siswa MA Muhammadiyah Boarding School Metro harus unggul di bidang keilmuan dan religi juga unggul dalam wawasan enterprenuerdan globalnya,” tutup Ahmad Kholil.












