WARTAMU.ID, Jakarta – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah sebagai momentum mempererat silaturahim sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneguhkan Ukhuwah dan Menumbuhkan Kecintaan Lingkungan melalui Pendidikan Anak Usia Dini.”
Acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, organisasi otonom tingkat pusat Muhammadiyah, pimpinan perguruan tinggi, pimpinan Amal Usaha Rumah Sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah se-Jabodetabek dan Banten, perwakilan kementerian dan lembaga negara, anggota DPR RI, organisasi perempuan dan kemasyarakatan, serta Pimpinan Wilayah dan Daerah ‘Aisyiyah se-Jabodetabek.
Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Prof. Masyitoh Chusnan, mengajak seluruh hadirin menjadikan Halal Bihalal sebagai ruang memperkuat ketakwaan dan mempererat hubungan antarsesama.
“Mari kita saling memaafkan dan kembali kepada fitrah, semoga Allah menerima amal ibadah kita,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sikap saling memaafkan serta memperbaiki hubungan, baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia, merupakan fondasi penting dalam membangun kebersamaan dan ukhuwah yang kuat.
Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, menilai bahwa ‘Aisyiyah merupakan kekuatan penting dalam menggerakkan berbagai aktivitas dan dakwah Muhammadiyah.
“Kontribusi perempuan melalui ‘Aisyiyah menjadi kebanggaan sekaligus memperkuat dakwah dan gerakan Muhammadiyah,” ungkapnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Dr. Salmah Orbayinah, juga menekankan pentingnya memperkuat ukhuwah sekaligus memperluas kolaborasi lintas sektor dalam membangun generasi yang berkualitas.
“Melalui kolaborasi dan sinergi, kita dapat membangun generasi yang berakhlak, berilmu, dan peduli lingkungan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pendidikan dan nilai-nilai keagamaan harus menjadi fondasi utama dalam menyiapkan masa depan generasi bangsa.
Dukungan Tokoh dan Mitra Strategis
Ketua Fraksi PAN DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi XII, Putri Zulkifli Hasan, menilai tema Halal Bihalal tersebut sangat relevan dengan tantangan lingkungan saat ini, khususnya terkait pengelolaan sampah rumah tangga.
Menurutnya, ‘Aisyiyah memiliki potensi besar menjadi motor penggerak gaya hidup ramah lingkungan yang dimulai dari keluarga.
“’Aisyiyah bisa menjadi motor gaya hidup ramah lingkungan, dimulai dari keluarga, rumah, dan anak-anak kita,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi penggunaan tumbler dalam kegiatan tersebut sebagai langkah sederhana untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Nunuk Suryani, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Kami mengajak ‘Aisyiyah untuk terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru,” ujarnya.
Selain penguatan kompetensi akademik, pemerintah juga mendorong penguatan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat guna menanamkan nilai akhlakul karimah serta mencegah praktik perundungan (bullying) di lingkungan pendidikan.
Apresiasi juga disampaikan oleh Dr. Levy Olivia Nur, istri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang menyampaikan harapan agar semangat Ramadan yang baru saja dilalui dapat terus dijaga dalam bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Semangat Ramadan harus terus kita jaga untuk meningkatkan ketaqwaan sekaligus menjadi bekal kontribusi nyata dalam kegiatan sosial dan lingkungan,” ujarnya.
Menanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Usia Dini
Tausiyah Halal Bihalal disampaikan oleh Prof. Maila Dinia Husni Rahim, yang menyoroti pentingnya menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui pendidikan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut akademisi dan pakar perkembangan anak tersebut, pendidikan lingkungan tidak hanya ditujukan bagi orang dewasa, tetapi harus dimulai sejak anak usia dini.
“Pembiasaan sederhana seperti membawa tumbler, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mengenalkan kebiasaan ramah lingkungan kepada anak-anak dapat menjadi langkah awal perubahan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten sejak dini.
Seluruh rangkaian kegiatan Halal Bihalal ini juga menerapkan prinsip ramah lingkungan, di antaranya dengan penggunaan tumbler pribadi oleh para peserta.
Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah berharap kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahim, tetapi juga memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendorong gerakan perempuan berkemajuan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kelestarian lingkungan.












