Hidup Normal Bersama Covid 19 di Saudi Arabia

Hidup Normal Bersama Covid19 di Saudi Arabia

WARTAMU.ID – Wabah ini telah menyebar di berbagai negara bahkan seluruh dunia. Ini lah menjadi kendala pekerja migran indonesia yang sedang berada di luar negeri untuk pulang atau cuti ke indonesia.

Setiap negara menerapkan peraturan berbeda-beda untuk mengatasi pandemi covid 19. Salah satunya negara saudi arabia. Walau negara saudi arabia waktu lalu menutup penerbangan internasional. Tapi sekarang sudah membuka untuk turis dari berbagai negara.

Tapi, sayangnya negara indonesia salah satu negara yang masih di larang untuk berpergian ke saudi arabia. Termasuk izin umroh untuk indonesia masih di tangguhkan.

Tetapi untuk warga negara indonesia yang tinggal di saudi arabia boleh keluar masuk negara saudi arabia. Dengan syarat sudah melakukan vaksin dosis ke 2 di dalam negara saudi arabia. Jenis vaksin yang ada di saudi arabia adalah pfizer dan astrazeneca.

Cara negara saudi arabia mengatasi covid 19 dan melakukan new normal adalah membuat aplikasi yang bernama tawakkalna dan sehhaty. Aplikasi ini adalah aplikasi wajib yang harus di punya bagi masyarakat yang tinggal di saudi arabia.

Tawakkalna adalah aplikasi / paspor kesehatan saudi arabia. Di dalam aplikasi ini sudah terhubung dengan data yang ada di imigrasi saudi (absher/jawazat). Penduduk saudi tinggal “log in” dengan nomor kartu penduduk (iqoma). Tawakkalna terhubung dengan status kesehatan, dari riwayat perjalanan berpergian ke luar negeri, pernah terinfeki atau tidak virus covid 19.

Aplikasi ini pun menjadi syarat untuk pergi ke tempat umum seperti kantor, bank, pasar dan tempat rekreasi.
Status dalam aplikasi ini akan menunjukkan data masing-masing.
Imun (2x dosis vaksin) yang boleh masuk ke tempat umum.

Lalu, aplikasi “Sehhaty” adalah aplikasi untuk membuat janji vaksin, tes covid 19 atau pelayanan kesehatan. Semua fasilitas ini di dapatkan secara gratis. Sistem app sehhaty adalah log in dengan data iqoma lalu mengecek rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan terdekat yang melayani vaksin covid 19. Masyarakat akan memilih tanggal dan jam yang sudah tersedia. Data dari aplikasi sehhaty terhubung dengan aplikasi tawakkalna.

Setelah mengambil vaksin covid 19 di sehhaty otomatis di aplikasi tawakkalna akan berubah menjadi “imun”. Yang berarti individu itu bisa beraktivitas seperti biasa hanya dengan menunjukan tawakkalna dengan status sudah mendapatkan dosis lengkap.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *